PERKATAAN YESUS YANG SANGAT SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI !!!!

Desember 22, 2009 at 5:34 pm (PERKATAANH YESUS YANG SANGAT SANGAT MENGEJUTKAN SEKALI !!!!) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.””

–Yohanes 14:6

Kita sering mendengar orang berkata, “Apapun yang akan terjadi nanti, itulah yang terbaik dari Allah bagi bangsa ini,” atau “Apapun hasil dari pemilihan presiden ini, itu adalah pilhan Allah yang terbaik bagi bangsa ini.” Terkadang pula, dasar pemikiran seperti ini muncul di dalam bentuk, “Tuhan sudah mendengar jeritan bangsa ini dan Ia menjawab.” Pertanyaanya adalah, “Allah yang mana?”   “Allah manakah yang dimaksudkan dengan pernyataan-pernyataan ini?”

Jika Anda menentang pernyataan-pernyataan di atas dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda sedang menghadapi risiko dicap sebagai orang yang angkuh, mau menang sendiri, miskin toleransi, miskin kasih, terlalu keras kepada orang, dan sebagainya.  Orang mau supaya sampai batas-batas tertentu Anda harus bersikap moderat dan kompromi.  Sebagian orang Kristen malahan rela untuk mengurangi kemutlakan ayat-ayat tertentu di dalam Alkitab untuk memamerkan apa yang mereka sebut sebagai ‘toleransi’ dan ‘mengasihi’ terhadap orang lain, terutama terhadap mereka yang bukan Kristen.

Jika pernyatan-pernyataan yang kita sorot di atas datang dari mereka yang bukan Kristen, saya tidak melihat adanya masalah dalam hubunganya dengan iman Kristen di sana.  Saya Cuma tidak perlu mempercayainya, titik.  Hal ini menjadi masalah jika pernyataan-pernyataan tersebut datang dari mereka yang bukan Kristen, yang berusaha memaksa saya untuk menerima konsep tersebut demi toleransi dan kasih.  Anda boleh merujuk ke sembarang allah, berapapun banyaknya, dan muncul dengan konsep apapun yang cocok untuk Anda atau yang menyenangkan kelompok orang  tertentu.

Tetapi, jika menyangkut Allah Abraham, Isak dan Yakub – Allah Israel, maka pernyataan tegas dari Yohanes 14:6 akan harus diberlakukan.  Sebelumnya, ada baiknya kita diingatkan bahwa Allah Israel telah pernah menyatakan melalui nabi Yesaya bahwa,

“Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, (Yesaya 46:9)

Tanpa bermaksud untuk menjadi angkuh, tidak toleransi, atau kurang mengasihi, seorang Kristen atau Yahudi yang benar tidak punya pilihan lain selain percaya dan memegang teguh kebenaran ini, bahwa “tidak ada Allah lain.” Karena itu, berdasarkan kebenaran iman Kristen, segala sesuatu yang tidak berkaitan atau yang tidak diarahkan kepada Allah Israel (harapan, jeritan, doa, pujian, dll) akan sia-sia. Kebenaran ini bukan cetusan hikmat manusia tetapi lahir dari hati yang penuh kasih dari Allah yang benar.

Apakah Anda pernah menemukan sikap Yesus yang menunjukkan sifat ego, tidak bertoleransi dan tidak mengasihi orang lain?   Yesus adalah penyataan kasih Allah kepada umat manusia!   Tidak ada kasih lebih besar yang pernah dinyatakan di surga maupun di bumi, seperti kasih Yesus yang dinyatakan penuh di bukit Golgota.  Perhatian-Nya kepada mereka yang miskin dan lemah lebih besar dari kasih seorang ibu yang baik kepada bayinya sendiri.   Demikianpun, Yesus menyataakan diri-Nya sebagai satu-satunya jalan kepada Allah yang benar.   Anda tidak akan menemukan secuil kompromi dari pernyataan ini, tetapi kebenaran, hidup dan kasih yang luar biasa.  Oleh kasih-Nya yang tak kunjung padam itu, Yesus seakan berkata, “Datanglah melalui Aku maka engkau akan menemukan Bapa-Ku.”   “Tanpa Aku, harapanmu, jerit-tangismu dan doamu akan sia-sia.“

Beberapa orang di antara kita munkin akan berpikir bahwa ayat ini hanya berlaku setelah kita meninggal.  Artinya, di dalam hidup yang sekarang ini setiap orang dapat berbicara kepada Allah dan menyampaikan kebutuhannya tanpa mengenal Yesus sekalipun.  Butki yang mendukung pemikiran ini adalah bahwa banyak orang yang tidak percaya Yesus tetapi memiliki kehidupan yang baik.  Mereka dapat menjadi sangat kaya dan sehat, berpendidikan tinggi dan sukses, layaknya Allah mendenga doa mereka dan menjawab dengan penuh kemurahan.   Sebagian orang Kristen malah bisa menggunakan Firman Yesus yang mengatakan, “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar,” (Matius 5:45) untuk mendukung pemikiran seperti ini.   Lalu, mungkin…hanya mungkin ada baiknya untuk mempertimbangkan ucapan Yesus tersebut, ketika kita akan meninggalkn kehidupan ini.  Masalahnya adalah, kita tidak tahu kapan!

.

Sayangnya, jika kita berpikir tentang semua ciptaan Allah yang sudah dengan setia dipelihara-Nya, lalu di mana bedanya kita dengan serumpun bunga liar di punggung bukit terpencil atau dari sekelompok hewan liar yang berlari bebas di belantara?   Apakah Allah telah menjadi demikian bodoh sehingga mengirimkan Anak-Nya untuk mati bagi sekelompok ciptaan yang hanya sedikit lebih tinggi dari tumbuhan dan binatang, yang kita sebut manusia?   Yesus tidak berdosa dan Ia tidak pernah berdusta!   Ketika Ia berkata, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku,” (Yohanes 16:23b) Ia juga berkata, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, TIDAK akan diberikan-Nya kepadamu JIKA TIDAK dalam nama-Ku.” Suatu hal yang sebaiknya diingat adalah bahwa, “Jika iblis dapat berkata kepada Yesus, “Semua itu [kerajaan dunia dengan kemegahannya] akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku,” (lih. Matius 4:8-9), maka betapa lebihnya ia dapat mencobai kita?  Iblis bisa membuat kita kaya, menghantarkan kita kepada keberhasilan, memulihkan kesehatan kita, sedemikian rupa, sehingga terlihat seperti semua itu adalah berkat dari Allah.  Pada akhirnya, dia akan memperlihatkan wajahnya yang asli sebagai penyesat, perampok dan pembunuh, tetapi kenyataan ini bisasanya datang ketika sudah terlambat.

Sebagai Pencipta Tunggal dari jagad raya ini, sudahlah tentu bahwa Allah memegang kendali atas segala sesuatu.   Tidak ada sesuatupun yang terjadi di luar izin-Nya.  Begitupun, kita harus mampu untuk membedakan antara hal-hal yang Allah ‘izinkan’ terjadi dan hal-hal yang Allah ‘inginkan’ terjadi.   Allah ingin agar semua orang diselamatkan bersama-Nya di surga, tetapi Ia mengizinkan mereka yang memilih untuk tinggal di neraka.  Allah ingin agar Anda berdoa dan meminta dari-Nya, tetapi Ia mengizinkan atau membiarkan Anda menanyakan peramala seperti Saul dan disesatkan.  Berdasarkan pemikiran seperti ini, kita akan terhindar dari menjadikan Allah sebagai kambing hitam dari kesalahan strategi dan keputusan kita, dengan mengatakan, “itu memang sudah kehendak Allah.”

Mesir makmur sementara negari-negeri lain diganjar kelaparan, sebab Yusuf ada di sana (Kejadian 41).  Babel diberkati karena kepatuhan Daniel dan kawan-kawan (Daniel 1).  Karena itu, jangan pernah biarkan gagasan ini muncul di dalam pikiran Anda bahwa Mesir dan Babel diberkati sebagai jawaban Allah atas doa Firaun dan Nebukadnezar, yang menyembah allah-alah lain.   Allah mengubah rencana jahat saudara-saudara Yusuf untuk membawanya kepada mimpi yang Allah berikan kepadanya dan untuk menyelamatkan satu bangsa – umat Israel, dan bukan untuk memakmurkan Mesir (Kejadian 50:20).    Ingatkah Anda pada peristiwa tawar-menawar yang terkenal antara Abraham dengan Allah?   Jika ada sepuluh orang benar di kota Sodom, maka kota itu tidak akan dihancurkan Allah.  Kebenaran ini berlaku sampai sekarang!  Bangsa-bangsa dan negara-negara diberkati dan tidak dimusnahkan karena adanya segelintir anak-anak Allah yang setia di dalamnya, yang terus-menerus berdoa kepada Allah melalui Yesus Kristus.

Sekali lagi, Firman Yesus, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku,” tidak memberikan pilihan atau tafsiran lain.  Tanpa Yesus, Anda tidak akan menemukan Allah yang benar!

About these ads

24 Komentar

  1. nu said,

    Membingungkan. Menemukan Tuhan harus melalui perantara manusia yg juga dianggap Tuhan. Gimana ya?

    Berdoa kepada Allah melalui Yesus Kristus?

    Dalam Islam namanya bertawasul. Berdoa kepada Allah melalui perantara nabi-Nya Muhammad.
    Berarti siapakah Yesus itu?

    Jika benar Yesus itu adl Tuhan, kenapa di sini dikesankan seolah doa yg sampai kepadanya akan dilanjutkan lagi . Dilanjutkan kepada Tuhan. Bukankah doa itu sudah bertemu tujuannya yaitu Yesus?

    Menemukan Tuhan melalui Yesus, jika Yesus itulah Tuhan kenapa harus ada kata melalui? Bukankah itu berarti Yesus itu hanyalah seorg Rasul yg menjadi perantara bagi manusia utk berhubungan kepada Tuhannya?

    • penuai said,

      Terimakasih buat komentarnya mbak…. :)

    • parhobass said,

      Nama Anda dipanggil,
      kalau panca indera tidak berfungsi, tentu Anda tidak akan dapat mengerti panggilan itu… hanya melalui pancaindera itulah Anda dapat mengerti,
      analogi ini bisa membantu
      hanya melalui YESUS-lah segala sesuatu ada, dan hanya melalui DIA pulalah semua sampai ke BAPA.

  2. nu said,

    masih bingung dan bertanya-tanya…kenapa pertanyaan ini tak berjawab juga

    • penuai said,

      Pertanyaan anda sebenarnya sudah terjawab, semua isi di blog ini dan isi Injil sudah menjelaskannya masalahnya hanya anda tidak memahami rencana dan hikmat Tuhan. Itu saja. Saya pikir, bagaimanapun cara saya menjelaskannya, anda tidak akan pernah paham. Jadi saran saya, kalau memang anda tertarik kepada Yesus…silahkan, anda bina hubungan pribadi dengan Tuhan, cari sampai dapat…..panggillah nama Yesus. Biarlah Tuhan Yesus sendiri yang menjelaskan kepada anda siapa diriNya.
      Sebenarnya sangat gampang untuk mengenal siapa Tuhan yang sebenarnya. Caranya, tinggal panggil nama Tuhan saja, kalau memang Tuhan Yesus menjawab anda, maka…silahkan jangan keraskan hatimu, tetapi jika memang apa yang anda yakini yang menjawab anda…silahkan ikuti iman yang anda percayai.

      Tidak ada gunanya memperdebatkan Tuhan.

      Terimakasih.

      • nu said,

        Terimakasih jawabannya Mas penuai.
        Memang tak ada gunanya memperdebatkan Tuhan.
        Maaf saya baru saja menengok balik ke sini.

        tetapi jika memang apa yang anda yakini yang menjawab anda…silahkan ikuti iman yang anda percayai.

        saya setuju yang ini, Mas. :) setiap hati punya rasa cinta kepada imannya. Allah yang membimbing. Allah Yang Maha Tahu segala isi hati. Allah yang akan menerangi setiap hati yang dikehendakinya.

      • ryan said,

        Tidak kah kamu mengerti yang dimaksudkan TUhan Yesus, dialah jalan dan kebenaran akan hidup, barangsiapa hidup dan percaya kepadanya maka kalian akan beroleh hidup yang kekal,sebab Yesus adalah anak Allah,dan Allah hanya percaya kepada Yesus anaknya agar para manusia didunia tahu bahwa Yesus juga adalah Allah, dan yang perlu kita ketahui adalah….anak Allah tidak bisa mAti sebab DIa adalah Hidup,dibuktikannya perbedaan anatara Yesus dan para rasul-rasul sebelumnya..bahwa setelah Yesus disalibkan Dia bangkit kembali,dan sebelum disalibkan Dia telah menyatakankan akan kebangkitannya….

  3. wawan said,

    kenapa sumber dari firman firman tidak memakai bahasa aslinya terus artinya dalam bahasa indonesia atau bahasa lain

    • penuai said,

      Manusia memiliki pikiran dan pengetahuan yang terbatas, tidak ada bedanya mau pake bahasa asli atau bahasa terjemahan. Yang penting adalah Tuhan Yesus telah berjanji mengirimkan Roh Kudus yang akan berdiam dalam diri orang-orang percaya. Rooh Kuduslah yang akan membimbing manusia dalam seluruh kebenaran tentang Firman Tuhan. Sebab, manusia adalah mahluk yang terbatas yang memiliki pehaman dan hikmat yang dangkal dalam mengerti firman Tuhan.

    • regi said,

      memakai bahsa indonesia dan bahasa lain menurtut saya supaya mudah di mengerti.. memang terkadang artinya pun bisa sedikit berubah walau intinya sama apa lagi mengingat dalam bahasa indonesia pun terkadang ada beberapa kelemahan..
      maka dari itu sejauh yang saya tau para pembimbing agama terkadang mendalami alkitab dalam berbahasa lain seperti inggris bahkan.. bahasa aslinya atau bahasa yang pada zaman itu digunakan..

  4. parhobass said,

    tulisan yang bagus saudara penuai…

    kiranya diberkati TUHAN selalu

  5. Papeda said,

    Amin! Selamat Tahun Baru 1 Januari 2009 – Tuhan Yesus Selalu Berserta Kita.

  6. Rony said,

    Begini saudara. Bangsa yahudi mengenal satu Tuhan, yang bernama YAHWEH. Mereka memanggil Tuhan dengan Bapa.
    Di dalam kitab Yesaya, dan kitab para nabi lainnya, Yahweh Elohim menjanjikan akan ada seorang juru selamat, seorang Raja dari keturunan Daud yang kerajaannya tidak berkesudahan dan yang terpenting, Tuhan menyebut juruselamat (messias) itu dengan nama ‘Keselamatan Yang daripada-KU’.
    Kata Yeshua (yesus). Dalam bahasa Ibrani berarti Yahweh menyelamatkan.
    Penjelasan selanjutnya, jika dengan iman kita berkata, yesus anak daud, yesus anak Tuhan.
    Maka kita telah mengakui bahwa Yesus adalah messias ( kristus), dan Yesus adalah Tuhan itu sendiri.
    Karena di dalam kitab Yesaya, dikatakan messias adalah Tangan Kanan Yahweh Elohim sendiri. (Benar2 tangan)
    Dalam kitab Roma dikatakan, sembuhkanlah mereka dengan Tangan Kanan Mu.
    Ada orang buta yang disembuhkan karena memanggil Yesus anak daud, dan ada orang yang disembuhkan karena memanggill Yesus anak Tuhan.
    Yang paling penting saudara, Yesus telah meminum cawan murka Tuhan atas dunia karena dosa dan pelanggaran mereka dengan mati di atas kayu salib.
    Dunia dapat dijadikan oleh Tuhan dengan berfirman saja, tetapi dosa tidak dapat dihapus begitu saja.
    Karena Tuhan pernah berkata, Upah dosa adalah Maut. Jadi agara Dia yang kudus tidak melanggar kekudusannya sendiri, Tuhan sendiri harus turun ke dunia dan mati di kayu salib.
    Untuk membuktikan 2 hal, bahwa Tuhan menepati janjinya tentang keselamatan, dan bahwa Dia adalah Tuhan dengan cara bankit pada hari yang ketiga sebagai yang pertama dari antara orang mati.
    Untuk menciptakan dunia Tuhan sanggup, masa hanya untuk menjadi manusi Dia tidak sanggup?
    Karena itu alkitab mencatat, Yesus mati di atas kayu salib bukan hanya untuk menebus dosa, tetapi karena “Begitu besar Kasih Bapa akan dunia ini sehingga Dia menganugerahkan anak-Nya yang tunggal bagi kita”
    Jika hal ini masih juga belum membuka hatimu saudara, saya akan memberi perumpamaan yang bukan dari surga tetapi dari dunia.
    Contoh, jika kita mau meminta pinjaman ke BCA, kita harus berjumpa bukan dengan BCA nya, tetapi dengan kepala cabangnya. Itu sama saja kepala cabang itu dapat berkata, “Engkau tidak dapat berjumpa dengan BCA kalau tidak melalui Aku, akulah jalan,kebenaran, dan kehidupan usaha mu.”
    Begitu juga dengan Yesus, karena. Dia adalah Bapa sendiri, tentu saja tidak ada orang yang akan sampai kepada bapa tanpa yesus. Amin
    Salam sejahtera. Redaksi, boleh saya menulis di Blog anda?

    • parhobass said,

      Yesaya 40:3 Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

      menurut Anda gimana?

  7. yanno said,

    @ Penuai ,

    kalau mau menafsirkan kitab sebaiknya anda memakai methode ayt menerangkan ayt atau satu ayat menjelaskan ayat yg lain .

    Yoh 14 : 6

    Adalah pengakuan yg sangat tegas dari Jesus bahwa sesungguhnya ia hanyalah berperan sebagai jalan ( hidup ) , artinya jalan adalah sarana untuk mencapai TUJUAN ( Allah ) dan tiddak seorang pun dapat sampai kpd Allah tanpa melalui dia , mari kita lihat ref orang yg dimaksud ayat ini :

    Matius 15 : 24 dan kisah 5 : 31 artinya org yg dimaksud menurut ayat tsb adalah org Israel yg terdiri dari 12 suku bangsa , faktanya ialah Jesus telah memilih 12 orang murid utk mewakili beliau bagi umat Israel ( anak turunan Yakub ) .

    Yang jadi pertanyaan bagaimanakah wujud dan bentuk jalan yg hidup itu ?

    sesungguhnya jalan yg dimaksud oleh ayt diatas adalah INJIL kemudian diexspresikan lewat tinddakan nyata Jesus ( Yoh 14 : 12 ) maka injil itu menjadi hidup dgn kata lain aktif hakekat yg sama dapat juga berlaku bagi gelar Jesus yg lain seperti roti yg hidup dan firman yg hidup ( aL KITAB YG DI LAKSANAKAN ) .

    Apakah ada JALAN yg kemudian menjelma menjadi TUJUAN ?

    Hanya anak-anak jalanan yg tidak tahu arah dan tujuan saja yg menjadikan jalan sebagai tujuan .

    kaum gelandangan terlunta-lunta tanpa arah dan tujuan hingga ia menjadikan jalan sebagai tujuannya .

    kaum hepies yg sdh tdk athu lagi kemana tujuannya hknnga ia menjadikan jalan sebagai tujuannya yg baru .

  8. yanno said,

    @Parhobass ,

    Bumi ini dibandingkan dgn alam semesta maka ia seperti debu yg terserak dijagad raya .
    manusia dibandingkan dgn bumi ibarat kutu yg merayap diatas bumi .

    Tuhan itu penguasa alam semesta , bagaimana mungkin Dia menjadikan padang gurun dibumi sebagai jalan , makanya nb Sulaiman menyatakan mana mungkin akan membjuat bait ( rumah ) Allah sebab langit sebagai tahtanya dan bumi sebagai pijakan Nya ( maha besar ) .

    ketika nb Musa mau melihat Tuhan maka ia jatuh pinsan tak sadarkan diri lalu setelah ia siuman tersungkurlah dia sujud memohon ampun sebagai makhluk yg lemah dgn hanya mengandalkan dua biji mata sdh mau melihat dzat Allah yg maha suci hingga bukit tursian terangkat dari tempatnya ( perjanjian ) sebagai bukti bhw Allah itu bukanlah sesuatu yg dapat disifatkan oleh manusia , sebab tidaklah makhluk dapat mengukur sang khalik / pencipta .

    • parhobass said,

      @yanno,

      saya tidak terlalu paham kenapa Anda berkata2 begitu kepada saya, tetapi tidak apa2…

      begini:
      saya takut kalau membatasi Kuasa TUHAN,…Kita mengaku Ia Maha KUASA, tetapi kita ,manusia, yang kata Anda sendiri lemah, koq berani2nya membatasi YANG MAHA KUASA.

      Yang saya tahu batasan TUHAN adalah,, tidak mungkin IA berdosa…
      dan TUHAN tidak berdosa kalau IA berkuasa menjadi Manusia….
      Manusia macam apa? nah itulah yang harus dipelajari dari YESUS.

  9. Fajar Indrawan said,

    Yesus itu cuma manusia biasa, gak lebih dari seorang utusan Tuhan kepada umat manusia, Tuhan Maha Suci, Maha 1, Dia tiada beranak dan tidak juga di peranakan

    • penuai said,

      Yesus itu cuma manusia biasa, gak lebih dari seorang utusan Tuhan kepada umat manusia
      Terimakasih mas Fajar buat komentarnya. Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda megenai siapa Yesus, terserah masing-masing orang. Tetapi saran saya, sebelum anda mengambil keputusan tentang Yesus, lebih baik anda mengenali Yesus lebih dekat. Keputusan anda tentang Yesus akan menentukan masa depan anda, dan tempat anda di masa depan apakah di Surga atau Neraka. Sebab, yang punya Surga itu TUHAN Yesus.

      Yesus berkata: “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada..” (Yoh 14:2,3)

      Adakah pernah seorang malaikat, nabi, rasul atau awam yang memperlakukan surga dan bumi seperti ruang tamu dan dapur di rumah miliknya dimana dia bisa bolak-balik seenaknya dan membawa kesitu siapaun yang diingininya? Jika tidak pernah ada, menurut anda siapakah Yesus sebenarnya?

      Apa pun pendapat anda tentang Yesus, Dia akan segera datang. Siapkah Anda?

      Tuhan Maha Suci
      Yup, setuju. Itulah sebabnya tidak ada satupun manusia yang bisa menemui TUHAN dan bisa masuk ke Surga. Karena manusia, anda dan saya tidak suci alias kotor. Mungkin anda orang baik, tapi ingat anda bukan orang suci. Yang bisa menemui TUHAN haruslah suci karena TUHAN itu suci. Lalu…bagaimana caranya supaya manusia itu menjadi suci ??, Gampang, Yesus sudah membayar lunas harga Kesucian di kayu salib, tinggal keputusan anda saja mau terima atau tidak.

      Maha 1, Dia tiada beranak dan tidak juga di peranakan
      Mas Fajar, yang bilang Tuhan itu 2 atau 3 siapa ???, yang bilang Tuhan itu beranak siapa ????, yang bilang Tuhan itu diperanakkan siapa ????

      Terimakasih Mas Fajar atas komentarnya, mudah-muudahan bisa membantu. Untuk Informasi mengenai konsep penebusan, siapa TUHAN Yesus, anda bisa membaca artikel di blog ini yang memiliki tema keselamatan.

      Saya minta maaf kalau saya ada salah kata.
      GBU

      • Chiz said,

        yg disebutkan penuai maksudnya :
        analoginya begini ….seperti kita misalnya namanya si A,,,Si A punya tubuh,jiwa dan Roh,,,tubuhnya namanya si A,,jiwanya namanya nya juga si A,,Rohnya jg namanya si A,,,begitu pula dengan Tuhan tritunggal,,,ALLAH BAPA,TUhan YESUS dan ROH KUdus,.,,,,Jbu

  10. kay said,

    thanks…. JbU…… mungkin harus banyak penulisan tentang perbandingan…. perbandingan kebenaran… entah itu ALKITAB vs kitab2.. atau YESUS KRISTUS dengan mereka semua yang mencari keselamatan padanya setelah sadar “dead line”…..

  11. rony said,

    Hallo Andreas.

    Masak sih anda menghakimi karena hal seperti itu?

    Orang kan menulis email bisa macam2. Kadang di jalan, kadang lewat blackberry.
    :), salam kenal.

    Numpang tanya, anda Andreas Melkisedek?
    Saya jemaat anda

  12. why said,

    Shalom

    Saya sebetulnya sudah sangat malas menjelaskan kepada anda. Karena tidak berguna bagi orang yang sudah mengerti sama sekali penjelasan saya.

    Jadi penjelasan ini saya buat khusus buat anda, dengan harapan, mata anda dibukakan dan tidak ditutupi selaput terus menerus.

    MATIUS 22:
    41 Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
    42 “Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?” Kata mereka kepada-Nya: “Anak Daud.”
    43 Kata-Nya kepada mereka: “Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
    44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
    45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?

    Orang2 farisi itu persis seperti anda. Anda tau siapa orang farisi? Orang yang belajar kitab torah, melihat, mendengar tapi tidak mengerti. Dan mereka ‎​βϋκαη orang Yahudi. Berbeda dengan ahli-2 taurat.

    Orang seperti inilah yang sedang dicelah Yesus, dan ‎​βϋκαη murid2nya.

    Jadi dengan kata lain, ayat itu special Tuhan buat untuk anda.

    Mereka pada saat itu berpikir, ini pikiran mereka. Bahwa jika Yesus adalah Messias, berarti dia manusia. Karena Messias adalah anak Daud.

    Sama seperti anda ‎​βϋκαη?

    Karena itu, Yesus berkata kalau Messias anak Daud, koq Daud menyebut Dia Tuan nya? (Lord)

    Sama seperti anda kan? Anda berkata koq bisa-2nya Yesus disebut Tuhan, wong Dia manusia.

    Karena itu Yesus membantah perkataan mereka. Nah mulai dari sini penjelasannya panjang, makanya tadinya saya tidak ♏åooº komentar,…

    Untuk singkatnya begini.

    Pada kitab Mazmur, Daud menulis bahwa Messias adalah Tuannya. Sedangkan di dalam kitab raja-raja, Tuhan berkata bahwa keturunan Daud akan memerintah selamanya.

    Jadi yang menyatakan bahwa Messias adalah anak Daud, adalah kitab raja-raja.

    Nah Ahli-2 Taurat dan orang Farisi taunya, Messias adalah anak Daud.

    Yesus lahir dari keluarga yang memang keturunan Daud, karena Yusuf keturunan Daud. Tetapi Yesus ‎​βϋκαη dari benih Yusuf. Jadi Yesus menggenapi 2 hal penting dalam kelahiran-Nya, bahwa Dia memang lahir dalam keluarga Daud sehingga layak menyandang gelar anak Daud. Dan Dia juga adalah anak Tuhan sendiri, karena Roh Tuhan ada pada Dia.

    Nah mengenai hal ini dibahas kapan2 ya, daripada anda tambah pusinh, koq Tuhan bisa beranak? Tapi supaya gampangnya, begini, seorang dukun akan lebih mengerti siapa Yesus daripada anda. Karena dukun sering memnindahkan roh seseorang ke dalam botol atau binatang. Karena itu jika seseorang memiliki Roh Tuhan (Ruah ha Kodesh) di dalam dirinya, maka berarti Tuhan beserta Dia (Immanuel) dan berarti pula Dia adalah Tuhan sendiri. Karena Tuhan tidak akan memberikan Roh Nya kepada siapapun juga.

    Dengan menanyakan ayat diatas, maka Yesus telah membungkam mulut para ahli Taurat. Bagaimana dengan anda?

  13. why said,

    Shalom,

    Maaf ya mas, ini email saya yang terakhir untuk topik ini.

    Israel dan Yahudi itu berbeda.

    Dan tentang ayat,

    Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

    Anda salah cara bacanya…

    Harusnya bacanya begini,

    Sebab banyak orang (many man) akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: “Akulah (those man) Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.”

    Atau dalam terjemahan bahasa Inggris,

    “For many will come in My Name, saying, I am the Christ, and will deceive many.

    (Banyak orang akan datang dalam nama-Ku, dan mereka akan menyebut diri mereka Kristus, dan akan menyesatkan banyak orang).

    Shalom, Tuhan Yesus memberkati.
    Yang tekun ya, nanti juga anda dapat mengerti jika Roh Tuhan ada padamu.

    Tentang “…bukan semua orang yang memanggil-Ku Tuhan…”
    Itu juga cara baca anda yang salah.

    Harusnya bacanya begini, udah panggil Yesus Tuhan aja bisa Ϟƍαќ selamat, apalagi yang belum tau siapa Yesus.

Comments are closed.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: