MENGUAK FAKTA, APAKAH YESUS MESIAS YANG SAH ??!!!

Apakah ada bukti bahwa Yesus adalah seperti yang Ia klaim?   Bagaimana kita bisa tahu bahwa Yesus bukanlah sejenis penipu atau penyamar?   Coba perhatikan beberapa penyamar terkenal dan lihat apakah gelar penipu itu cocok untuk Yesus, atau apakah ada bukti yang mendukung pernyataan-Nya.

Ferdinand Waldo Demara Jr digelar sebagai penyamar ulung.  Demara memiliki identiras palsu sebagai ahli psikologi, dosen, ketua jurusan sebuah perguruan, guru sekolah, dan kepala penjara.   Ia malah melakukan pembedahan sebagai dokter palsu.

Sebagian orang malah mengakui bahwa Frank Abagnale adalah penyamar yang lebih ulung lagi.   Di antara umur 16 dan 21 tahun, Abagnale adalah salah satu dari artis palsu yang paling sukses di dunia.   Ia mencairkan 2,5 juta dollar melalui cek palsu di 50 nataga bagian AS dan di 26 negara asing.  Ia juga meloloskan dirinya sebagai pilot pesawat, pengacara, professor pada sebuah perguruan, dan dokter spesialis anak, sebelum akhirnya ditangkap oleh polisi Perancis.

Jika cerita ini tedengar akrab di telinga anda, maka anda mungkin telah menonton filem tahun 2002, Catch Me If You Can, di mana tokoh Abagnale diperankan oleh Leonardo Di Caprio (yang juga berperan di dalam Titanic).

Apa yang harus dilakukan untuk menunjang peran Abagnale sebagai seorang penipu? Jika Yesus bukan Mesias seperti yang dikatakan-Nya, maka hal ini bukan tandingan Abagnale.  Kita tidak sedang berbicara tentang menipu ribuan orang seperti Abagnale.  Jika Yesus Kristus adalah penipu, Ia telah menipu milyaran orang dan membelokkan jalannya sejarah selama 2000 tahun.

Jadi, apakah mungkin bahwa Yesus adalah Mesias palsu yang membodohi para pakar agama?  Apakah mungkin bahwa Ia diajar oleh kedua orang tuanya atau para mentor yang tidak dikenal untuk menjadi raja yang telah lama dijanjikan dan yang sedang ditunggu-tunggu oleh Israel?

Pada kenyatannya, jika Yesus adalah seorang penyamar, maka Ia bukanlah orang pertama di dalam sejarah Israel yang berdusta dan mengaku diri sebagai Mesias.  Sepanjang abad-abad sebelum dan sesudah kelahiran Yesus, ada banyak pengaku-pengaku Mesias yang bermunculan, hanya untuk menampakaan bahwa mereka semua hanyalah sekedar para penipu sinting.

Nubuatan Ibrani kuno dengan jelas meramalkan tentang munculnya seorang raja masa depan yang akan membawa damai di Israel dan menjadi Juruselamat mereka.  Semacam penantian memenuhi negeri dan menguasai harapan dan aspirasi orang-orang Yahudi.  Dalam suasana seperti yang dimiliki Israel, apakah tidak mungkin ada seseorang yang kurang layak yang telah memajukan diri ke depan atau telah mencocokkan diri sendiri ke dalam cetakan Mesias?  Jawaban untuk pertanyaan ini bergantung pada nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama yang merujuk ke Mesias.

Juru Bicara Allah

Menurut Kitab Suci, Allah orang Ibrani berbicara kepada umat pilihan-Nya melalui para nabi, yaitu pria dan wanita yang secara khusus disiapkan untuk Allah dan yang menjadi bagian atau tidak menjadi bagian di dalam pembentukan religius.  Sebagian dari pesan-pesan para nabi dalah untuk waktu sekarang, dan sebagian untuk masa depan.  Fungsi para nabi adalah untuk untuk menyampaikan pernyataan-pernyatan dan penyingkapan-penyingkapan dari Allah.

Secara umum, mejadi seorang nabi adalah seperti pada pabrik pengepakan daging
di antara penduduk bumi yang sangat penuh dengan risiko.  Walaupun mereka mengatakan yang benar, para nabi bisa terbunuh atau dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak senang pada apa yang mereka sampaikan.  (Sebagian raja benci mendengar berita buruk.)    Menurut cerita sejarah, nabi Yesaya digergaji menjadi dua bagian.

Jadi, coba pertimbangkan dilema yang dihadapi para nabi; mati, jika mereka ternyata keliru dan mati juga, jika mereka benar.  Tidak ada nabi yang benar yang mau menentang Allah, dan tidak ada juga yang mau digergaji menjadi dua bagian.  Karena itu hampir semua nabi menunggu sampai mereka yakin benar bahwa Allah telah berbicara, atau mereka akan tetap berdiam diri.   Raja-raja akan mulai merasa ngeri dan juga jijik ketika mereka berbicara.   Seorang nabi yang benar tidak pernah keliru.

Sekarang pertanyaannya: Bagaimanakah tingkat ketepatan nubuatan nabi-nabi Alkitab jika dibandingkan dengan para peramal sekarang ini?

Para Nabi atau Para Peramal?

Untuk mempertimbangkan apakah ketepatan ramalan-ramalam moderen mendekati ketepatan nubuatan-nubuatan Alkitab, ambil Jean Dixon sebagai bahan perbandingan. Peramal Amerika ini seperti memiliki kemampuan istimewa untuk meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang.  Tetapi, hasil analisa memperlihatkan bahwa reputasinya tidak bisa dijamin.

Sebagai contoh, Dixon mendapat penglihatan bahwa pada tanggal 5 Februari 1962, seoang bayi yang lahir di Tumur Tengah akan memgubah dunia pada tahun 2000.  Pria yang istimewa ini akan menciptakan sebuah agama persatuan di dunia dan membawa perdamaian abadi di dunia.   Ia melihat sebuah salib yang berkembang di atas orang ini, sampai menutupi seluruh bumi.   Menurut Dixon, bayi ini adalah keturunan ratu Mesir kuno, Nefertiti.1 Di manakah orang itu sekarang?  Pernahkah anda melihatnya?   Lalu bagaimana dengan kedamaian abadi di dunia – indah sekali, huh?

Kenyataannya, penelaahan yang mendalam terhadap ramalannya menghasilkan dua hal yang tidak terbantah.   Tingkat ketepatannya sama dengan mengira-mengirakan masa depan, dan kepenuhan ramalannya yang paling digembar-gemborkan ternyata dinubuatkan sedemikan kaburnya sehingga sembarang jumlah dan jenis kejadian-kejadian dapat saja diklaim sebagai pemenuhan ramalannya.

Sampaipun pada nubuatan-nubuatan dari Nostradamus yang sangat luas disebarkan, sudah sering terbukti tidak benar, walaupun diramal dengan sangat samar-samar, sehingga sangat sulit untuk dibantah.2 Sebagai contoh, inlah salah satu ramalan Nostradamus:

“Ambil dewi Bulan, sebab Hari dan Geraknya: seorang pengembara yang bingung dan saksi dari Hukum Allah, di dalam kebangunan bagian besar dari dunia kepada kehendal Allah (Kehendak-Nya)”3

Ramalan ini diklaim sebagai yang berhubungan dengan kematian Puteri Diana. (Anda mungkin berpikir tentang Margaret Tatcher).  Nubuatan seperti ini tidak terdefiniskan, sama seperti melihat bayangan di awan-awan.   Begitupun, sebagian orang memaksa bahwa kejadian ini adalah bukti dari pemenuhan nubuatan Nostradamus.    Sangat mencurigakan tetapi sangat sulit untuk dibantah.

Umumnya, seperti beginilah keberhasilan para peramal.   Ketika “The People’s Almanac” meneliti ramalan dari 25 orang peramal, 92% dari semua ramalan mereka terbukti tidak benar.  Delapan persen sisa dapat dipertanyakan dan dapat dijelaskan sebagai kebetulan atau sebagai hal umum yang diketahui tentang keadaan tertentu.4 Penelitian lain terhadap para peramal terkemuka di dunia, terlihat bahwa tingkat ketepatan ramalan mereka mengambang di sekitar 11%, yang mungkin secara rata-rata tidak terlalu buruk, jika tidak melihat fakta lain bahwa orang melakukan perkiraan acak tentang masa depan, juga memiliki tingkat ketepatan sekitar 11%.   Hal ini tidak dapat digunakan untuk membantah semua ramalam masa depan, tetapi hal ini menjelaskan mengapa peramal tidak pernah menang loterei.

Sepertinya, perbedaan antara para peramal dengan para nabi lebih pada siapa mereka dan bukan pada ketepatan mereka.   Para nabi memberikan pernyataan khusus tentang kejadian-kejadian masa depan di dalam hubungannya dengan kepastian rencana dan tindakan Allah, dengan ketepatan yang tidak tergoyahkan.   Para peramal lebih merupakan tentara bayaran yang meyediakan gambaran samar-samar tentang masa depan bagi pasar yang bersedia membayar layanan mereka.  Mereka menawarkan informasi yang sensasional, tetapi dengan tingkat keberhasilan yang parah.

Nubuatan Keagamaan Dalam Perspektif

Nubuatan bisa lebih bersifat mistik, metafisika, dan jika dapat dikatakan-menyeramkan.  Nubuatan menimbulkan bayang-bayang tentang hal-hal spiritual dan dunia-dunia yang lain.   Di dalam filem Star Wars ada nubuatan tentang seseorang yang akan membawa keseimbangan di dalam pemerintahan.  Filem The Lord of the Rings menyulam tema-tema khayalan di sekitar adegan tentang penyampaian-penyampaian nubuatan.   Tetapi itu semua terdapat di dalam dunia khayalan.

Untuk dunia nyata, dikatakan bahwa seseorang yang tahu tentang sesuatu satu menit sebelumnya akan memerintah dunia.  Coba bayangkan, bahwa Anda tahu tentang kartu yang akan dibagi satu menit sebelumnya pada Trump Casino.  Anda akan menjadi orang terkaya di dunia dan Donald Trump akan menjadi seperti tukan pos.

Tetapi di dalam dunia religius, nubuatan sangat berarti.  Nubuatan menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang berbicara dari Allah atau bukan, sebab hanya Allah yang Mahatahu yang sanggup mengetahui mesa depan.   Di atas dasar inilah nubuatan-nubuatan di dalam Perjanjian Lama menjadi istimewa, sebab hampir semua buku suci terkenal dari agama-agama lain tidak memiliki nubuatan. Sebagai contoh, sementara Buku Mormon dan Weda (Hindu) diklaim sebagai ilham surgawi, dengan tidak bermaksud untuk membenarkan klaim mereka, anda akan sampai pada ucapan, “Ya, itu terdengar seperti sesuatu yang Allah mungkin ucapkan.”

Seorang pakar Alkitab, Wilbur Smith, yang membandingkan nubuatan-nubuatan Alkitab dengan berbagai buku sejarah, menyatakan bahwa, “Alkitab-lah satu-satunya kumpulan buku yang dihasilkan oleh seorang atau beberapa orang, yang di dalamnya terkandung nubuatan-nubuatan yang begit luas untuk berbagai bangsa, untuk Israel, untuk semua orang di Bumi, untuk kota-kota tertentu, dan untuk kedatangan seseorang yang akan menjadi Mesias.”5 Jadi, Alkitab membeberkan claimnya tentang inspirasi atau ilham sedemikain rupa sehingga bisa dibuktikan dan disetujui atau ditolak.

Jika Anda meletakan tingkat keakurasian seperti ini ke dalam hidup keseharian, Anda akan melihat betapa luar biasanya itu.  Sebagai contoh, adalah suatu mujizat jika pada tahun 1910 Anda sudah meramalkan bahwa George Bush akan memenangkan Pemilu 2000.  Bayangkan jika saja Anda juga menyertakan beberapa dari rincian kemenangan Bush berikut ini di dalam ramalan anda;

  • Kandidat dengan suara total terbanyak akan kalah.
  • Semuat TV terkenal akan memgumunkan pemenang mereka tetapi kemudian meralat pernyataan mereka.
  • Satu Negara Bagian (Florida) akan memutar arah pemilu.
  • Pengadilan Tertinggi AS akan harus memutuskan pemenangnya.

Karena semua rincian itu menjadi kenyataan, akan ada gereja-geraja yang diberi nama menurut nama Anda, dan rupa Anda akan menjadi hiasan di atas dashboard.   Tetapi Anda tidak meramalkannya.  Sebagaimana sulitnya (atau mustahilnya) untuk meramalkan urut-urutan peristiwa tersebut pada tahun 1910 dengan tepat, kemungkinan peluang akan jauh lebih sulit lagi untuk Yesus, atau siapapun orang itu, untuk memenuhi semua nubuatan Ibrani untuk Mesias.   Yang dimuat di dalam Perjanjian Lama, dan ditulis ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus, ada 61 buah nubuatan khusus dan sekitar 300 referensi atau catatan tentang Mesias.6

Menurut persyaratan bangsa Ibrani, sebuah nubuatan harus memiliki tingkat ketepatan 100%, dan Mesias Israel yang benar harus memenuhi semua itu atau ia bukan Mesias sama sekali.  Jadi, pertanyaan yang akan mendukung keabsahan Yesus atau menjadikan Yesus sebagai kebohongan dunia yang terbesar adalah, “Apakah Ia cocok dengan dan menggenapi semua nubuatan Perjanjian Lama?”

Berapakah kemungkinannya?

Mari perhatikan dua nubuatan khusus tentang Mesias di dalam Perjanjian Lama.

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Mikha 5:1)

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14)

Sekarang, sebelum mempertimbangkan ke 59 nubuatan yang lain, Anda harus berhenti dan bertanya pada diri sendiri, berapa banyak orang yang memiliki potensi untuk menjadi Mesias di sepanjang sejarah yang lahir dari seorang perawan di Betlehem?  “Hmm..coba saya pikir, ada tetangga saya Grorge, tetapi…tidak, lupakan saja, ia lahir di Brooklyn.”   Di dalam hal menggenapi 61 rincian nubuatan khusus oleh satu orang saja, kita sedang berbicara tentang suatu ketidakmungkinan.

Ketika ilmuan forensik menemukan kecocokan DNA, kemungkinan untuk salah orang sering di bawah satu di antara beberapa milyar (catat bahwa ada juga sedikit penyimpangan).  Kelihatanya kita tidak jauh terpaut dari tingkat kemungkinan ini dengan urutan angka-angka nol, untuk seorang pribadi yang akan menggenapi nubuatan-nubuatan tersebut.

Professor matematika Peter Stoner menugaskan 600 mahasiswa untuk menganalisa soal probabilitas matematis yang menyatakan kemungkinan bagi seseorang untuk memenuhi 8 nubuatan khusus. (Ini tidak sama dengan menentil koin 8 kali berturut-turut dan menghasilkan muka setiap kali).   Pertama, para mahasiswa menghitung kemungkinan bagi seseorang untuk menggenapi semua ketentuan pada satu nubuatan khusus, seperti dikhianati oleh seorang sahabat untuk 30 keping perak.  Kemudian, para mahasiwa membuat perkiraan terbaik tentang kemunkinan untuk menggenapi gabungan kedelapan nubuatan tersebut.

Hasil perhitungan tentang kemungkinan seseorang menggenapi delapan nubuatan adalah (1) satu dari (1021) sepuluh pangkat dua puluh satu.   Untuk mengilustrasikan angka tersebut, Stoner memberikan contoh berikut. “Pertama, selimuti daratan seluruh Bumi dengan dollar perak setinggi 120 feet (» 36,5 m).  Kedua, beri tanda salah satu dollar dan tanamkan secara acak.  Ketiga, suruhlah seseorang menelusuri Bumi dengan mata ditutup untuk mendapatkan dollar yang bertanda dari antara trilyunan keeping dollar yang lain.7

Orang bisa saja melakukan hal-hal yang bisa dipelintir dengan menggunakan angka-angka (khususnya dengan suatu nama belakang seperti itu), sehingga sangat perlu dicatat bahwa pekerjaan Professor Stoner ini diperiksa oleh American Scientific Association, yang menyatakan bahwa, “Analisis matematis….berbasis pada prinsip-prinsip probabilitas yang sepenuhnya kompeten, dan Professor Stoner telah menerapkan prinsip-prinsip ini dengan cara yang tepat dan meyakinkan.”8

Dengan pengantar di atas, coba tambahkan enam perkiraan ke dua perkiraan yang kita diskusikan, untuk mengenapi delapan perkiraannya Professor Stoner:

Nubuatan: Mesias akan muncul dari keturuan Daud

Yeremia 23:5
600 S.M.

Penggenapan: “Yesus … anak Daud …”
Lukas 3:23, 31
4 A.D.
Nubuatan: Mesias akan dikhianati untuk 30 keping perak.
Zakharia 11:13
487 S.M.
Penggenapan: “Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.”
Matius 26:15
30 A.D.
Nubuatan: Tangan dan kaki Mesias akan ditusuk.
Mazmur 22:16
1000 S.M.
Penggenapan: “Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.”
Lukas 23:33
30 A.D.
Nubuatan: Orang akan membuang undi untuk pakaian Mesias.
Mazmur 22:18
1000 S.M.
Penggenapan: “The soldiers … took his robe, but it was seamless, woven in one piece from the top. So they said, ‘Let’s not tear it but throw dice to see who gets it.’ “

“Sesudah prajurit-prajurit itu…. mengambil pakaian-Nya…–dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.”

Yohanes 19:23-24
30 A.D.

Nubuatan: Mesias akan datang dengan mengendarai seekor keledai.
Zakharia 9:9
500 S.M.
Penggenapan: Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya.

Matius 21:7
30 A.D.

Nubuatan: Seorang utusan akan memberitakan tentang Mesias.
Maleakhi 3:1
500 S.M.
Penggenapan: “Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,”

Yohanes 1:26
27 A.D.

Kedelapan nubuatan tentang Mesias yang kita pelajari ini ditulis oleh manusia dari waktu dan tempat yang berbeda-beda, antara 500 sampai 1000 tahun sebelum Yesus lahir.  Dengan demikian, tidak ada kemungkinan kolusi bagi para penulis nubuatan tersebut.  Ini bukanlah sejenis ramalan Nostradamus – “Ketika bulan berubah hijau, kacang putih akan terletak terbungkus di tepi jalan.”

Di Luar Kontrol-Nya

Bayangkan bahwa Anda menang loterei Powerball dengan hanya memiliki satu karcis di antara puluhan juta karcis yang terjual.   Sekarang bayangkan bahwa Anda menang loterei ini sebanyak seratus kali berturut-turut.  Apa yang akan dipikirkan orang?   Betul, “pasti main curang!”

Klaim yang sama – kecurangan, juga dilontarkan para skeptis selama bertahun-tahun terhadap penggenapan nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama oleh Yesus.  Mereka mengakui bahwa Yesus memang menggenapi nubuatan-nubuatan tentang Mesias, tetapi mereka menuduh-Nya telah dengan sengaja menjalani hidup-Nya sedemikian rupa untuk memenuhi nubuatan-nubuatan tersebut.   Sebuah keberatan yang bisa dimengerti, tetapi tidak masuk akal seperti kedengarannya.

Perhatikan sifat dasar dari hanya empat nubuatan berikut ini:

  • Ia adalah keturunan Daud (Yeremia 23:5)
  • Ia akan lahir di Betlehem (Mikha 5:2)
  • Ia akan mengungsi ke Mesir (Hosea 11:1)
  • Ia akan tingal di Nazaret (Yesaya 8:23)

Lalu, apakah yang bisa Yesus lakukan untuk menggenapi nubuatan-nubuatan ini?  Baik Yesus maupun orang-tua-Nya tidak bisa mengatur masalah keturunan-Nya.  Kelahiran-Nya di Betlehem adalah akibat dari sensus Kaisar Agustus.  Pengungsian orang-tua-Nya ke Mesir disebabkan oleh upaya pembunuhan yang dilakukan Herodes. Setelah Herodes mati, maka wajar kalau orang-tua Yesus memutuskan untuk tinggal di Nazaret.

Sekalipun pada masa muda-Nya, Yesus si penyamar (katakanlah begitu) ini membaca nubuatan-nubuatan yang kebetulan digenapi-Nya, lalu memutuskan untuk melihat apakah Ia bisa malanjutkannya untuk menjadikan diri-Nya Mesias (seperti seseorang yang mencoba menembak bulan di dalam permainan kartu Hati), sementara tumpukan kartu akan merupakan susunan yang tidak memungkinkan bagi-Nya.   Pikirkan beberapa faktor yang kita sudah singgung sebelumnya: Sang Mesias akan dihianati untuk 30 keping perak, Ia akan mati disalibkan, dan orang akan membuang undi untuk jubahnya.  Semua nubuatan ini menjadi kenyataan untuk Yesus, tetapi apakah Yesus bisa mengontrol semua itu untuk menjadikan diri-Nya sebagai pemenuhan nubuatan-nubuatan tersebut?

Para pakar Alkitab mengatakan bahwa hampir 300 catatan untuk 61 nubuatan khusus tentang Mesias digenapi oleh Yesus Kristus.   Kemungkinan bagi seseorang untuk mememnuhi begitu banyak nubuatan akan berada di atas kemampuan probabilitas matematika.   Hal ini tidak akan pernah terjadi, sebanyak apapun waktu yang dialokasikan.   Seorang pakar matematika memperkirakan bahwa ketidakmungkinan ini setara dengan “satu kesempatan di antara satu trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun, trilyun.”10

Bertrand Russell, seorang ateis yang kokoh, ditanya di dalam interview majalah Look, kira-kira bukti apa yang akan membuat dia percaya kepada Allah.  Russell menjawab, “Ya, jika saya mendengar suara dari surga dan suara itu meramalkan sederatan kejadian yang kemudian terjadi, maka saya pikir saya harus percaya tentang adanya semacam sosok adikodrati.

Pakar Alkitab, Norman Geisler merespon sikap skeptik dari Russell. “Saya harus katakana, Mr. Russell, memang sudah ada suara dari surga, yang meramalkan banyak hal dan tidak bisa ditolak bahwa kita sudah melihat semuanya itu menjadi kenyataan.”11 Geisler sedang mengarahkan kita kepada kenyataan bahwa hanya Pribadi mahakuasa di luar kerangka waktu yang akan sanggup meremalkan masa depan dengan tepat.

Bukti di dalam sebuah Toples

Kita sudah melihat bukti-bukti penggenapan nubuatan-nubuatan mesianik oleh Yesus dari hampir semua sudut, dan masih ada satu yang tinggal.   Bagaimana jika para cendekiawan Kristen yang menyalin perkamen kitab Yesaya dan kitab-kitab nubuatan Perjanjian Lama lainnya dan mengaturnya sedemikian rupa agar sesuai dengan kehidupan Yesus?

Banyak cendekiawan dan para skeptis yang mempertanyakan hal ini.  Dan sekilas pandang, hal ini bisa diterima dan malah sangat masuk akal.   Hal ini akan mencegah kita untuk menjadikan Yesus sebagai pembohong yang menyamar, yang sangat tidak mungkin dan hal ini juga akan menjelaskan tentang ketepatan yang luar biasa dari penggenapan nubuatan-nubuatan oleh Yesus.  Jadi, bagaimana kita bisa tahu bahwa kitab-kitab nubuatan seperti Yesaya, Daniel dan Mikha, yang ditulis ratusan tahun sebelum Kristus, mengandung kebenaran?  Dan jika memang mengandung kebenaran, bagaimana kita bisa yakin bahwa orang-orang Kristen tidak mengubah teksnya di kemudian hari?

Selama 1900 tahun, banyak para skeptis yang bertahan pada teori mereka yang didasarkan pada ketidakmungkinan manusia untuk memperdiksi peristiwa-peristiwa di masa depan secara tepat.  Tetapi kemudian sesuatu muncul sehingga membenamkan rasa antusias tentang kemungkian adanya semacam persekongkolan rahasia dalam hal ini.  Sauatu itu disebut Dead Sea Scrolls (Perkamen-Perkamen Laut Mati).

Sekitar setengah abad lalu, penemuan Dead Sea Scrolls melengkapi para pakar Alkitab dengan salinan kitab-kitab Perjanjian Lama yang jauh lebih tua dari yang lain, yang diketahui pernah ada.    Pengujian ekstensif embuktikan bahwa banyak dari salinan-salinan ini dibuat bahkan sebelum Yesus hidup di dunia ini.  Dan, salinan-salinan tesebut hampir sempurna identik dengan Alkitab yang kita miliki sekarang.

Alhasilnya, samapaipun para cendekiawan yang menolak Yesus sebagai Mesias, menerima kenyataan bahwa naskah Perjanjian Lama ini ditulis sebelum kelahiran Yesus, dan mengakui bahwa nubuatan-nubuatan tentang Mesias yang terkandung di dalamnya tidak pernah diatur atau diubah untuk mencocokannya kepada Yesus.

Jika nubuatan-nubuatan tersebut digenapi sedemikian akurat melalui kehidupan Yesus, masuk akal kalau timbul rasa heran, mengapa tidak semua orang di Israel mampu melihat hal ini.   Memang, penyaliban-Nya tidak disaksikan oleh semua oang.  Tetapi seperti yang dikatakan rasul Yohanes tentang Yesus, “Bahkan di tanah kelahiran-Nya dan di antara bangsa-Nya, Ia tidak diterima.” (Yohanes 1:11, NLT) Mengapa?

Dengan memperhatikan sejarah perjuangan dan peperangan Israel, tidaklah sukar untuk memahami bahwa Mesias yang dinantikan adalah seorang pahlawan kemerdekaan politik.  Apa yang mungkin dipikirkan oleh orang-orang Yahudi abad pertama dapat dimengerti, bagaimana Mesias sudah datang sementara Israel tetap dibawah penjajahan Romawi?

Yesus memang menggenapi nubuatan-nubuatan mesianik, tetapi Ia menggenapinya dengan cara yang tidak seorangpun harapkan.   Ia melakukan revolusi moral dan spiritual, bukan revolusi politik; memenuhi tujuan-Nya melalui pengorbanan diri dan pelayanan dalam kerendahan hati, menyembuhkan dan mengajar.   Sementara itu, Israel menanti-nantikan seseorang seperti Musa atau Yosua, yang akan memimpin mereka untuk mengembalikan kejayaan Israel.

Tentu saja ada banyak orang Yahudi pada zaman Yesus yang menerima-Nya sebagai Mesias – seluruh fondasi gereja Kristen mula-mula adalah orang-orang Yahudi.  Walaupun demikian, mayoritas menolak Yesus sebagai Mesias dan hal ini tidak terlalu sukar untuk dimengerti.

Untuk memahami kesalah-pahaman orang-orang Yahudi abad pertama dengan lebih baik, pikirkan bahwa nubuatan-nubuatan mesianik ini ditulis 700 tahun sebelum kelahiran Yesus, oleh nabi Yesaya.  Apakah nubuatan-nubuatan ini mengarah ke Yesus?

“Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” (Yesaya 53:6)

“Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.  Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.” (Yesaya 53:7-9)

“Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.  Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.” (Yesaya 53:10-11)

Ketika Yesus tergantung di salib, mungkin saja ada yang berpikir, “Bagaimana munkin Dia ini Mesias?” Pada saat yang sama, yang lain mungkin berpikir, “Siapa lagi kalau bukan Yesus yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya?”

Ketidakmunkinan Penyamaran

Lalu, apa yang harus kita buat tentang Yesus yang telah menggenapi begitu banyak nubuatan yang ditulis ratusan tahun sebelum klahiran-Nya?  Leonardo DiCaprio… maksud saya, Frank Abagnale mungkin adalah penyamar ulung, tetapi diapun dipergoki ketika dia sudah cukup dewasa untuk minum bir secara legal.

Yesus tidak terlihat seperti lebih kompeten dari Frank Abagnale.  Yesus masuk kategori yang sepenuhnya berbeda.  Tidak ada seorang penyamarpun yang dapat memenuhi kemungkinan seperti yang disajikan oleh nubuatan Ibrani.

Jadi, apa artinya ini?   Dua kesimpulan yang muncul: Pertama, hanya Pribadi yang mahakuasa yang dapat merancang peristiwa-peristiwa seperti itu.   Kedua, kenyataan ini membuat semua klaim Yesus yang lain dapat dipercaya dan layak untuk dipertimbangkan secara serius.

Di dalam Injil Yohanes, Yesus mengklaim bahwa, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”   Bukti-bukti yang luar biasa sepertinya memperlihatkan bahwa ‘tanda tangan pada check tersebut tidak palsu’ (bahwa klaim tersebut memang terbukti benar).

Catatan akhir:

  1. Terence Hines, Pseudoscience and the Paranormal (Buffalo, NY: Prometheus Books, 2003), 193.
  2. Josh McDowell, The New Evidence That Demands a Verdict (San Bernardino, CA: Here’s Life Publishers, 1999), 194.
  3. Prediction 3, Quatrain 2, 28.
  4. McDowell, Ibid.
  5. Quoted in McDowell, 12-13.
  6. McDowell, 164-193.
  7. Peter W. Stoner, Science Speaks (Chicago: Moody Press, 1958), 97-110.
  8. Stoner, 5.
  9. The Hebrew word netzer, appearing in Isaiah 11:1, is believed by many to refer to Nazareth, Jesus’ hometown.
  10. Lee Strobel, The Case for Faith (Grand Rapids, MI: Zondervan, 2000), 262.
  11. Quoted in Strobel, 141.

Chief Editor: Larry Chapman

Project Coordinator: Helmut Teichert

Editorial Director: Rick James

Design: Hydragraphik ® Studio ( http://www.hydragraphik.com )

Sun Mountain Productions

Article Editors: Rick James, Eric Stanford

Copy Editor: Eric Stanford

Writers: Larry Chapman, Rick James, Eric Stanford

Y-ZINE

PO Box 6017

Great Falls, MT 59405

Copyright 2006 by Bright Media Foundation and B & L Publications. All rights reserved.

ISBN 0-9717422-3-5

Iklan

16 thoughts on “MENGUAK FAKTA, APAKAH YESUS MESIAS YANG SAH ??!!!

  1. Equan berkata:

    Mantaaappp….. artikelnya benar2 mantaappp…..
    Namun manusia masih saja sombong tidak mau mengakui Yesus sebagai Mesiah yang sah, malah mengandalkan tenaganya untuk mengumpulkan amal baik dan percaya kepada manusia yang ngaku2 utusannya Tuhan tapi ga bisa menunjukkan buktinya.
    Konyol tenan….
    Sekali lagi mantaaapppp bro…..

  2. donal eryxon Lumbangaol berkata:

    saluut…
    ga bisa ngasi komentar lain slaen ne…

  3. masbeken berkata:

    Yesus memang mesiah. tapi faktanya, apakah Yesus memang disalib?
    lihat aja dialog doktor berikut ini: MENGUAK FAKTA, Jesus (pbuh) Crucified or Crucifiction?
    Dialog ini terbuka. Kalo ada waktu, download aja videonya. Sungguh menggetarkan hati! ^^
    http://www.indowebster.com/dr_zakir_naik.html
    http://www.indowebster.com/dr_zakir_naik__1.html
    http://www.indowebster.com/dr_zakir_naik__2.html
    http://www.indowebster.com/dr_zakir_naik__3.html

    • penuai berkata:

      Salam kenal masbeken. Terimakasih buat argumennya :).
      Yesus memang mesiah. tapi faktanya, apakah Yesus memang disalib?
      Kalau anda percaya Yesus adalah mesias, maka andapun harus percaya bahwa Yesus memang disalib. Kenapa ?, Karena nubuatan para nabi dengan jelas mengatakan bahwa Mesias haruslah mati terlebih dahulu.
      Yesaya 53:3-11
      “……………8. Sesudah penahanan dan penghukuman dia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya ?. Sungguh ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. 9. Orang menempakan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya……………. “.

      Fakta bahwa Yesus memang di salib :
      1. Penggenapan nubuatan para nabi pada perjanjian lama.
      Berikut ini beberapa nubuatan yang digenapi Yesus dan sekaligus membuktikan bahwa Dia adalah Mesias (masih beberapa belum semua ayat ditampilkan karena banyak sekali)
      1. Kejadian 3:15
      2. Kejadian 12:3
      3. Kejadian 17:19
      4. Kejadian 49:10
      5. Bilangan 24:17
      6. Ulangan 18:18
      7. Mazmur 2:6¬8
      8. Mazmur 8:7
      9. Mazmur 35:11-19
      10. Mazmur 41:10
      11. Mazmur 110:4
      12. Mazmur 22
      13. Mazmur 109:4
      14. Mazmur 34:21
      15. Mazmur 16:10
      16. Mazmur 68:19
      17. Mazmur 69:22
      18. Mazmur 50:3-6
      19. Yunus 2:1-10
      20. Yesaya 9:1-6
      21. Yesaya 7:14
      22. Yesaya 11:1-5
      23. Yesaya 61:1
      24. Yesaya 53:3-11
      25. Yesaya 50:6
      26. Yeremia 31:15
      27. Daniel 7:14
      28. Daniel 8:15
      29. Daniel 9:25
      30. Hosea 11:1
      31. Mikha 5:1-2
      32. Zakharia 9:9
      33. Zakharia 11:12
      34. Zakharia 12:10
      35. Zakharia 13:6
      36. Maleakhi 3:1
      Atau bisa anda lihat di blog http://hakadosh.wordpress.com/2009/09/26/sudah-datangkah-mesiasmu

      2. Bukti sejarah di luar Alkitab.
      – Tacitus dari abad pertama, seorang sejarahwan Roma yang dianggap akurat, mencatat tentang ”orang-orang Kristen” (berasal dari kata ”Christus” yang adalah kata bahasa Latin untuk Kristus) yang tahayul, yang menderita di bawah Pontius Pilatus pada zaman pemerintahan Tiberius. Suetonius, sekretaris utama dari Kaisar Hadrian, menulis bahwa ada seseorang yang bernama Chrestus (atau Kristus) yang hidup pada abad pertama (Annals 15.44).

      -Flavious Yosephus adalah sejarahwan Yahudi yang paling terkenal. Dalam Antiquities dia menunjuk pada Yakobus, ”saudara Yesus, yang disebut Kristus.” Ada sebuah bagian yang kontroversial (18:3) yang mengatakan, “Pada waktu itu Yesus, seorang yang bijak, kalau secara hukum dia bisa disebut manusia. Dia adalah seorang yang melakukan hal-hal yang luar biasa …. Dia adalah [Sang] Kristus …. Dia menampakkan diri kepada mereka, hidup kembali pada hari ketiga, sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi, yang juga berbicara mengenai puluhan ribu hal-hal yang luar biasa mengenai Dia.” Salah satu versi mengatakan, ”Pada waktu itu ada seorang bijak bernama Yesus. Dia hidup dengan baik dan dikenal sebagai orang yang berbudi luhur. Dan banyak orang-orang Yahudi dan dari bangsa-bangsa lain yang menjadi muridNya. Pilatus menyalibkan Dia dan menghukum mati Dia. Namun murid-muridNya tidak meninggalkan Dia. Mereka mengatakan bahwa Dia memperlihatkan diri kepada mereka tiga hari setelah penyalibanNya, dan bahwa Dia hidup; karena itu mungkin Dia adalah Mesias yang diberitakan oleh para nabi” (Extant Writings, 18).

      -Yulius Afrikanus mengutip sejarahwan Thalus dalam diskusi mengenai kegelapan yang terjadi pada saat penyaliban Yesus Plinius Muda, dalam Letters 10:96, mencatat tentang kebiasaan ibadah dari orang-orang Kristen mula-mula termasuk fakta bahwa orang-orang Kristen menyembah Yesus sebagai Tuhan dan bersikap sangat sopan santun, dan juga merujuk pada perjamuan kasih dan Perjamuan Kudus.

      -Talmud Babilon (Sanhedrin 43a) mengkonfirmasikan penyaliban Yesus menjelang hari Pasah, dan tuduhan bahwa Kristus mempraktekkan sihir dan mendorong orang-orang Yahudi untuk murtad.

      -Lucian dari Samosata adalah seorang penulis Yunani dari abad kedua yang mengakui bahwa Yesus disembah oleh orang-orang Kristen, Dia memperkenalkan ajaran-ajaran yang baru dan disalibkan bagi orang-orang Yahudi. Dia mengatakan bahwa pengajaran Yesus mencakup persaudaraan dari orang-orang percaya, pentingnya pertobatan dan pentingnya menyangkali allah-allah lain. Orang-orang Kristen hidup menurut peraturan-peraturan Yesus, percaya bahwa mereka tidak akan mati dan tidak takut mati, penyerahan diri dan penolakan terhadap hal-hal yang bersifat materi.

      -Mara Bar-Serapion mengkonfirmasikan bahwa Yesus dianggap bijak dan berbudi luhur dan dipandang sebagai Raja Israel oleh banyak orang, dihukum mati oleh orang-orang Yahudi, dan hidup terus dalam pengajaran murid-muridNya.

      Banyak sekali fakta di luar Alkitab yang memang menyaksikan penyaliban Yesus dan juga menyaksikan bahwa Dia betul bangkit. Dan ketika Yesus bangkitpun Dia tidak langsung terangkat ke Surga, tetapi selama 1 bulan lebih menunjukkan diriNYa kepada para pengikutNya. Waktu sepanjang 1 bulan lebih adalah waktu yang cukup panjang untuk membuktikan apakah Dia benar-benar Yesus yang telah disalibkan, mati dan bangkit kembali ?!.

      Dan saya sendiri percaya bahwa yang mereka lihat benar-benar Yesus, sebab bukti terbesar bahwa Yesus betul-betul mati disalib dan bangkit hidup kembali adalah fakta bahwa ribuan orang-orang Kristen pada abad pertama Masehi, termasuk keduabelas rasul, yang rela memberi hidup mereka mati sebagai martir bagi Yesus Kristus. Orang bersedia mati untuk apa yang mereka percaya sebagai sesuatu yang benar, namun tidak ada yang bersedia mati untuk apa yang mereka tahu sebagai dusta.

      lihat aja dialog doktor expert nasrani dan muslim berikut ini: Jesus (pbuh) Crucified or Crucifiction?
      Dialog ini terbuka. Kalo ada waktu, download aja videonya. Sungguh menggetarkan hati! ^^

      Terimakasih masbeken buat informasinya, tetapi saran saya sebaiknya anda menggantungkan/menyandarkan iman anda kepada Tuhan, Allah yang hidup. Mengapa masbeken harus menggantungkan iman anda kepada pendapat dan hasil perdebatan dari segelintir orang yang meskipun mereka bergelar doktor atau apapun itu, mereka tetaplah manusia biasa. Tidak ada kebenaran mutlak yang berasal dari manusia, semuanya hanya kebenaran berdasarkan anggapan dan versi mereka sendiri. Penyaliban Yesus terjadi 2000 tahun yang lalu, para pendebat bukanlah saksi mata, dan lahir 2000 tahun setelah kejadian berlangsung. Mereka berdebat hanya mengndalkan penafsiran terhadap ayat-ayat tanpa bukti dan fakta kongkrit di lapangan sama sekali. Bagaimana kita dapat mempercayai hal seperti ini, sebab penafsiran seseorang tentu berbeda satu sama lain.

      Pengkotbah 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri

      Terimakasih ya mas atas komentarnya. 🙂
      GBU

      • Najib berkata:

        Kamel El Sa’doon menulis: Hadis Muhammad. Apakah Pantas Menjadi Aturan atau Referensi Agama?
        Diambil dai Dialog Iman dalam Siaran TV Al hayat (Bersama Pendeta Zakaria Boutros, dari Mesir) yang disiarkan secara langsung ke seluruh Jazirah Arab.

        Zakaria Boutros
        Pada tulisan ini, Zakaria Boutros akan membahas tulisan Kamel El Sa’doon. Artikel ini ditulis oleh Kamel El Sa’doon dan ia seorang Muslim. Artikelnya, di bagian ‘Modern Discussion’ (Diskusi moderen), dapat ditemukan di internet, di http://www.rezgar.com tanggal 23 September 2004. Saya telah melihat materi ini. Artikelnya berjudul ‘Mohamed’s Hadiths. Are they fit to be a conduct or religious reference?’ (Hadis Muhammad. Apakah Pantas Menjadi Aturan atau Referensi Agama?).
        Pertanyaan Mengenai Iman
        Episode 79
        Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, di episode baru program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kehormatan kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.
        Antoine: Seperti biasa, kita telah menerima banyak surat. Hari ini saya telah memilih sebuah surat pendek dari seorang saudara, yang berkata:
        “Mohon kirimkan saya sebuah salinan Kitab Injil Barnabas yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh Dr. Khairy Sa’ada.”
        Sebenarnya, kita tidak dapat memenuhi permintaan Anda. Banyak orang yang minta buku-buku yang sebenarnya dapat didapat di toko-toko buku dengan harga murah. Kita hanya dapat menyediakan Kitab Suci atau buku-buku yang berisi kesaksian mengenai bagaimana orang menerima keselamatan, supaya para pemirsa dapat merasakan keselamatan dan menerima kehidupan kekal.
        Akan tetapi, kami mengundang para pemirsa untuk menulis kepada kami dan memberitahu kepada kami apa pendapat mereka mengenai program kita ini. Banyak teman-teman yang menulis kepada Anda secara pribadi, Pak Pendeta.
        Di episode terakhir, Anda menyebutkan bahwa beberapa orang yang mempunyai pemikiran yang hebat dan kebebasan untuk menulis artikel dimana mereka mengutarakan pemikiran mereka itu. Saya tidak tahu apakah Al Azhar telah memberikan tanggapan terhadap artikel-artikel mereka.
        Saya percaya Anda telah membaca suatu hal yang baru dan ingin membagikannya dengan kita hari.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Orang-orang yang telah mendapatkan penerangan menulis berbagai hal. Mereka menjadi berani dalam menulis dan saya merasa bahwa Al Azhar…
        Untuk alasan itu, saya ingin menarik perhatian Al Azhar terhadap artikel yang saya baca, kalau saja mereka belum melihatnya. Artikelnya ada di internet. Jika mereka menontonnya di saluran ini, mungkin dapat menarik perhatian mereka dan membuat mereka memberikan tanggapan. Dengan tidak menanggapi artikel tersebut akan merugikan Al Azhar sendiri.
        Artikel ini ditulis oleh Kamel El Sa’doon dan ia seorang Muslim. Artikelnya, di bagian ‘Modern Discussion’ (Diskusi moderen), dapat ditemukan di internet, di http://www.rezgar.com tanggal 23 September 2004. Saya telah melihat materi ini. Artikelnya berjudul ‘Mohamed’s Hadiths. Are they fit to be a conduct or religious reference?’ (Hadis Muhammad. Apakah Pantas Menjadi Aturan atau Referensi Agama?).
        Saya sangat berharap bahwa Al Azhar telah memberikan tanggapan atas artikel ini, tetapi sejauh yang saya tahu, mereka belum melakukannya sampai sekarang. Itulah mengapa saya mengangkat isu ini. Jangan berpikir bahwa saya menyerang Islam dengan mengangkat artikel ini. Ini hanya untuk informasi bagi mereka, supaya para spesialis yang seharusnya mempunyai pandangan mengambil tindakan. Kebisuan mereka berarti bahwa mereka menyetujui.
        Apa yang dikatakan Sa’doon?
        “Al Qur’an dan Tradisi Muhammad dianggap sebagai referensi utama Islam… – Benar. – …berdasarkan nasihat Muhammad.”
        Ia meneruskan dengan berkata, “Al Qur’an, yang seharusnya merupakan perkataan Allah, tampil membingungkan, bertentangan, dan tidak beraturan. Al Qur’an telah membatalkan dirinya sendiri dan penuh dengan kebingungan. Tidak ada sistem penyajian dan adanya kecurangan antara hal-hal pribadi sang Rasul, istri-istrinya, dan apa yang umum.
        Al Qur’an penuh dengan cerita-cerita dan mitos-mitos tua, disalin dengan tidak jujur dari gulungan-gulungan milik orang Israil.”
        Sebuah artikel yang nekad dan penuh kata-kata yang keras!
        Antoine: Mungkin mereka akan mengambil kesempatan untuk menjawabnya. Orang akan pergi ke internet dan menemukannya.
        Ini yang ia katakan mengenai Al Qur’an. Apakah ia mengatakan hal lainnya mengenai Hadis Rasul dan Sunna?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya. Sebenarnya ia berkata, “Sunna adalah bencana terbesar.” Kemudian ia meneruskan dengan berkata, “Walaupun pemurnian yang banyak dilakukan oleh cucu-cucu dan biografernya, Muhammad bukanlah seorang yang halus, rohani, serta tidak berdosa seperti yang mereka gambarkan. Ia bukan orang yang tidak berdosa atau penuh omong kosong, hawa nafsu, rakus dan agresif… – kata-kata yang keras. – …Ia seorang politikus yang pandai dan sungguh-sungguh tenggelam dalam keduniawiannya. Dalam komunikasinya dengan Allah dan sesama, kemunafikan dan kepribadian, ambisi politik serta komersial telah menang. Selama masa hidupnya, ia tidak menunjukkan kemampuan rohani, keajaiban atau mujizat, maupun kesaktian yang dapat mengesahkan pernyataannya sendiri bahwa ia berkomunikasi dengan Allah dan menerima pesan-pesan dariNya.”
        Komentar yang amat sangat keras.
        Antoine: Apakah Sa’doon mendefinisikan Sunna?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia melakukannya. Ia berkata, “Sunna adalah biografi Muhammad; perbuatan baik dan kata-katanya yang ia perintahkan kepada kita untuk kita turuti dan salin, dalam perkataan dan perbuatan baik. Kenyataannya hal ini tidak benar, praktis, layak, maupun berbelas kasihan.” Ia meneruskan dengan berkata, “Sebagai tambahan, tidak ada kesakralan dalam hidupnya telah membuatnya tidak kudus. Oleh karena itu, orang tidak diwajibkan untuk mengikutinya dalam cara apapun, karena jika seseorang tidak tulus, bagaimana perkataannya dapat benar dan dipercaya.”
        Sangat keras.
        Al Azhar tidak boleh tetap berdiam diri atas hal ini. Mereka harus memberikan tanggapan. Orang ini dengan terbuka menyatakan pendapatnya, apapun itu. Mereka harus membalasnya.
        Antoine: Ada hal-hal yang dapat menyakitkan hati para pemirsa. Sebuah jawaban akan bermanfaat.
        Apakah Sa’doon mendasari artikelnya ini dengan tulisan-tulisan mengenai kejadian-kejadian sejarah, atau hanya sekedar tuduhan?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dalam artikel yang sama, Sa’doon berkata, “Saya tidak akan menyajikan perkataan-perkataan yang banyak, yang kami dapatkan dari perempuan yang kemerah-merahan.” Maksudnya adalah ‘Aisha. Mereka berkata ia berwarna kemerahan atau rambutnya berwarna merah.
        Ia membuat komentar, “Saya tidak tahu bagaimana seorang perempuan kemerah-merahan, yang lebih muda dari seorang anak belasan tahun, dapat menjadi pembawa banyak perkataan dan perbuatan baik yang setia.”
        Ia meneruskan dengan berkata, “Merupakan hal yang memadai untuk mengatakan bahwa sebuah Hadis yang dipasangkan dengan sebuah tindakan yang sangat dangkal diantara perbuatan baik orang tersebut. Di Sahih Muslim, sang Rasul berkata, ‘Jika ada dari kamu melihat seorang perempuan yang kamu suka, biarkan ia mendatangi istrinya karena istrinya itu mempunyai hal yang sama dengan yang dimiliki perempuan tersebut.’” Artinya bahwa istrinya mempunyai apa yang dimiliki oleh perempuan yang diingini suaminya.
        Antoine: Apa artinya?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia menceritakan seluruh kisahnya. Ia berkata, “Cerita dibalik Hadis ini adalah pada suatu malam, saat sang Rasul sedang berjalan, ia melihat seorang perempuan cantik. Laki-laki ini, yang berumur 50 atau 60 tahun, mempunyai darah yang mengalir ke anggota badannya… – Ini berbicara mengenai Muhammad. – …di anggota badan dan organnya. Wajahnya menjadi merah dan hijau, dan ia mulai berkeringat, sehingga ia lari ke rumahnya, atau ke rumah terdekatnya, yaitu rumah Zeinab, istrinya. Setelah hampir seperempat jam, ia keluar dari rumahnya dan lari ke mesjid untuk memberitahu kami, orang-orang tua dan ahli-ahli hukum, apa yang ia ingin kita turuti dan lakukan dengan senang hati, dengan iman dan ambisi. Karena sang pengarang adalah sang Rasul yang maha pengasih, Muhammad, dan perkataannya adalah, ‘Jika ada diantara kamu melihat seorang perempuan yang ia sukai, biarkan ia mendatangi istrinya, karena istrinya mempunyai hal yang sama dengan perempuan tersebut.’”
        Sa’doon membuat komentar, “Bayangkan, pembaca terkasih, berjalan bersama dengan Muhammad di satu malam, dan ngobrol bersama mengenai agama, dunia, dan perilaku baik. Kemudian lewat di depan Anda sebuah keindahan dengan pinggang berlikuk dan kaki yang indah… – penjelasan yang banyak disini. – …Teman Anda merasakan panasnya jadi ia segera berpamitan dan meminta Anda menunggu baginya sampai ia selesai menumpahkan miliknya di rumah Zeinab. Ketika ia kembali seperempat jam kemudian, ia memberitahu Anda untuk melakukan hal yang sama, jika melihat perempuan yang sangat cantik.”
        Kemudian ia membuat komentar yang sangat keras, dengan mengatakan, “Dapatkah Anda mempercayi seorang laki-laki tua, berumur limapuluhan, dan mempunyak banyak istri, mengambil kesenangan dalam berbagai perjumpaan emosi dan seksual yang hanya dapat dinikmati di masa itu oleh raja-raja, benar-benar dikirim oleh Allah dan diminta untuk menyampaikan pesan Allah dan membangun sebuah masyarakat berdasarkan kemurahan hati, keadilan, kedamaian, dan kasih? Dan selain itu, ia mempunyai fisik dan jiwa yang penuh hawa nafsu, yang tersulut dalam waktu beberapa detik serta mengalahkan kecenderungannya yang bijaksana, sampai ia pulang ke rumah dan memperkosa istrinya. Kemudian, setelah ia menurunkan keinginannya, ia keluar dan muncul sebagai orang yang bijaksana, memerintahkan kita untuk berperilaku baik!”
        Antoine: Sangat aneh.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Bahasa yang sangat keras.
        Antoine: Keras.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sangat mengerikan.
        Antoine: Jadi tidak seorangpun dari Al Azhar yang memberikan tanggapan terhadap ini?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tampaknya kebisuan Al Azhar mendorong dia untuk bertindak lebih jauh, karena ia berkata, “Saya bersumpah bahwa jika ia adalah ayahku dan meningalkan saya di tengah hari untuk berhubungan seksual dengan ibuku, ia akan kehilangan rasa hormatku dalam sekejap, dan saya tidak akan pernah dapat mempercayai apapun yang ia katakan setelah perilaku yang penuh hawa nafsu dan dangkal ini.”
        Tentu saja, hal ini sangat sulit.
        Ia meneruskan, “Bagaimana ini dapat terjadi? Ayahku… – ayah aslinya. – …menghabiskan banyak tahun-tahun di penjara, dan ketika ia keluar, ia pergi mencari teman-teman lamanya sebelum ia datang dan berhubungan seksual dengan ibuku.”
        Ia tidak mengamati perasaan orang-orang Muslim, dan terus menuliskan kebenaran seperti yang ia lihat.
        “Jika Muhammad, yang mengaku sebagai seorang Rasul, benar-benar saleh dan mempunyai panggilan yang ia percayai, ia akan menjadi seorang yang mempunyai rohani tinggi, jiwa luhur, kuat, sabar, dan mampu mengatasi godaan. Mengapa ia tidak mampu, jika keinginan tidak mampu menang atas manusia yang kurang angkuh dan berprestasi besar? Ada puluhan atau bahkan ratusan orang Muslim, pengikut Isa Al-Masih, orang Budha, orang Hindu dan pengikut mistik Zoroastrian.”
        Ia mengambil contoh dari Ghandi, dengan mengatakan, “Sekarang, lihatlah Ghandi, manusia hebat dan pemuja berhala Hindu, seperti yang rohaniwan-rohaniwan salah kita menyebutnya. Ghandi tidur di ranjang yang sama dengan istrinya selama hampir 36 tahun, dan tidak pernah muncul dalam pikirannya untuk membuka bajunya dan melepaskan keinginannya. Cinta rohani yang mengikat mereka bersama-sama lebih tinggi dan lebih besar daripada cinta yang Muhammad terima dari semua istrinya. Istri Ghandi hanya satu, sangat setia kepadanya sampai akhir hayatnya. Mengapa? Karena suaminya sedang sibuk membebaskan negaranya dari kolonisasi Inggris. Diluar kebenaran dari kasusnya, ia tidak pernah mengangkat tongkat di muka orang-orang Inggris maupun menumpahkan darah, dalam berjuang mencapai tujuannya. Dalam pengajarannya, ia tidak pernah memerintahkan orang untuk melakukan jihad atau membunuh orang. Ia tidak pernah membicarakan seks, makanan, arak, ataupun gundik. Ia menyibukkan dirinya dengan tujuan yang lebih mulia dan agamanya menjunjung kesucian dan kerohanian, yang tidak ada di agama Muhammad. Pribadi dan asuhannya jauh lebih mulia dan unggul dibandingkan Muhammad.”
        Saya rasa, ini sangat berani… sangat berani.
        Antoine: Apakah orang ini seorang Muslim? Ia benar-benar telah menyakiti hati mereka. Anda menyebutkan bahwa ia membaca Kitab Suci dan memberikan komentar juga?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja. Ia tentu saja telah menyakiti hati orang-orang Muslim, sehubungan dengan seseorang yang paling mereka sayangi, Rasul agama mereka. Akan tetapi, yang lebih menyakiti hati para Muslim adalah kegagalan Al Azhar untuk menjawab dengan bukti-bukti yang meyakinkan dan objektif. Jawaban umum tidak menyembuhkan luka.
        Ijinkan saya meneruskan artikel radikal ini.
        Sa’doon terus membandingkan Muhammad dengan orang-orang lain dari agama-agama lain. Ia berbicara mengenai Isa Al-Masih, dengan berkata, “Isa Al-Masih disertai dengan tanda-tanda ajaib atau mujizat dari sejak kelahirannya. Isa Al-Masih mengajarkan cinta kasih dan cinta kasih saja. Isa Al-Masih berbelas kasihan kepada seorang perempuan berdosa dan menghentikan perempuan itu dari pelemparan batu, dengan berkata, ‘Siapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang mula-mula melemparkan batu kepada perempuan itu.’ Perkataan orang-orang ini disertai dengan tindakan-tindakan mulia, jauh dari kedangkalan, kebobrokan, dan kelemahan. Kata-kata mereka dapat dipercaya dan kita dapat dengan aman mengikutinya.”
        Kemudian ia menambahkan, “Tetap perkataan dan perbuatan Muhammad mempunyai perbedaan yang besar diantaranya. Bahasanya mengenai laki-laki dan perempuan serta hubungan pernikahan antar manusia, menunjukkan seberapa buruk hatinya dan seberapa bobrok dan agresif pribadinya. Bukankah ia yang berkata, ‘Tidak ada seorang laki-laki dan perempuan datang bersama, kecuali setan menjadi yang ketiga.’?”
        Kemudian ia mengakhirinya dengan berkata, “Lihat, betapa Muhammad seorang seks maniak. Orang ini mencuri hampir 1.000 tahun dari kehidupan manusia dengan cara yang sakit, salah, brutal, dan diputar-balikan.”
        Ini bahasa yang sangat serius dan keras. Apakah Anda mengikuti?
        Saya mengutipnya untuk menyerahkannya ke badan yang resmi, Al Azhar, supaya mereka mengambil tindakan dan menyediakan jawaban yang meyakinkan dan pasti.
        Antoine: Diluar apa yang telah Sa’doon katakan, menurut Anda, mengapa Islam dapat tersebar? Kita tahu banyak orang Muslim tidak tahu apa yang Muhammad telah lakukan kepada orang lain. Bukankah begitu?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya, pertanyaan yang baru saja Anda ajukan mengenai bagaimana Islam dapat tersebar setelah semua ini, sering ditanyakan di ruang ngobrol Paltalk di internet. Sering ditanyakan.
        Saya secara pribadi ingin mengatakan, dengan pandangan yang sangat adil dan benar, bahwa Islam, seperti yang dicatat oleh Ensiklopedia Islam, Al Qur’an dan Hadis, telah disebarkan dengan pedang. Pedang memainkan peranan yang penting dalam penyebaran agama Islam ketika pertama kali muncul, dan sekarang ini dalam mempertahankan Islam. Islam mengunakan jihad sebagai dasar untuk menyebarkan agama Islam. Sangat jelas di Ensiklopedia, bagian 11, halaman 3245. Dikatakan, “Penyebaran Islam dengan pedang merupakan kewajiban bersama seluruh Muslim.” Jadi Islam disebarkan dengan pedang.
        Yang kedua adalah hukuman atas kemurtadan. Penghakiman atas kemurtadan dengan membunuh orang Muslim yang meninggalkan Islam merupakan faktor terbesar yang menteror setiap Muslim. Mereka takut untuk memikirkan kenyataan Islam, jadi pemikiran mereka tidak membimbing mereka untuk meninggalkan agama Islam, yang akan membawa kepada hukuman atas kemurtadan diterapkan kepada mereka dan mereka kehilangan hidup, uang, dan istri.
        Kita membicarakan penghakiman atas kemurtadan dalam Islam di episode sebelumnya. Sekarang cukup menyebutkan satu Hadis Muhammad yang mendorong pembunuhan orang-orang murtad. Di Malik’s Muwatta, Hadis 559, dikatakan, “Menuturkan Zeid Ibn Aslam bahwa rasul Allah berkata, ‘Potong kepala orang-orang yang merubah agamanya.’”
        Saya teringat sebuah kisah nyata yang saya dengar mengenai seorang penceramah Islam yang sedang menyebarkan agama Islam di Afrika. Ia sampai di salah satu negara dan mulai berceramah mengenai Islam. Ia bertanya kepada salah seorang laki-laki jika ia ingin memuja satu allah dan mempunyai 4 istri, atau memuja 3 allah dan mempunyai 1 istri.
        Kita tidak memuja 3 allah, tetapi ini pernyataan yang mereka gunakan.
        Orang Afrika itu menjawab, “Saya mau mempunyai 4 perempuan. Tidak peduli dengan Allah, saya hanya mau 4 perempuan.” Jadi mereka menyuruh ia mengatakan kedua kesaksian dan ia melakukannya. Kemudian mereka memberitahu dia bahwa ia harus disunat untuk menjadi seorang Muslim. Ia berkata, “Apakah saya harus? Saya seorang yang sudah tua.” Mereka berkata kepadanya bahwa ia harus melakukannya supaya ia dapat menerima tunjangan yang dapat memampukan ia untuk hidup dengan 4 perempuan. Laki-laki tua itu setuju dan menahan sakit sunat, dan mereka mulai membayarnya tunjangan bulanan. Setelah beberapa bulan mereka berhenti, jadi laki-laki tersebut menanyakan soal uangnya. Mereka mengatakan kepadanya bahwa sekarang ia adalah seorang Muslim dan sudah yakin dengan iman Islam sehingga ia tidak membutuhkan tunjangan lagi. Ia mengancam akan meninggalkan Islam dan mereka berkata, “jika engkau melakukannya, engkau akan menerima hukuman kemurtadan.” Ia berkata, “Apakah itu?” Mereka berkata, “Kami akan memotong kepalamu dan memotong tubuhmu menjadi bagian-bagian.” Ia bergumam, “Agama aneh! Ketika kita menerimanya, mereka memotong satu bagian, dan ketika kita meninggalkannya, mereka memotong kita menjadi bagian-bagian.”
        Ini adalah hukuman bagi kemurtadan dan telah membuat orang ketakutan, walaupun mereka telah menyadari kebenarannya. Mereka takut menyatakan pendapat mereka.
        Mereka hanya mengumpulkan jumlah.
        Jadi Islam disebarkan dengan pedang dan jumlahnya dipertahankan dengan cara yang sama.
        Antoine: Tetapi hanya ada beberapa negara yang menerapkan hukum Islam dengan sungguh-sungguh.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, semua negara-negara Arab.
        Antoine: Apakah Anda mengira Islam hanya disebarkan dengan pedang?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dalam penyebaran Islam, pedang merupakan faktor yang paling penting. Mereka membunuh orang-orang yang menolak Islam dan mereka yang menerimanya akan dibunuh jika dianggap murtad.
        Tetapi ada faktor lainnya, seperti didikan. Mereka memenuhi pikiran anak-anak dengan ide bahwa Islam adalah agama yang benar dan sang Rasul adalah rasul yang terakhir dan paling unggul; serta para Pengikut Isa Al-Masih dan orang Israel adalah orang-orang kafir. Anda tahu kelanjutan cerita yang rusak itu. Jadi sejak kanak-kanak, mereka tidak dapat berpikir benar karena pemikiran-pemikiran tertentu telah ditempelkan dalam pikiran mereka.
        Sebuah alasan lainnya adalah ketidakpedulian terhadap Islam. Siapa yang mengetahui hal-hal mengenai Islam ini? Siapa yang mempelajari atau membaca? Mereka semua menganggap bahwa yang kita katakan adalah hal-hal sepele atau menyerang Islam dengan semena-mena. Ketidakpedulian!
        Agama Islam memuaskan naluri manusia. Seperti laki-laki Afrika yang berkata menginginkan 4 perempuan. “Dua, tiga, atau empat, atau berapapun yang tangan kananmu dapat kuasai.” Jadi naluri seks dipuaskan, begitu juga naluri untuk memiliki… dan seterusnya.
        Islam cocok dengan sifat manusia. Islam tidak mengangkat sifat manusia menjadi lebih tinggi, tetapi malahan turun ke levelnya. Ini hal yang serius dalam agama.
        Faktor lainnya adalah jumlah anak-anak yang meningkat. Ketika seorang laki-laki menikahi 2 atau 3 perempuan, atau berapapun tangan kanan mereka dapat menguasai, mereka akan mempunyai banyak anak, dan oleh karenanya meningkatkan populasi. Saya rasa itu bukan perkembangan dalam iman, tetapi hanya perkembangan dalam jumlah.
        Walaupun demikian, saya ingin mengatakan sesuatu yang Isa Al-Masih katakan.
        Antoine: Silahkan.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia berkata, “gerbang yang lebar dan jalan yang luas menuju pada kebinasaan, dan banyak orang yang melaluinya.”
        Dan sebaliknya, “pintu yang sempit dan jalan yang sesak adalah jalan yang menuju pada kehidupan, dan hanya sedikit orang yang mendapatkannya.”
        Dan mungkin, ketika mereka menemukannya, mereka tidak menjalaninya.
        Jadi jumlahnya tidak terlalu penting. Ini bukan masalah jumlah. Ini masalah iman hati dan memilih kehidupan yang lebih baik, serta penghukuman darinya, serta berjalan di jalannya. Inilah yang berarti; bukan menyombongkan diri atas jumlahnya. Bukan kuantitasnya, tetapi kualitasnya.
        Antoine: Ya. Isa Al-Masih, semua kemuliaan bagiNya, berkata, “Aku-lah pintu.”
        Kita telah berbicara mengenai keselamatan, dan di episode baru-baru ini Anda berbicara mengenai Kotbah di Bukit. Dapatkah Anda membagikan lebih banyak lagi hari ini?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja. Saya akan membagikan sebuah pesan sederhana dari Kotbah di Bukit, sebuah prinsip rohani yang indah mengenai mengasihi musuh-musuh kita.
        Isa Al-Masih berkata, “Kamu telah mendengar Firman, ‘Hendaklah engkau mengasihi temanmu dan membenci seterumu.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, kasihilah mereka yang menyeterui kamu dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kamu. Dengan demikian kamu bertindak sebagai anak-anak sejati dari Bapamu yang di surga. Karena Ia menerbitkan matahari-Nya bukan hanya untuk orang yang baik, tetapi juga bagi orang yang jahat. Ia pun menurunkan hujan tidak hanya untuk orang yang saleh, tetapi juga bagi orang yang fasik.”
        Jika kamu hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah pahalamu? Bukankah pemungut cukai pun melakukan hal yang sama? Demikian pula jika kamu hanya mengucapkan salam kepada saudaramu, apa istimewanya perbuatanmu itu? Bukankah suku-suku bangsa yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Sebab itu hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”
        Mengasihi musuh!
        “Mata ganti mata dan gigi ganti gigi, dan pemrakarsanya yang lebih bersalah.”
        Tidak seperti itu dengan kita. “Kasihi musuh-musuhmu, berkati mereka yang mengutuk engkau, berbuat baik bagi mereka yang membenci engkau, dan berdoa bagi mereka yang mempergunakan dan menghukum engkau.”
        Seperti yang kita lakukan kepada saudara yang telah memberkati kita dengan mengutuk kita. Kita berdoa baginya dan minta Allah memberkatinya. Inilah prinsip mulia Isa Al-Masih. Seseorang tidak dapat menerapkan ini kecuali ia menjadi anak Allah. Bagaimana seseorang dapat menjadi anak Allah? Ia menerima Isa Almasih di dalam hatinya.
        “Tetapi sebanyak yang menerimaNya, Ia memberikan hak kepada mereka untuk menjadi anak Allah.”
        Anak-anak Allah mengambil sifat Allah. Mereka berperangai baik dan hidup sebuah kehidupan kudus bagi Allah.
        Saya ingin memberi tahu semua pemirsa bahwa mereka dapat menerima Isa Al-Masih sekarang di hati mereka, karena Ia berdiri di pintu hati mereka. Ia datang dari surga ke dunia dan berkata, “Aku berdiri di pintu dan mengetuk. Siapapun yang mendengar suaraKu dan membuka pintu, Aku akan datang masuk kepadanya dan makan dengannya, dan ia dengan Aku.”
        Ulangi setelah saya, “Aku membuka hatiku kepadaMu, Tuhan. Datang dan tinggallah di dalamku dan biarkan aku menjadi anakMu. Berikan aku sifat yang baru dan biarkan aku hidup denganMu dalam kehidupan yang baru. Amin”
        Jika Anda berdoa dari hati Anda, percaya bahwa Allah telah menerima engkau.
        Antoine: Amin. Kita berdoa agar para pemirsa dapat merasakan ini dan mengetahui bahwa Allah menerima mereka apa adanya. Yang perlu mereka lakukan hanyalah mengakui kebutuhan mereka akan Dia dan mengaku dosa-dosa mereka. Ia telah membayar harga untuk dosa-dosa kita.
        Terima kasih banyak, Pak Pendeta, dan terima kasih kepada para pemirsa terhormat.
        Jika Allah berkenan, kita akan bertemu lagi di episode selanjutnya
        Allah memberkati Anda. Amin.

        Zakaria Boutros : Menyusui Pria Dewasa

        Ilustrasi Menyusui
        Menyusui Pria Dewasa
        Pertanyaan Mengenai Iman
        Episode 73
        Antoine: Selamat datang, para pemirsa yang terhormat, kepada episode terbaru dari program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Selamat datang juga kepada tamu kami terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.
        Antoine: Kami berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah menulis banyak surat kepada kami.
        Saya ingin membacakan sebuah surat yang kami terima dari Algeria. Saudara kita berkata:
        “Saluran Hayat membawakan topik-topik sulit dan menyediakan bukti yang memberikan kesempatan bagi orang untuk mengambil keputusan yang memberikan ketentraman kepada mereka, mengenai agama. Bukti ini merupakan mercu suar dan cahaya penyembuhan yang kuat, untuk menuntun seseorang kepada kebahagiaan di dunia dan di kekekalan nanti.”
        Saudara ini memohon sebuah Kitab Suci dalam bahasa Arab juga. Saya rasa Kitab Suci ini sudah dikirimkan kepadanya. Saya berharap ia telah menerimanya dan diberkati olehnya.
        Apakah Anda mempunyai komentar?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya senang bahwa ia mengirimkan surat kepada kita, dan bahwa kita saling berkomunikasi. Saya berharap kita dapat memenuhi harapannya dan terus menawarkan hal-hal yang bermanfaat.
        Antoine: Amin.
        Sebenarnya, beberapa pemirsa menulis kepada kita, mengeluh bahwa program ini merupakan penghinaan terhadap agama Islam. Apa tanggapan Anda terhadap surat-surat ini?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Seperti yang Anda ketahui, seringkali kita mendapatkan surat-surat seperti ini. Mereka percaya bahwa kita sedang menyerang Islam dan menghinanya, tetapi, pada kenyataannya, kita hanya mengacu kepada hal-hal yang kita baca di buku-buku Islam. Jadi apakah isi dari buku-buku ini merupakan penghinaan terhadap Islam? Jika ya, ini merupakan masalah mereka, bukan saya. Saya hanya membaca. Menurut pendapat saya, membacanya bukan suatu penghinaan; hanya mencari pengetahuan atas isu-isu yang lebih dalam.
        Setelah kita membaca, kita mempertanyakan artinya, arti dari apa yang tertulis. Kita mengerti jika itu penting. Itu satu hal.
        Saya bersyukur kepada Allah bahwa akhir-akhir ini ada pelopor-pelopor intelek yang menulis mengenai topik yang sama. Saluran Hayat bukan satu-satunya yang membahas masalah ini. Ada majalah-majalah dan surat kabar-surat kabar yang berbicara dengan sangat terbuka. Ada banyak pelopor: contohnya, Dr. Sayed El Quimni, Konsultan Ashmawy, Gamal El Banna, Hassan El Banna bersaudara, pendiri Persaudaraan Muslim, Dr. Khaled Muntassir dan masih banyak lagi yang menulis dengan penerangan.
        Jadi kita bertanya dan kita ingin mendapatkan jawaban dari Al Azhar sakral.
        Kami telah mengundang Dr. Sayed Tantawy yang terhormat, untuk menghormati kami dengan datang dan memberikan jawaban mengenai apakah hal-hal yang kita bicarakan ini sesuai bagi seorang rasul Allah atau tidak
        Antoine: Terima kasih. Setiap manusia pasti mempunyai hak untuk bertanya dan belajar mengenai kehidupan kekal. Amat sangat berbahaya untuk hidup tanpa mengetahui dimana ia akan menghabiskan kekekalannya.
        Jika kita mempunyai pertanyaan, apakah kita dapat…
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Bertanya?
        Antoine: Ya, bertanya dan Anda akan menjawab kita.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Itu adalah tujuan dari program ini.
        Di Sahih Muslim, ada sebuah buku mengenai menyusui. Ini sebuah topik yang serius. Sangat mengagetkan ketika saya membacanya. Buku Menyusui, Hadis 3663, dikatakan: “‘Aisha melaporkan bahwa Sahla Bint Suhail mendatangi sang Rasul dan berkata, ‘Rasul Allah, aku melihat di wajah Abu Hudhayfa… – suaminya – … sebuah raut yang aneh ketika Salim datang.” Ia melihat bahwa suaminya telah berubah.
        Cerita ini disebutkan secara rinci di Malik’s Muwatta, Hadis 1287. Ia berkata: “Ibn Shihab ditanyai mengenai menyusui seorang dewasa. Ia berkata, ‘Urwa Ibn Zubayr memberitahu aku bahwa Abu Hudhayfa, yang merupakan salah satu teman rasul Allah, mengambil Salim.’… – Seseorang dipanggil Salim – …ketika Allah mengungkapkan bukuNya mengenai pembatalan adopsi di kejadian Zayd Ibn Haritha, mengatakan ‘‘Kembalikan mereka ke ayahnya.’ – Artinya kembalikan semua yang telah diadopsi kepada ayahnya. – …Sahla bint Suhayl, istri Abu Hudhayfa, mendatangi rasul Allah dan berkata, ‘Rasul Allah! Dahulu kita memperlakukan Salim seperti seorang anak dan ia sering melihat aku telanjang… – artinya hanya memakai satu rok. – …dan setelah pembatalan adopsi, Abu Hudhayfa sebal setiap Salim datang ke rumah. Apa pendapat engkau?’ Rasul Allah berkata kepadanya, ‘Susui ia dari susumu, 5 kali dan ia akan dilarang untuk menikahi kamu karena itu.’ – Ia akan dianggap seperti anakmu karena ia telah menyusui dari kamu. Ada sebuah kebiasaan di masa sebelum Islam yang seperti itu – …jadi sang Rasul berkata, ‘Susui ia.’ Sahla berkata, ‘Bagaimana aku dapat menyusui dia; dia seorang laki-laki dewasa?’ Rasul Allah tersenyum dan berkata, ‘Aku tahu ia seorang laki-laki dewasa.’”
        Di cerita yang lain, ia tidak hanya tersenyum. Dikatakan bahwa sang Rasul tertawa.
        Hadis 3674 menambahkan: “Ia kembali dan berkata, ‘Aku menyusui dia dan apa yang ada di pikiran Abu Hudhayfa pergi’. Ia menganggapnya sebagai anaknya dengan menyusui dia.”
        Antoine: Sangat aneh! Mungkin beberapa pemirsa akan menganggap Hadis ini sebagai sisipan atau lemah, atau bahkan dari Israel. Apa pendapat Anda?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya, hal ini disebutkan lebih dari satu kali di buku suara Hadis: Sahih Muslim, Malik’s Muwatta, Sunan El Nasai, Sunan Ibn Maga, Sunan El Bayhaqi, komentar mengenai Al Qur’an, dan buku ‘The Abrogating and the Abrogated’ (Pembatalan dan Yang Dibatalkan) oleh Imam Ja’far Al Mansour, halaman 124. Juga disebutkan di dalam buku yang diajarkan di Al Azhar. Bukunya adalah ‘Defending the Mohammedan Traditions’ (Mempertahankan Tradisi Muhammad) oleh Dr. Abdul Mahdi Abdul Qader Abdul Hady, seorang profesor di Universitas Al Azhar di Kairo. Buku ini diajarkan ke murid-murid tahun ketiga di Al Azhar.
        Di halaman 97, ada sebuah Hadis mengenai menyusui orang dewasa. Di halaman 103 dikatakan: “Ada sebuah suara Hadis, dengan keaslian tertinggi. Tidak ada seorangpun yang dapat menyangkalnya. Di mata para peneliti, hal itu merupakan medali kehormatan di dada sekolah Islam.”
        Antoine: Sebuah komentar yang sangat aneh! Mungkin ada alasan-alasan yang mengantarkan dia…
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ada isu-isu tertentu yang mengakibatkan hal tersebut.
        Hadis 1287 di Malik’s Muwatta mengatakan: “‘Aisha, ibu orang-orang percaya, mengambil hal tersebut sebagai teladan bagi laki-laki manapun yang ia ingin temui. Ia memerintahkan saudara perempuannya, Umm Kulthum bint Abi Bakr al Siddiq, dan anak-anak perempuan saudara laki-lakinya untuk menyusui laki-laki manapun yang ia ingin temui.” Jadi hal itu menjadi jalan keluar bagi ‘Aisha. Setiap kali ia ingin bertemu dengan seorang laki-laki, ia akan memberitahu saudara perempuannya, atau salah satu dari anak perempuan saudara laki-lakinya untuk menyusui laki-laki itu, kemudian ia dapat menemui laki-laki itu.
        Antoine; Jadi untuk bertemu dengan laki-laki, bukan untuk mengadopsi mereka?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Jika saudaranya menyusui laki-laki itu, ia menjadi bibinya, bukankah begitu? Hal ini akan mengijinkan ia untuk bertemu dengan laki-laki itu.
        Antoine: Apakah tidak ada orang yang keberatan atas hal ini?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, mereka keberatan.
        Seorang perempuan bernama Umm Salma adalah salah satu istri sang Rasul. Di Sahih Muslim, Hadis 3676, dikatakan: “Zeinab, anak Umm Salma, melaporkan bahwa Umm Salma berkata kepada ‘Aisha, ‘Seorang anak laki-laki yang sedang puber datang kepadamu. Akan tetapi, aku tidak mau ia datang kepadaku.’ – Ia protes kepada ‘Aisha. – …Jadi ‘Aisha berkata, ‘Apakah engkau tidak melihat sebuah contoh dari rasul Allah? Istri Abu Hudhayfa berkata, ‘O Rasul Allah, Salim datang kepadaku dan sekarang ia seorang laki-laki dewasa, dan aku melihat kejijikan di Abu Hudhayfa saat kedatangannya.’ Kemudian rasul Allah berkata: ‘Susui ia supaya ia dapat datang kepadamu.’” Kemudian ia berkata ia melakukan apa yang telah dinasehatkan oleh sang Rasul.
        Antoine: Apakah pendapat ‘Aisha berubah setelah ia mempraktekan hal ini?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tidak. Di halaman 124 dari bukunya ‘The Abrogating and the Abrogated’ (Pembatalan dan Yang Dibatalkan), Abu Ja’far al-Nahhas berkata: “Sikap ‘Aisha terhadap menyusui seorang dewasa tetap kokoh dan ia merekomendasikan hal itu.”
        Ia mendukung pendiriannya dengan sebuah cerita. Itu sangat mengagetkan saya dan, tentu saja, ibu orang-orang percaya tidak dapat berbohong.
        Hadis-nya ditemukan di Sahih Muslim, Hadis 167. Dikatakan: “‘Aisha melaporkan bahwa telah dinyatakan di dalam Al Qur’an bahwa sepuluh menyusui yang jelas membuat pernikahan tidak sah, kemudian dibatalkan menjadi 5 kali menyusui, dan ketika rasul Allah meninggal dunia, ayat-ayat ini ditemukan di Al Qur’an suci.”
        Sebuah ayat Al Qur’an berkata bahwa 10 kali menyusui atau 5 kali menyusui akan membuat seorang anak seperti anaknya sendiri!
        Di halaman 37 dalam bukunya ‘Nawasekh El Al Qur’an’, Ibn El Goozy menambahkan: “‘Aisha berkata bahwa ayat mengenai menyusui seorang dewasa ada diatas selembar kertas di bawah ranjang di rumahnya, dan ketika rasul Allah jatuh sakit, mereka menjadi sibuk dengannya dan kertas tersebut dimakan oleh hewan yang mereka pelihara di rumah.”
        Mungkin seekor kambing atau domba memakan kertas Al Qur’an!
        “Rasul Allah meninggal saat ayat Al Qur’an sedang dibacakan.”
        Inilah ayat mengenai menyusui seorang dewasa.
        Antoine: Apakah ada lagi Tradisi Rasul yang membicarakan ‘Aisha? Mungkin topik lainnya?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Di Sahih El Bukhari, Hadis 5188, dikatakan: “‘Aisha berkata, ‘Sang Rasul menikahi aku ketika aku berumur 6 tahun… – Sang Rasul menikahinya saat ia berumur 6 tahun – …Kami pergi ke Medinah. Kami pergi ke Bani El Harith dan ketika aku berumur berumur 9 tahun, ibuku datang kepadaku ketika aku sedang bermain ayunan.… – Ia sedang bermain ayunan. – …dengan teman-teman bermainku. Ia memanggilku dengan keras dan aku datang kepadanya. Aku tidak tahu apa yang ia inginkan dariku. Ia mengambil tanganku dan membawa aku ke pintu. Aku kehabisan nafas sampai kegelisahan di hatiku hilang. Ia menyapu mukaku dan kepalaku dengan air, kemudian membawa aku ke rumah, dimana para perempuan dari Ansar sedang berkumpul. Mereka berkata, ‘Semoga engkau membagikan berkat.’ Ia mempercayakan aku kepada mereka. Mereka mendadani aku dan tidak ada yang membuatku takut, kecuali rasul Allah. Aku dipercayakan kepada sang Rasul ketika aku berumur 9.”
        Sangat aneh!
        Antoine: Beberapa pemirsa mungkin percaya bahwa seorang anak perempuan berumur 9 tahun lebih dewasa di masa itu. Mungkin mereka lebih seperti anak perempuan berumur 19 tahun saat ini.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Mungkin. Maksud Anda mereka telah mengalami masa puber? Mereka mungkin berpikir seperti itu, tetapi saat kita melihat cerita ‘Aisha, kita tidak menemukan dia seperti seorang anak berumur 19 tahun. Mengapa? Ia sedang bermain ayunan. Di masa itu, apakah seseorang berumur 19 tahun diperbolehkan bermain di ayunan dengan teman-teman bermainnya? Ia berkata, “Aku tidak tahu mengapa ibuku mengingini aku.” Apakah seorang wanita berumur 19 tahun tidak akan tahu? Dan kemudian ia berkata bahwa ibunya mencuci muka dan kepalanya. Apakah seorang wanita berumur 19 tahun membutuhkan orang lain untuk mencuci mukanya, kecuali ia seorang anak kecil?
        Ada sebuah cerita lagi di buku ‘Wives of the Prophet’ (Istri-Istri sang Rasul), oleh Bint El Shati. Di halaman 88, ia berkata: “Ibu ‘Aisha menggendong dia dari ayunan dan mendudukinya di pangkuan sang Rasul.” Sekali lagi, jika ia 19 tahun, mengapa ia harus digendong dan didudukkan dipangkuan sang Rasul? Di halaman 89, Bint El Shati berkata bahwa sang Rasul mengundang teman-teman bermain ‘Aisha untuk bermain dengannya setelah ia menikahinya. Biasanya ia menggendong ‘Aisha di pundaknya, untuk menonton orang-orang Ethiopia bermain panah. Jika ia berumur 19 tahun, apakah sang Rasul akan menggendongnya di pundaknya untuk menonton permainan panah?
        Antoine: Berapa umur rasul Islam ketika ia menikahi ‘Aisha?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ketika ia bertunangan dengan ‘Aisha, ‘Aisha berumur 6 tahun dan ia berumur 51 tahun. Pernikahannya disempurnakan setelah 3 tahun; ketika ‘Aisha berumur 9 tahun dan ia 54 tahun.
        Antoine: Apa yang rasul Islam lihat dari ‘Aisha? Bukankah ia anak dari seorang teman dekatnya, Abu Bakr?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, Abu Bakr. ‘Aisha seorang yang spesial baginya.
        Di Sahih El Bukhari, Hadis 3821, ia berkata: “Hisham melaporkan, dengan wewenang dari ayahnya, bahwa rasul Allah berkata… istri-istri sang Rasul telah memberontak. Seharusnya ia memperlakukan mereka dengan adil, tetapi ia pergi ke ‘Aisha lebih sering dari yang lainnya, jadi mereka bertemu untuk membahas masalah itu. Umm Salma pergi dan berbicara kepadanya, jadi sang Rasul berkata kepadanya, ‘Jangan membuat aku jengkel karena mengambil ‘Aisha, karena, oleh Allah, wahyu mulia tidak pernah datang kepadaku ketika aku ada diselimut perempuan manapun diantara engkau, kecuali dia.’”
        Ketika ia dibawah selimut bersama dengan ‘Aisha, wahyu datang kepadanya….! Ia-lah satu-satunya. Itulah alasan mengapa ia sangat mencintai ‘Aisha.
        Di Sahih El Bukhari, Hadis 7644, dikatakan: “Menuturkan ‘Aisha, ‘sang Rasul biasanya membacakan Al Qur’an saat kepalanya ada di pangkuanku dan aku sedang menstruasi.’”
        Di website internet El Azhar, Sunan Abu Dawood, Hadis 270, berkata: “‘Aisha melaporkan, ‘Rasul Allah masuk di malam hari saat aku sedang menstruasi dan berkata, ‘Datanglah ke dekatku’. Aku berkata, ‘Aku sedang menstruasi’. Aku berkata, ‘Buka pahamu.’ – Maafkan saya karena bahasa ini, jika ada keluarga, anak-anak kecil, laki-laki maupun perempuan yang menonton. Maafkan saya, tetapi ini ada di buku – ‘Buka pahamu.’ Jadi aku membuka kedua pahaku. Kemudian ia meletakkan pipi dan dadanya di pahaku dan tidur.’”
        Ini hal-hal yang mengerikan untuk ditulis di buku-buku dan sumber-sumber Islam yang dianggap sakral. Mereka percaya hal ini merupakan wahyu, seperti Al Qur’an!!
        Apakah ini dapat tertulis di buku-buku mereka? Kotor! Kami menginginkan sebuah penjelasan dari para imam.
        Antoine: Sulit untuk berbicara seperti ini, terutama di depan keluarga dan orang-orang muda.
        Akan tetapi, terima kasih telah menjelaskannya.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, ini sulit, tetapi kebenarannya adalah ini semua merupakan sumber-sumber Islam dan ini ditemukan di Hadis sakral. Orang-orang Muslim membanggakan Hadis-Hadis ini.
        Mengapa ditutup-tutupi? Mengapa orang Muslim tidak menyebutkan ini di saluran satelit dan semua siaran Islam mereka? Mengapa mereka tidak menyebutkan hal-hal seperti ini, kemudian mempelajari dan menjelaskannya? Mengapa ada penggelapan media seperti ini?
        Jika hal ini membuat kita merasa jijik, apa yang dapat Anda katakan mengenai Sunan Abu Dawood, Hadis 2388? Sangat memalukan untuk membicarakan hal ini. Dikatakan: “‘Aisha melaporkan bahwa sang Rasul suka menciumnya ketika ia sedang berpuasa… – Saya tidak tahu sisa Hadis-nya. – …Sang Rasul menghisap lidah ‘Aisha ketika berpuasa.”
        Ini sangat sulit dan sebenarnya saya sangat ragu-ragu untuk membacakan apa yang ada di ‘Sunan El Nasa’i’, buku yang membicarakan apa yang dilakukan sang Rasul ketika salah satu dari istrinya sedang menstruasi.
        “Gumay’ Ibn ‘Omair melaporkan bahwa ibunya dan bibinya mendatangi ‘Aisha dan bertanya kepadanya, ‘Apa yang rasul Allah lakukan ketika salah satu dari engkau sedang menstruasi?’ Ia berkata, ‘Jika salah satu dari kami sedang menstruasi, ia akan memintanya untuk mengikatkan pembalut pinggang dan kemudian ia akan menyentuh dada dan payudaranya.’”
        Saya mohon maaf kepada para pemirsa mengenai hal ini, tetapi saya ingin menanyakan para sheikh yang terhormat agar memberikan pendapat mereka atas Hadis seperti ini, terutama karena Hadis ini dianggap beralasan, seperti disebutkan di Sunan El Turmuzi, Hadis 122. Dikatakan: “Abu Issa berkata bahwa Hadis ‘Aisha beralasan, dituturkan lebih dari satu orang teman terpercaya dan pengikut rasul. Disebutkan oleh Shafei, Ahmad dan Ishak.”
        Antoine: Semua cerita mengenai seks diceritakan oleh ‘Aisha. Bukankah itu benar?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Apakah ini dianggap baik atau buruk? Sebenarnya, walaupun kata-kata ini sulit dan aneh, orang-orang Muslim saat ini harus melihat bagaimana isu pribadi Muhamad dan ranjangnya telah dengan bebas diceritakan. Saya pikir apa yang ‘Aisha lakukan telah membantu kita mengerti lebih banyak mengenai nilai-nilai dan perilaku Muhammad.
        Mengenai hal-hal eksplisit ini, cukup mengutip Malik’s Muwatta, buku Kesucian, Hadis 116. Dikatakan: “Nafi’ menuturkan bahwa Ubaydullah Ibn Abdullah Ibn Omar mengirimkan sebuah pertanyaan kepada ‘Aisha, menanyakan… – Seorang laki-laki dikirim untuk bertanya kepada ‘Aisha – …‘Bolehkan seorang laki-laki membelai istrinya ketika ia sedang menstruasi?’… – Hal yang mengerikan untuk mengajukan pertanyaan yang sangat blak-blakan ini kepada seorang perempuan. – …Ia menjawab, ‘Biarkan ia mengikatkan pembalut pinggang dibagian bawahnya, kemudian ia boleh membelainya.’’’
        Apakah ia seorang pembuat hukum atau apa? Saya tidak mengerti, tetapi ini merupakan hal yang sangat sulit untuk dibicarakan.
        Di Musnad Ahmed, Hadis 25565, dikatakan: “‘Aisha menuturkan dan berkata, ‘Sang rasul, semoga doa dan damai Allah besertanya, membelai aku saat aku sedang menstruasi dan ia masuk denganku ke bawah selimutku saat aku sedang menstruasi.’”
        Kemudian, di ‘Fath al-Bari fi Sharh Sahih Bukhari’ oleh Asqalani, buku mengenai membelai dan berpuasa, Hadis 1792 berbicara mengenai bagaimana ‘Aisha berbicara dengan laki-laki mengenai cara membelai istri-istri mereka. Ia menasehati mereka tentang apa yang harus mereka praktekkan.
        Asqalani berkata: “Malik menuturkan di Muwatta bahwa Abdullah Ibn Abdul Rahman mendatangi ‘Aisha dan ‘Aisha berkata kepadanya, ‘Apa yang menghalangimu mendekati istrimu, dan membelai serta menciumnya?’ … – Jika ia hanya menjawab pertanyaan, akan lebih baik, tetapi disini ia memulai pembicaraannya. – …Ia berkata, ‘Dapatkah aku menciumnya ketika aku sedang berpuasa?’ Ia berkata, ‘Ya.’”
        Dan ia menyebutkan apa yang ada di Sunan Abu Dawood, Hadis 2388, bahwa sang Rasul menciumnya ketika sang Rasul sedang berpuasa dan menghisap lidahnya.
        Ia seorang penasihat!
        Antoine: Bagaimana ‘Aisha dapat membagikan rahasia kehidupannya dengan rasul Islam? Apakah benar-benar ia yang melakukannya atau orang lain yang menuturkannya di kemudian hari?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya, di artikel tanggal 16 November 2004 di website Islam Online, saya membaca mengenai keputusan hakim resmi.
        Keputusan hakim mengenai perilaku hubungan seksual, dikatakan: “Rasul Allah melarang laki-laki membicarakan apa yang mereka lakukan terhadap istri-istrinya… – Ia melarang mereka berbicara mengenai kehidupan pribadi mereka dengan orang lain. – …dan ia melarang perempuan untuk berbicara kepada orang lain mengenai apa yang terjadi antara dia dengan suaminya, dan berkata, ‘Jangan lakukan ini karena hal ini seperti setan menemukan setan betina dan berhubungan seksual dengannya dengan ditonton orang-orang.’”
        Hadis menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang boleh menyebutkan ini, jadi bagaimana ‘Aisha mengetahui semua hubungan pribadi Muhammad dengan istri-istrinya? Ini sangat mengerikan!
        Ada dua pertentangan disini! Sebuah masalah besar. Anda lihat?
        Saya memposisikan ini sebagai pertanyaan karena hal-hal ini ditemukan di buku-buku. Saya hanya bertanya. Mohon berikan kami jawaban supaya kami dapat mengerti. Apa ini semua dan apa artinya?
        Kami menghormati kepandaian kami dan selama buku-buku tersebut ada di pasaran, kami akan membacanya dan mengajukan pertanyaan. Kemudian kami akan membagikan penemuan-penemuan kami kepada saudara-saudara Muslim kami supaya mereka dapat memikirkannya juga.
        Saat ini, orang memiliki mental yang berbeda dengan orang dulu. Mereka mencoba mengerti apa yang mereka baca. Itulah mengapa saya mendorong para pemirsa untuk membaca, berpikir, bertanya, dan menemukan kebenaran.
        Antoine: Terima kasih. Dapatkah Anda memberikan pesan kasih dan damai dari Kitab Suci?
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja. Perkataan Isa Al-Masih dapat ditemukan di Kotbah di Bukit, yaitu di Kitab Injil Matius, pasal 5, 6 dan 7.
        Kita sampai kebagian dimana Ia berkata, “Jangan menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat, yaitu hukum yang terdapat dalam Kitab Suci Taurat, atau Firman yang telah disampaikan Allah melalui para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum langit dan bumi lenyap, satu titik atau satu huruf terkecil pun dari Kitab Suci Taurat tidak akan ditiadakan sampai semuanya digenapi. Sebab itu barangsiapa meniadakan salah satu perintah yang terkecil sekalipun dari hukum Taurat lalu mengajarkannya kepada orang lain, maka ia akan memperoleh kedudukan yang paling rendah dalam Kerajaan Surga. Tetapi barangsiapa melakukan hukum Taurat dan mengajarkannya, maka ia akan memperoleh kedudukan yang tinggi dalam Kerajaan Surga. Karena itu Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak melakukan kehendak Allah lebih daripada para ahli Kitab Suci Taurat dan orang-orang dari mazhab Farisi, maka kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
        Jadi Isa Al-Masih tidak datang untuk meniadakan atau membatalkan! “Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Ini penting.
        Isa Al-Masih menggenapi, Ia tidak meniadakan. Kemudian Ia berkata bahwa tidak ada satu titik atau satu huruf terkecilpun akan berlalu dari Kitab Suci, sampai digenapi.
        Bagian yang paling indah adalah ketika Ia berkata, “…Tetapi barangsiapa melakukan hukum Taurat dan mengajarkannya, maka ia akan memperoleh kedudukan yang tinggi dalam Kerajaan Surga.”
        Seseorang harus menerapkan apa yang ia baca. Ia harus membaca buku, bukan hanya membacanya sepintas seperti membaca surat kabar. Akan tetapi, kita membaca untuk belajar, mengerti dan menerapkan kata-kata itu. Kita harus menjadi pelaku dan bukan hanya pendengar. Jika saya tidak dapat menerapkan kata-kata itu, saya harus meminta Allah agar memberikan saya kekuatan. Saya harus berkata, “Allah, berikan aku kekuatan untuk melakukannya.”
        Kita harus membiarkan pintu terbuka antara kita dan Allah. Saya dapat berbicara kepada Allah seperti kepada Bapa saya sendiri, dan berkata, “Bapa, ajari aku, kuatkan aku, tolong aku, beri aku. Aku ingin melakukan PerkataanMu tetapi aku tidak dapat melakukannya. Aku ingin Engkau menguatkan aku dengan Ruh Kudus-Mu, untuk memungkinkan aku melakukan PerkataanMu.”
        Apakah Anda mengerti? Allah akan memberikan Anda semuanya… segalanya. Allah tidak hanya duduk di menara tinggi, Ia Maha Hadir. Ia ada dengan saya, dengan Anda, dan dimanapun juga. Oleh karena itu, pemirsa terkasih, minta Allah memenuhi hati Anda dengan keberadaanNya supaya Anda dapat merasakan kehidupan bersama Dia, dengan karunia dan berkat Isa Al-Masih.
        Antoine: Amin.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.
        Antoine: Terima kasih banyak dan terima kasih kepada para pemirsa terkasih.
        Jangan lupa untuk menulis kepada kami ke alamat yang akan muncul di layar sebentar lagi. Jika ada yang ingin menerima sebuah Kitab Suci gratis atau Kitab Taurat, kami akan dengan senang hati mengirimkannya kepada Anda
        Jika Anda mempunyai pertanyaan, kami akan menjawabnya melalui internet atau program ini.
        Allah memberkati Anda. Sampai berjumpa di lain waktu.
        Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin.
        amel El Sa’d

      • penuai berkata:

        Wuihhh panjang banget masss….terimkasih sudah berkunjung…
        GBU

  4. Rony berkata:

    Apa sih untungnya buat saudara2 sepupu ismail kalo Yesus disalib atau tidak disalib?
    Kenapa musti berbantahan terus?

    Sekarang dengarkan pendapat saya. Seharusnya, messias itu menyelamatkan jiwa atau justru dirinya sendiri belum tentu selamat sehingga setiap hari harus menagih janji Tuhan agar dia bisa selamat dan masuk sorga?
    Jika seorang messias sendiri saja belum tentu selamat, apalagi umatnya?
    Atau mungkinkah Tuhan berbohong sehingga harus ditagih janjinya tiap hari?

    Sekarang mengenai cobaan. Hikmah apa yang bisa diambil kalo kita sakit terus mati? Atau hikmah apa yang bisa diambil kalo sesudah tsunami besar terjadi banyak orang yang mati?
    Bagaimana seseorang yang sdh mati disuruh mengambil hikmah?
    Jangan salahkan Tuhan untuk setiap hal yang terjadi. Untuk apakah Tuhan mencobai umat-Nya? Untuk naik kelas?
    Ah, masak sih! Kalo begitu di sorga ada yang penuh hikmat ada yang o’on dong.

    Begini nih, Tuhan tidak pernah mencobai. Dan jangan pernah mencobai Tuhan.
    Yang mencobai kamu itu iblis. Ngapain Tuhan iseng2 coba2 ngerjain kita?
    Siapa pun yang tidak beserta Tuhan, menentang Tuhan! Tidak ada posisi netral.

    Satu2nya orang yang punya 4 gelar yang pernah dicobai Tuhan hanya Ayub, itu juga karena iblis yang minta!
    Gelar Ayub ada 4 yaitu jujur, saleh, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan.
    Gelar itu Tuhan yang ngomong sendiri. (Hmm sedap, kapan ya aku juga dapat gelar) Bukan gelar hasil buatan manusia.

    Siapa pun anda, apalagi anda percaya Tuhan, jangan pernah lagi menyalahkan Tuhan untuk apapun juga. Kamu itu debu. Lebih baik menjadi debu yang mengucap syukur senantiasa.
    Karena dialkitab berkata, siapa pun yang lebih cinta kepada istrinya, anaknya, orangtuanya, dan hartanya, dia tidak layak mengikut Aku.
    Dan pastilah karena hal2 duniawi itu kamu bersungut2.

    Shalom.

  5. parhobass berkata:

    atau kalau mau lengkapnya bisa dilihat lebih dari 300 nubuat di tiap Alkitab PL :
    buka di

    over-300-prophecies

    kiranya bermanfaat

  6. jo berkata:

    Okay.. Yesus memang nabi.
    TAPI Nabi ISA BUKAN TUHAN..
    Tapi nabi utusan Allah.
    (Yg diberi mujizat Allah untuk membantu org yg membutuhkan. Doanya aja minta ke Allah. Jadi jelas kan siap yg Tuhan…??)
    Allah…
    Pinterrr…..

  7. curie loho berkata:

    Em…….perspektif beda…boleh yah……menurut saya YESUS itu TUHAN yg menyerupai manusia cox ALLAH tidak terbatas pada ruang dan waktu. Karena mau menjangkau manusia…..maka merendahkan diri menjadi manusia(cox kalau sekarang kalau mau menjangkau manusia maka banyak yang mencari kedudukan tinggi dahulu).Dengan menyerupai manusia maka jadi terbatas ruang dan waktu supaya bisa terlihat (sesuai yang diijinkan dan disepakati)tetapi sebagai ALLAH yang berkuasa,kekuasaanNYA mutlak dan pemerintahan disurga tetap dalam tanganNYA. Dengan menjadi manusia…..walau ALLAH,tetap juga tunduk dalam sebuah hukum. DOA harus ke ALLAH karena mengingat hukum dunia…..mengajarkan walau DIA itu ALLAH namun ketika menjadi manusia….DIA melewati birokrasi yang seharusnya…
    BTw percaya gak percaya….bagusan tanya ke ALLAH lewat doa…ALLAH pasti bersedia menjawab pertanyaan kita….walau gak instan maybe dgn pengalaman selanjutnya….yang kita perlukan adalah memahami maksudnya.

  8. Lala berkata:

    Mw dibilang apa kek. . .
    Cuma Yesus Dihatiku. . .
    ^ ^
    Gbu All . . .

  9. andreas berkata:

    Bolehkah saya menyunting tulisan ini lalu membuatnya menjadi document Words atau PDF dan memberikan kepada teman-teman baik sekantor maupun diluar kantor?
    Dalam hal ini saya hanya ingin mangambil tulisan mengenai “Apakah Yesus Mesias dan juga mengenai penyaliban-Nya” dan saya tidak akan menyantumkan nama siapapun.
    Saya berharap mendapat ijin tsb. terima kasih.

  10. Shalom berkata:

    Sobat, yang menantikan Messias itu kan mereka yang memegang kitab Taurat, dan YHWH nama Tuhannya. Mengapa kamu pusing?

  11. WHY??? berkata:

    Heraaaannnn deh!!!

    Nanti waktu Tuhan dateng biar Dia yg jawab deh. Itu juga kalo kamu berkenan untuk dijumpainya, which is saya ragu.

    Apalagi kalau kamu sudah mempelajari Kitab Taurat dalam bahasa aslinya, bisa terkaget2.

    JESUS is The Meshiah.

    Orang Yahudi yang “mempunyai” kitab Taurat sejak zaman Musa ªjª, sudah banyak yang mengakui.

    Tapi kalau tidak dijawab nanti ngedumel.

    Saat itu, Tuhan menjajnjikan kepada Daud bahwa kerajaannya tidak berkesudahan. Jadi mereka yang menantikan penyelamatan Tuhan meyakini bahwa Messias pasti dari keturunan Daud. Karena itu Yesus dipanggil anak Daud.

    Bahkan karena ada seorang buta yang memanggil Yesus Anak Daud, dia disembuhkan, dan Yesus berkata “iman mu telah menyelamatkan engkau”. Artinya, orang buta itu walau dia buta, dia bisa melihat bahwa Yesuslah messias yang dijanjikan Tuhan.

    Tetapi Yesus tetaplah Tuhan dan Raja. Dia juga harus menerangkan bahwa dia ‎​βϋκαη hanya anak Daud, Dia juga Tuhan. Karena sebagai anak Daud tidak perlu dibantahlah itu, karena dia lahir dari keturunan Daud. Pastilah Dia anak Daud secara generatif.

    Tapi sebagai Tuhan, Dia harus menyatakan diri. Supaya orang percaya dan diselamatkan.

    🙂

Komentar ditutup.