Konseling Dunia Roh

Saya berasal dari suku yang mengikuti keturunan dari garis ayah. Dan yang seperti Bapak ketahui suku-suku di Indonesia masih banyak yang terlibat khusunya dalam hal okultisme. Itu tidak terkecuali bagi suku kami. Bahkan sangat kuat sekali mengikat pola kehidupan masyarakatnya. Seperti halnya melakukan upacara besar-besaran untuk menggali kuburan leluhur kemudian memindahkannya ke kuburan yang lebih pantas dihuni oleh manusia.

Maksudnya kuburan lebih mewah daripada rumah untuk dihuni manusia. Dan yang lebih fatal lagi, okultisme ini juga mengikat keluarga kami. Karena ibu saya juga seorang dukun, yang menurut cerita dihinggapi oleh roh leluhur kami. Dn berhubung ibu saya ada keahlian seperti dukun lain : yaitu mengobati orang sakit, membuat penjaga badan dan lain-lain yang berhubungan dengan pekerjaan dukun. Dan kami sekeluargapun sepertinya telah diikat oleh okultisme dari ibu saya tersebut. Seperti halnya meminum air perasan jeruk purut. Ini terjadi ketika kami masih kecil. Sehingga kami tidak tahu bahwa apa yang kami perbuat tersebut adalah salah di mata Tuhan. Lebih parahnya lagi ayah saya tak pernah pergi kerja sebelum minta penjaga badan dari ibu saya. Itu dikarenakan tempat ayah saya mengajar adalah di lingkungan  suku yang ilmu guna-gunanya lebih hebat dari suku kami. Samapi ayah saya meninggal  ia terus minta penjaga badan dari ibu sya.

Dan saya jadi terpikir apakah ayah saya meninggal karena keterlibatan dalam okultisme tersebut ? Sebenarnya sejak SMU saya sudah banyak terlibat dalam pelayanan siswa. Tapi saya baru memamhami bahayanya okultisme itu semenjak membaca buku-buku yang Bapak karang.

Semenjak ayah meninggal, ibu saya seperti kehilangan pegangan. Ibu saya senangnya hanya melakukan gossip dengan tetangga, melakukan berbagai tindakan penipuan yang ditopengi oleh kegiatan okultisme tersebut. Dan karena Tuhan itu memang maha adil, maka semua kegiatan ibu saya yang menyalahi hukum Tuhan tersebut terbongkar semua.

Dengan terbongkarnya kasus tersebut, diketahui bahwa ibu saya berhutang kurang lebih sepuluh juta. Memang tidak seberapa buat orang-orang yang mampu. Namun sangat berat buat orang-orang yang sederhana sepertii kami yang hanya mengandalkan pension yang ditinggalkan oleh ayah saya. Tujuan peniuan itu dilakukan ibu saya adalah untuk menutupi biaya kuliah kami, tiga orang anak.

Sebelumnya kami sudah mengingatkan agar ibu bekerja tekun dan halal dalam hal mebiayai kami. Namun beliau tidak menggubrisnya bahkan hanya mengandalkan perdukunannya. Memang, ibu pernah bekerja semacam industri rumah tangga di kampung kami. Sayangnya kurang mendapat kepercayaan karean ibu saya juga melakukan penipuan terhadap majikan tempat dia bekerja.

Jalan terakhir untuk menutupi hutang dan biaya kuliah kami maka kami sekeluarga sepakat untuk menjual rumah kami. Yang ditaksir harganya  sekitar tujuh puluh juta. Namun hingga sekarang belum ada peminat yang membeli rumah tersebut. Dan untuk menarik pembeli ibu sudah terlebih dahulu mengandalkan kekuatan dukun.

Yah, karena keadilan Tuhan pembeli tersebut tidak ada sampai sekarang. Karena tidak ada kesatuan antara kami dan ibu untuk meminta pertolongan Tuhan dalam hal menjual rumah tersebut. Bahkan saya sering bertengkar dengan ibu saya agar dia tidak perlu lagi mengandalkan perdukunan tersebut. Dan ibu saya menjawab bahwa ia tidak bisa dipisahkan lagi dari hal tersebut karena sudah mendarah daging. Karena sering bertengkar saya malas pulang kampung.

Saya kuliah di kota lain. Jadi setiap bulan seharunya pulang kampung untuk meminta biaya bulanan. Karena malsa pulang ibu saya selalu mentransfer uang melalui rekening bank yang sudah yakin itu pasti hasil utang atau penipuan lain yang dilakukan oleh ibu saya. Sekarang saya sedang bingung dan pusing. Saya berniat berhenti kuliah tapi tanggung. Karena saya sudah duduk di semester VIII. Dan memang tidak diizinkan untuk berhenti kuliah oleh ibu saya.

Dan kadang saya berdoa hanya memohonkan kepasrahan pada Tuhan agar kehendakNya saja yang jadi. Sepertinya saya ini hanya boneka yang rela diperlakukan apapun yang Tuhan kehendaki bagi saya. Sebenanya cerita ini belum lengkap. Namun yang pasti saya minta didoakan agar ibu saya lepas dari kuasa okultisme tersebut. Yang lain-lainnya pasti Tuhan tambahkan bilakita melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan. Atas perhatian Bapak kepada saya, saya ucapkan banyak terimakasih.

Jawab :

Ini adalah satu contoh dari ribuan kasus penderitaan keluarga yang terlibat okultisme. Ingat, setan tidak pernah memberikan gratis, karena setan tidak memiliki apa-apa. Pada saat jatuh temponya, maka setan akan mengambil semua berkat palsunya dan meninggalkan kita pada jurang penderitaan yang lebih dalam.

Semakin parah suatu penyakit, maka waktu pemulihannya pun pasti lebih lama. Tuhan pasti memulihkan asal kita benar-benar berharap kepadaNya dan membeiarkan Ia seperti dokter yang mengoperasi kita. Artinya, akit. Apa akibatnya kalau sehabis dioperasi kita tidak mau mengkuti pantangan ? Tambah sakit parah. Bukan hanya doa yang anda butuhkan tetapi komitmen untuk memperbaiki segala kerusakan yang timbul sejak lama.

Mari berdoa syafaat bersama,

Tuhan, kami mempertahankan jiwa ibu kami yang tercinta di hadapanMu. Kami tidak izinkan iblis mencuri jiwanya. Lakukanlah apa yang Engkau perlu lakukan untuk membuat ibu kami bertobat dan kembali kepadaMu. Kami percaya FirmanMu bahwa Engkau turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang berkenan kepadaMu yaitu orang yang mengasihi engkau. Kami mengasihi Engkau. Kami mengasihi ibu kami. Dan kami percaya engaku mengasihi ibu kami. Dengan ini kami mohon dengan sungguh-sungguh: selamatkanlah ibu kami, Tuhan bagaimanapun caranya. Dlam nama Tuhan Yesus kami menyampaikan keinginan ini dan kami percaya yang kami minta di dalam namaMu akan Engkau kabulkan. Amin!

Lakukanlah doa syfaat dan doa peperangan rohani setiap hari :

Dalam nama Yesus, kami memanggil jiwa ibu kami untuk kembali kepda Tuhan. Ada tertulis, apa yang kami ikat di bumi akan terikat di sorga. Sekarang kami ikat segala pekerjaan iblis yang menawan ibu. Iblis, kau tidak punya hak atas ibu karena ibu kami diciptakan oleh Tuhan. Kami perintahkan kepda iblis untuk membebaskan ibu sekarang juga. Tuhan menghardik engkau iblis, enyahlah dalam nama Yesus!