Konseling Dunia Roh

Pada salah satu artikel di majalah-majalah dikatakan bahwa sebelum Tuhan Yesus menjadi manusia , semua nabi-nabi yang mati kecuali Henokh, Musa dan Elia turun ke dunia orang mati. Sehingga di artikel itu mengatakan bahwa roh Samuel yang dipanggil oleh Saul merupakan roh yang sebenarnya. Dan setelah Tuhan Yesus disalibkan , dan setelah tirai Bait Suci terbelah dua, banyak orang-orang kudus yang bangkit dari kuburnya (Matius 27:51-53). Jadi, dikatakan di artikel itu (yang sebaiknya and abaca jika keterangan saya kurang jelas), bahwa sebelum Yesus menang atas maut, semua nabi-nabi di tahan di dunia orang mati.

Dan peritiwa nabi Yosua yang dibela oleh malaikat dari iblis dengan berkata : “dia adalah puntung yang diambil dari api” sepertinya juga mendukung teori ini. Jika dibandingkan dengan kesaksian anda pada buku DUNIA ROH seharusnya teori ini salah. Tetapi saya heran, meskipun nubutan “roh Samuel” itu tidak terjadi sepenuhnya, mungkin itu terjadi karena kasih Allah, lagipula Saul itu dipilih sendiri oleh Allah, meskipun akhirnya ia menjadi tidak taat. Manakah dari dua hal ini yang benar ?

Jawab :

Itu teori tentang masa lalu. Kalau  mau jelasnya, ya anda baca Alkitab sendiri. Pasti Roh Kudus akan menuntun anda dalam pengertianNya. Kalaupun anda akhirnya mendapat pengertian baru dengan iman, itu lebih baik daripada menerima kebenaran dengan setengah hati. Betul’kan?

Tapi yang penting di masa kini, saya dan majalah itu sama-sama sepakat, bahwa kita tidak boleh berhubungan dengan arwah. Alasannya berbeda-beda tetapi kesimpulannya sama’kan ? beres.

Mengenai malaikat-malaikat yang dilemparkan ke bumi serta perubahan bentuk mereka dapat dibaca di buku mengenai kesaksian seseorang dari Afrika. Saya pikir orang yang mengatakan bahwa malaikat yang jatuh ada yang menjadi pohon, saya kita tidak sepenuhnya salah.

Kesaksian yang diberikan di buku itu hampir sama dengan kesaksian yang anda tulis di buku-buku anda, hanya saja sepertinya dia pernah berkecimpung dalam okultisme secara lebih dalam. Yang ingin saya tanyakan adalah darimana gereja mengetahui nama pemimpin malaikat yang jatuh itu adlah tante “Lucifer”?

Jawab :

Setiap orang boleh memiliki kesaksiannya masing-masing. Soal tinggi atau tidaknya ilmunya, saya tidak bisa berkomentar, sebab setiap negar memiliki tingkatan ilmunya masing-masing. Para penganut kebatinan sendiri yang paling tahu soal saja tidak berani secara lancang siapa yang paling tinggi tingkatan ilmunya sebelum bertarung langsung. Itulah cara membuktikan tingkatan ilmunya. Tapi yang jelas berapapun tinggi ilmunya tetap saja kalah dengan Yesus, betul saudara ?

Teman saya itu bukan penganut okultisme sama sekali. Tidak punya pengalaman dalam hal okultisme. Dan ia bukannya bersaksi di mimbar, hanya berpendapat di meja makan. Jadi soal benar atau tidaknya, saya pikir tidak masalah.

Masalahnya, kita sedang memperbandingkan sesuatu yang tidak imbang. Maksud saya apakah anda tahu siapa penulis bukunya ? Orangnya seperti apa ? Melayani dimana sekarang ? Masih hidup atau sudah meninggal ? jadinya siapa yang bisa mempertanggungjawabkan kebenarannya ? kalau buku ditulis oleh penulis yang tidak jelas sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan, ya semua juga bisa membuatnya. Anda juga bisa kok.

Itulah sebabnya saya memikirkan untuk mempertanggungjawabkan buku dan pelayanan saya sajalah, daripada mengurusi buku orang lain yang penulisnya saja tidak jelas identitasnya.

Nah, soal nama iblis siapa yang memberi nama, sudah dibahas di buku-buku rohani lainnya kok. Lagipula mau namanya siap kek, Luci-el (seperti penafsiran lain), atau siapapun, setan tetap setan. Itukan yang penting untuk diketahui ? Dan yang lebih penting lagi, setan bernama atau bermarga apapun tetap kalah dengan nama Yesus.