Konseling Dunia Roh

Mengenai film-film seperti Harry Potter dan sejenisnya, bukankah jika kita hanya menganggapnya sebagai hiburan dan tidak menganggapnya serius tidak akan terjadi apapun selama kita tetap beriman kepada Tuhan dan tidak menganggap remeh okultisme ? Saya saja ketika menonton film “Jelangkung” di bioskop, saya malah tersenyum bahkan ingin tertawa ketika semua orang menjerit-jerit ketakutan. Bukan berarti saya orang gila lho! Tapi karena dandanan hantu anank kecilnya lucu dibedaki sampai putih begitu. Menurut saya bahaya pada film-film tersebut hanya pada orang-orang, terutama anak-anak, yang setelah menontonnya menganggapnya dengan sangat serius. Menurut anda, apakah bagi orang-orang seperti saya film itu aman-aman saja ditonton atau tetap harus dijauhi?

Jawab :

Terus terang ini tidak menyangkut soal pribadi saja. Anda boleh saja kuat iman terhapda pengaruh film ini, tetapi orang lain belum tentu. Anda mungkin tidak ikut memantau meningkatnya keterlibatan orang-orang terhadap okultisme yang berbanding lurus dengan penayangan okultisme di media yang bersembunyi di balik dalih “hanya hiburan” Tapi DRM menyaksikan kasus okultisme yang signifikan meningkat. Sebab media ini seakan-akan memberitakan propaganda tentang setan kepad aberbagai jenis intelektual masyarakat. Saya bilang ini penginjilan ala neraka. Memang yang mengertii Firman Tuhan atau beriman kepada Tuhan menganggapnya hiburan yang tidak serius dan menolak ide terlibat dengan okultisme. Tetapi jangan lupa, media juga disaksikan oleh pemirsa yang beraneka ragam kadar imannya, mengerti saudara ? Ini juga harus menjadi pertimbangan kita bersama.

Memang keputusan terhadap diri anda adalah hak asasi anda sendiri. Tetapi panggilan saya sebagai penginjil api adalah berusaha sekuat tenaga melindungi jiwa-jiwa  dari segala bentuk pengaruh roh jahat. Saya hanya bisa mengungkapkan fakta dan kebenaran Firman Tuhan. Tidak bisa memaksa. Keputusan terakhir ada di tangan kita, mau memilih berkat atau kutuk ? Kalau seseorang mau memilih berkat, ya pilihlah jalan berkat. Kalau seseorang mau memilih kutuk, ya saya tidak ikut-ikut.

Tapi saya kira saya tidak sendirian. Orang-orang berakal sehat lainnya pun akan mengalami keprihatinan yang sama terhadap tayangan okultisme yang mencapi titik yang di luar ambang batas. Tapi kami hamba-hamba Tuhan hanya bisa berdoa dan memberikan pendapat. Akhirnya Tuhan yang bisa bertindak melalui hokum dan pemerintah. Sebab pemerintah adalah wakil Allah. Kalau kita memaksa masyarakat dengan alasan agama, itu namanya main hakim sendiri.

Pak Daud saya ingin bertanya mengenai “suara Allah” yang Pak Daud dengar. Saya ingin tahu, seperti apakah suara tersebut ? Apakah didengar dari dalam hati atau terdengar seperti suara orang lain, melalui telinga seperti yang dialami Samuel yang mengira itu adalah suara Eli (Samuel 3:1-4).

Jawab :

Untuk dapat mengenal suara seseorang bisa menggunakan teori canggih seperti mengenali decibel, timbre, artikulasi, range, dan sebagainya. Tapi ada cara yang jauh lebih mudah. Yaitu bergaul dengan orang tersebut setiap hari.

Waktu kecil saya diajar kakek-nenek guru saya mengenal suara pedang sedemikian sehingga ketika saya memejamkan mata saja, saya bisa menebak arah pedang. Mengapa ? Bagaimana caranya ? Dengan memusatkan hati, pikiran, perhatian, dan seluruh indra kepada pedang tersebut. Artinya saya disuruh bergaul dengan pedang sampai saya mengenal sifat-sifat pedang.

Demikian pula cara mengenal suara Tuhan. Saya bisa memberikan teori lengkap mengenai tipe suara Tuhan. Tapi itu tidak akan membantu selain menganjurkan anda bergaul lebih dekat dengan Tuhan setiap hari. Maka anda pasti bisa mengenal suara Tuhan secara otomatis sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebab Tuhan menciptakan kita untuk bergaul denganNya.Jadi ini adalah kabar baik bagi kita semua !. anda sendiri bisa mendengar suara Tuhan entah dengan hati maupun dengan telinga menurut kehendak Tuhan. Caranya ? Hiduplah bergaul dengan Allah setiap saat. Bacalah Alkitab lebih banyak. Dengarkan lgu-lagu pujian dan memuji Tuhan lebih banyak. Berdoalah lebih banyak, bukan untuk meminta tetapi untuk berkomunikasi dengan Tuhan seperti anak kepada ayahnya. Semakin anda sungguh-sungguh melakukannya semakin cepat dan jelas anda sendiri akan mendengar suara Roh Kudus. Sebab “mendengar suara Tuhan” bukan untuk dijelaskan tetapi untuk dialami.