MAU MASUK SURGA? TANPA YESUS, MUSTAHIL

Yesus adalah pola ajaran agama yang paling luhur dari semua agama di dunia. Tak satupun dalam ayat atau catatan sejarah, Yesus mengangkat pedang, baik untuk mengancam maupun bertindak dengan kekerasan. Kalau ada pemimpin agama yang memberi teladan bagi para pengikutnya dengan menggunakan pedang, maka itu bukan agama yang sejati. Tak usah heran dengan berbagai kekerasan umat yaang mengaku beragama, percaya kepada Tuhan, tapi pedangnya jalan terus. Konsep agama yang seperti ini, tak boleh disinggung sedikit, tak boleh dihina atau salah ucap, karena kalu hal itu sampai terjadi, pedanglah dan kekerasan yang akan bicara.

Menjalani kehidupan beragama, bukanlah semata-mata tahu seluk beluk perintah Tuhan belaka, akan tetapi bagaimana ajaran-ajaran tersebut dapat hidup dalam diri manusia secara life style. Selama keadaan seperti ini tidak mampu diwujudkan, maka selama itu pula agama yang dianut hanya sebatas ‘isme’.

Terima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi pasti diselamatkan. Selanjutnya? Jawaban dan keputusan ada pada tiap diri manusia itu sendiri. Jika seseorang memang rindu mengalami suatu keselamatan yang kekal, untuk hidup kekal dalam surga, ia hanya punya satu jalan (sekali lagi satu jalan) yakni melalui Yesus Kristus. Mengapa banyak manusia tidak mau percaya kepada Yesus padahal ia juga tahu bahwa roh yang ada dirinya, bukanlah roh yang kelak membawa ia masuk surga? Ia sudah puluhan tahun beragama, tapi sedikitpun tidak pernah merasakan kasih dan damai yang sejati. Harap dingat baik-baik, jika seseorang tetap mengeraskan hatinya untuk tidak mau percaya kepada Yesus Kristus, Alkitab berkata, ia termasuk orang yang memang tidak dipilih Tuhan untuk diselamatkan. Bukankah hal ini mengerikan? Apa kira-kira yang terjadi dalam hidup manusia, jika ia harus masuk ke dalam api neraka yang menyeramkan itu? Sulit membayangkan, karena hukuman seseorang masuk neraka bukan cuma 1 tahun, bukan juga 25 tahun atau 100 tahun. Akan tetapi hukuman yang akan dijalaninya dalam kekekalan.

Pertanyaan berikutnya, “Adakah manusia yang mau dan sanggup hidup dalam penderitaan neraka dalam kekekalan?” Jangankan sanggup, berpikir untuk itupun sudah mendatangkan ketakutan yang amat sangat. Nah, kalau begitu jalan satu-satunya untuk bebas dari perkara seperti itu, tidak lain menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadi. Hingga hari ini, selama berita gembira ini bisa diperdengarkan atau disiarkan, maka itu merupakan suatu tanda bahwa Allah masih memberi kesempatan bagi siapa saja untuk menerima Yesus masuk dalam hatinya. Jangan gengsi! Atau coba berdalih lagi, setiap kali berita ini dibaca atau dikumandangkan, maka itu merupakan suatu kesempatan untuk bertobat. Tidak ada orang yang bisa mengetahui kapan dan bilamana ia akan meninggal, bukankah ada orang yang sudah mengatakan kepada istrinya bahwa sore hari ia akan pulang lebih cepat, tapi apa jadinya? Ternyata saat siang hari, ia justru mengalami kecelakaan dan meninggal dunia seketika itu juga. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan-lah yang menentukan segala-galanya. Kalau Ia sudah ciptakan langit, bumi, laut serta isinya, maka Ia pula yang berhak menentukan siapa-siapa yang kelak masuk surga.

Adalah suatu kebodohan paling besar, jika sudah mengetahui suatu kebenaran yang tidak bisa disangkal, tapi masih menyangkalnya. Selagi ada kesempatan, ambilah keputusan, yang sesuai dengan kehendak Tuhan, maka keputusan itu akan menjadi sarana untuk mencapai keselamatan yang abadi.

Selagi sadar bahwa usia manusia sekarang ini tidak lagi ratusan tahun, malah relatif rendah. Kalaupun bisa mencapai usia 70 atau 80 tahun sudah lebih dari cukup. Sebab usia rata-rata kebanyakan manusia dewasa ini, sekitar 40 hingga 60 tahun. Suatu tingkat usia yang jadi makin pendek. Benarlah yang dikatakan kitab Yakobus, hidup manusia itu seperti uap. Hari ini ada dan besok sudah lenyap, ke mana perginya? Tidak tahu! Jadi, adalah sangat bijak, jika sebagai mahluk ciptaan Tuhan, mau merenungkan semua kata-kata ini. Sekiranya ada tanda atau gerakan dalam hati yang mendorong diri untuk membuka hati bagi Yesus Kristus, jangan abaikan hal itu, karena inilah hari di mana keselamatan tiba! AMIEN!

Pdt. Ronny Mandang

Diambil bebas dari : http://www.fica.org/gkri-karmel/majalah/mau_masuk_surga.htm

7 thoughts on “MAU MASUK SURGA? TANPA YESUS, MUSTAHIL

  1. jo berkata:

    Ahli neraka ko ngomongin surga..
    Nabi yg lain aja yg menjanjikan surga..
    Oh iya.. Nabi kan manusia jg..
    Tp derajatnya lebih tinggi di mata Tuhan..
    Yg lebih tinggi lagi?
    Yah yg Maha Esa..
    Siapa?
    Allah SWT…
    Bearti yg nentuin?
    Ya Allah dong…
    Kan Tuhan yg Maha Esa…
    Yg meerunkan nabi2, untuk membimbing manusia,
    Melakukan kebenaran2 ajaran Allah, supaya masuk surga Allah SWT…
    @penuai: yahh.. Ribet dong.. Nabi kan banyak, apalagi ajarannya..
    Capek… Yg instant aja.. Pokoknya ga pake cing cong, modal percaya aja lgsg masuk sorga bisa ga..
    @gw: hahahaha… Gitu yahh.. Enak dong..
    Habis judi, bunuh, perkosa, mabuk, tp percaya masuk sorga..
    @penuai: gpp… Biar kesannya ga ribet ma plin plan…
    @gw: hahahahaha berak aja lo di celana… Enak amat lo jd manusia?
    Kebanyakan cepirit sih.. Wudhu sono.. Tobat…
    Ups! Udah booking neraka jahanam yahh..
    Selamat!

    • penuai berkata:

      Jawaban Mas Johan terlalu dipaksa-paksakan supaya Kristen tetap dan harus selalu salah.
      Saya sendiri sempat heran dan bingung dengan pendapat Mas Jo terhadap ajaran Kristen, sebab…selama saya jadi pengikut Kristus, saya tidak pernah mendengar bahwa ajaran Kristus yang seperti ini. Baru dengar, itupun dari mas Johan.

      Bingung dechhh, saya ndak pernah dengar klo keselamatan dalam Kristen diperoleh dengan cara Instan. Baru dengar sekarang dari Mas Jo…
      Habis judi, bunuh, perkosa, mabuk, tp percaya masuk sorga..
      Wahhh…ada ajaran yang seperti itu yachh, baru tahu saya….selama saya jadi Kristen ndak ada yang seperti itu.
      Ada juga yang mirip-mirip seperti itu, pernah saya dengar…klo membunuh/bunuh diri atas nama TUHAN bisa langsung masuk surga…tapi setahu sayapun itu bukan dari Kristen.

      Makasih banyak buat komentarnya Mas Jo…
      GBU

  2. jo berkata:

    Lha katanya pointnya harus yakin ma yesus pasti selamat..
    Yah berarti mau ngapa2ain, tp percaya ma yesus, pasti selamat dong..
    Enak kann?? Diselametin manusia..?
    Selamat yahh..

    • penuai berkata:

      Yah berarti mau ngapa2ain, tp percaya ma yesus, pasti selamat dong..
      Sebenarnya jawaban dari pertanyaan Mas Jo sudah ada di artikel-artikel pada blog ini. Tapi Mas Jo, ngotot bahwa pengertian diselamatkan dalan TUHAN Yesus haruslah seperti yang ada di dalam pikirannya. Nahh, looo…???, jadi saya harus gimana lagi, saya kan ndak bisa ngontrol pikiran si Mas Jo harus harus sama dengan apa yang saya pikirkan. Kalau saya jawab secara serius, pasti ditanggapi dengan ejekan, kalau ndak dijawab dengan serius dibilang ngeles.

      Dari cara Mas Jo memberikan komentarpun saya tahu bahwa sebenarnya Mas JO bukan mau bertanya, tetapi sebenarnya mau mengejek. Nahh…jawaban saya buat Mas Jo simpel saja. Kalau memang anda tidak percaya, ya sudah…..ndak usah percaya…anda tidak pernah dipaksa untuk percaya.
      Anda mau percaya Yesus itu TUHAN ??, silahkan, TUHAN Yesus ndak untung..
      Anda tidak percaya yesus itu TUHAN ??, silahkan juga, TUHAN Yesus juga ndak rugi.
      Gitu aja kok repottt….???!!!!!

  3. SCAT berkata:

    Ya Allah Swt, Tuhankuu… mengapa dunia ini masih banyak berisi orang2 seperti ini? membenci, mencaci, menyakiti. Berkahi Indonesis ini dengan kabaikan untuk kesejahteraan rakyat semesta… Aamiin…

  4. caty delza berkata:

    saya percaya melalui iman pada Yesus saya bs masuk surga………….biar kata agama lain bilang kristen it bohong,saya percaya injil & perkataan Yesus it benar…

  5. Edward Jacob berkata:

    @ Jo = Memang Betul Kita harus Percaya sama Tuhan dalam melakukan semua perbuatan tapi!! Perbuatan yang gimana dulu, bukan asal perbuatan seperti yang anda bilang tapi, Perbuatan yang Mulia

Komentar ditutup.