Mengapa TUHAN harus menjadi Manusia ?, mengapa manusia harus ditebus dengan darah ?….Bagian IV

PERHATIAN : Luangkan waktu anda untuk membaca artikel ini, isi artikel ini akan membuka pikiran anda untuk mengetahui RAHASIA TERBESAR mengenai penebusan manusia !!!….MENGAPA TUHAN HARUS MENJADI MANUSIA ? dan MENGAPA MANUSIA HARUS DITEBUS DENGAN DARAH ?. Atau kalau anda merasa artikel ini terlalu panjang SILAHKAN DOWNLOAD VERSI Wordnya klik di sini :Kimiawi darah.doc

baca artikel sebelumnya Klik di sini
DARAH YANG KUDUS

Pembuahan oleh Roh Kudus merupakan satu­-satunya cara sehingga kelahiran suci menjadi sempurna. Maria memberi makanan kepada tubuh jasmani Yesus sehingga secara daging Ia disebut keturunan Daud. Roh Kuduslah yang menyumbangkan darah Yesus. Darah yang tidak berdosa. Darah yang kudus. Darah yang mahal, dan tidak akan pernah ada yang seperti itu. Darah-Nya adalah‑

DARAH YANG TIDAK BERSALAH

Yudas berkata, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah” (Matius 27:4). Tuhan kita tidak bersalah. Dia menjadi sama seperti kita dalam segala hal — kecuali dosa; menjadi serupa dengan kita dengan SATU PENGECUALIAN — tidak dibuahi oleh bapa manusia, namun sebaliknya la dibuahi oleh Allah Bapa. Akibatnya, secara biologia, di dalam diri-Nya mengalir darah yang kudus, darah yang tidak berdosa. Dan karena darah-Nya adalah darah yang tidak berdosa, maka darah-Nya juga adalah‑darah yang tidak dapat binasa.

DARAH YANG TIDAK DAPAT BINASA

Dosa mengakibatkan darah manusia menjadi fana. Segera setelah kematian, maka kebinasaan akan dimulai dari darah. Inilah sebabnya mengapa daging harus di­keringkan sama sekali dari darahnya. Inilah juga sebabnya mengapa para pembalsem mencampur cairan balsem ke dalam darah. Daud berkata bahwa ‘tubuh Yesus tidak akan melihat kebinasaan.’ Walaupun Ia telah mati selama tiga hari tiga malam, tubuh-Nya tidak binasa. Karena Ia tidak berdosa, mereka tidak bisa membunuh-Nya, namun sebaliknya secara sukarela Ia menyerahkan nyawa-Nya karena Ia akan bangkit lagi. Dia bangkit dengan kuasa­Nya sendiri karena maut tidak berkuasa atas-Nya, kecuali atas orang-orang berdosa, dan ketika hal itu terjadi‑

Maut tidak berkuasa atas-Nya‑

Yesus, Juruselamatku;

Dia menghancurkan setiap penghalang­Yesus, Tuhanku.

Dari liang kubur la bangkit,

Dengan kemuliaan atas lawan-lawan-Nya.

Hai orang-orang yang berdosa, sudahkah engkau

Dia sebagai juruslamat dan sudahkah engkau dibasuh dengan darah-Nya yang mahal? Jika belum, saudara masih tetap berada di bawah kutuk dan kematian yang dahsyat. Terimalah Dia saat ini dan dengarkanlah apa yang dikatakan-Nya:

[8]Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. “‘Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenar­kan oleh darah-Nya, kita pasti akan diaelamatkan dari murka Allah.

Roma 5:8-9

KEKUDUSAN DARAH

14′Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Kejadian 9:4

Ini merupakan bagian dari perintah yang pertama kali yang Allah berikan kepada manusia setelah Allah menghukum bumi dan segala isinya dengan Air Bah pada zaman Nuh. Setelah kejahatan manusia naik sampai kepada Allah, Allah ingin menghukum manusia. Makanya Allah mengirimkan Air Bah yang luar biasa ke atas bumi dan membinasakan semua makhluk kecuali SATU KELUARGA — sebuah keluarga yang oleh anugerah Allah tetap hidup di dalam takut akan Allah di antara generasinya. Dengan keluarga yang baru ini Allah membersihkan dan memperbaharui bumi, Allah memulai lembaran baru dalam sejarah kehidupan manusia. Setelah Allah mengeluarkan Nuh dan keluarganya dari dalam bahtera, Ia memberikan beberapa perintah — semua yang harus dilakukan oleh Nuh — termasuk janji Allah bahwa penghukuman yang sama tidak akan terjadi lagi.

Kita tahu bahwa bumi dipenuhi dengan kejahatan, dan dosa pertama yang dilakukan setelah kejatuhan manusia adalah dosa penumpahan darah Habel yang tidak bersalah. Darah ini berteriak dari tanah menuntut balas kepada Allah. Jika darah yang tidak bersalah itu berteriak untuk menuntut balas pada waktu Air Bah di zaman Nuh, tidakkah Allah juga akan membalaskan darah mereka yang mati saat ini karena kejahatan akhir zaman yang tidak diaangsikan lagi dalam menggenapi firman Allah yang berkata:

[37] Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian

pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Matius 24:37

Ya, suatu hari kelak la- akan datang untuk meng­akhiri kekuasaan roh-roh jahat di bumi, dan membersih­kan dunia dengan penghakiman seperti Air Bah dan Ia akan menegakkan kerajaan damai-Nya di atas bumi yang baru dan yang diaucikan.

DARAH ITU KUDUS

Karena nyawa ada di dalam darah, dan bukan di dalam daging yang diciptakan Allah, Ia memperbolehkan manusia untuk memakan daging, tetapi haruslah tanpa darah. Allah sangat menekankan hal ini. Dalam perayaan-perayaan dan ibadah bangsa Iarael, Ia menegas­kan lagi perintah-Nya dalam Kejadian 9:4, ketika Ia berfirman:

[26]Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan. 1271Setiap orang yang memakan darah apapun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.

Imamat 7:26-27

Perintah yang sama diulangi dengan lebih jelas di dalam Imamat 17. Allah berkata, “Janganlah makan darah apa pun juga.” Begitu tegasnya perintah Allah ini sehingga setiap orang yang melanggarnya, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya. Daging yang belum benar-benar dikeringkan dari darahnya tidak boleh dimakan, demikian juga halnya dengan daging binatang yang mati dicekik.

Saat ini, orang Yahudi ortodoks tetap memegang perintah ini dan tidak akan makan apa-apa selain daging kosher, yaitu daging yang tidak ada darahnya dan yang telah diaembelih menurut aturan hukum Taurat. Adanya toko daging kosher dan jenis masakan yang mengandung daging kosher merupakan bukti dari kekudusan darah.

KITA HIDUP DI BAWAH KASIH KARUNIA

Kini akan ada yang berkata, “Tetapi kita hidup di bawah kasih karunia dan perintah itu diberikan kepada orang Yahudi ketika mereka hidup di bawah hukum Taurat.” Keberatan seperti itu tidaklah berarti. Allah pertama kali memberikan perintah kepada Nuh dan Nuh tidak hidup di bawah hukum Taurat. Nuh hidup ribuan tahun jauh sebelum hukum Taurat disampaikan kepada Musa di Gunung Sinai. Lebih dari itu, setelah hukum itu digenapi di dalam Kristus dan zaman kasih karunia dimulai, Allah dengan hati-hati mengingatkan kita bahwa aturan ini tetap berlaku: janganlah kamu makan darah.’ Di dalam Kiasah Para Rasul 15, kita membaca tentang sidang di Yerusalem. Sebuah pertanyaan yang men­jengkelkan timbul di tengah-tengah jemaat mula-mula setelah rasul Paulus dan Barnabas memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi. Orang-orang Yahudi anggota jemaat mula-mula menuntut bahwa orang-orang bukan Yahudi disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.

Timbul kontroversi yang menyakitkan, dan diadakanlah sidang di Yerusalem untuk memutuskan perkara ini. Rasul Paulus dan Barnabas datang dari Antiokhia untuk menghadiri sidang ini, dan setelah perselisihan itu mereka kembali kepada orang-orang bukan Yahudi di Antiokhia yang telah menjadi percaya dengan pesan berikut:

“”‘Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka.”

Kisah Para Rasul 15:24

Perhatikan dengan seksama apa yang dikatakan oleh para rasul: ‘Kami tidak pernah memberikan perintah seperti itu.’ Mereka menyangkal bahwa mereka pernah mengajarkan bahwa Jemaat harus hidup di bawah hukum Taurat atau orang-orang bukan Yahudi yang telah menjadi percaya harus disunat. Setelah 1900 tahun, Gereja tetap dijengkelkan oleh aturan-aturan ini yang membuat orang Yahudi terpisah dari kita semua, tetapi para rasul dengan tegas mengatakan bahwa kita tidak lagi hidup di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Orang Kristen tidak memelihara hukum Taurat karena ia harus melakukannya, tetapi ia melayani Allah karena rasa syukurnya sebab ia telah dilepaskan dari kutuk hukum Taurat. Sekarang perhatikan apa yang dikatakan lebih jauh oleh para rasul:

[28]Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: [29]kamu harus men­jauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.

Kisah Para Rasul 15:28-29

Mereka tidak hidup di bawah hukum Taurat, tetapi mereka tetap harus menjauhkan diri dari memakan darah, bukan karena mereka hidup di bawah hokum Taurat, tetapi karena kekudusan darah, yang adalah nyawa segala makhluk. Allah telah memerintahkan Nuh ribuan tahun sebelum la memberikan hukum Taurat. Ini berlaku sepanjang masa hukum Taurat dan walaupun masa hukum Taurat itu telah berlalu, perintah itu tetap berlaku sampai hari ini.

MENGAPA KINI TIDAK PERLU ADA DARAH?

Perintah Allah tidak pernah berubah, tetapi selalu masuk akal dan logika. Banyak alasan yang bisa ditemukan untuk berpantang dari darah. Kita bisa menyebutkan alasannya, antara lain berhubungan dengan kesehatan dan ilmu kesehatan, tetapi ada dua alasan yang lebih menyolok.

Pertama, nyawa ada di dalam darah dan nyawa itu kudus. Itu adalah karunia Allah yang istimewa dan berasal dari nafas Allah sendiri. Di dalam kitab Kejadian, Musa memberitahukan kepada kita kenyataan ini:

[7]ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Kejadian 2:7

Sekarang ikuti dengan seksama pernyataan yang tertulis di dalam Alkitab ini. Karena nyawa ada di dalam darah, maka tanpa darah semua makhluk tidak akan bernyawa. Adam dibentuk dari debu tanah — segumpal tanah tanpa nyawa. Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, dan kemudian ia menjadi makhluk yang hidup. Karena nyawa ada di dalam darah, yaitu darah yang Allah berikan ke dalam tubuh Adam ketika la menghembuskan nafas hidup ke dalam tubunya. Tubuh Adam berasal dari tanah, tetapi darahnya berasal langsung dari Allah. Allah mau agar kita menghormati kenyataan ini, bahwa nafas Allahlah yang memenuhi seluruh makhluk dengan darah. Memakan darah berarti menghina nyawa yang diberikan Allah karena nyawa ada di dalam darah.

DARAH YANG MAHAL

Alasan yang kedua adalah alasan yang lebih jelas. Darah merupakan satu-satunya harga untuk penebusan. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, sesuatu terjadi pada darahnya, karena nyawa ada di dalam darah. Termasuk menjadi fana dan akan binasa, darah Adam menjadi fana karena dosa dan berakibatkan maut. Untuk menebus orang yang sudah mati dalam dosa ini, nyawa harus diberikan lagi. Satu-satunya penebus bagi maut adalah nyawa.

Nyawa ini ada di dalam darah, dan darah yang harus diaediakan adalah darah yang tidak berdosa dan tidak dapat binasa. Padahal tidak ada seorang pun dari keturunan Adam yang bisa melakukan hal ini. Karena semua keturunan Adam telah mati. Karena semua keturunan Adam telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Para malaikat tidak dapat menyediakan darah karena mereka adalah rah yang tidak mempunyai darah dan daging.

Hanya ada satu, ya, HANYA SATU, yang dapat menyediakan darah itu: Anak Allah yang di-lahirkan dari seorang anak dara, dengan tubuh manusia, tetapi darah yang mengalir di dalam tubuh-Nya adalah darah yang kudus, yang diperanakkan oleh Roh Kudus. Pada bagian lain kita bisa melihal secara ilmu pengetahu-an bahwa setiap tetes darah dalam tubuh seorang bagi dibentuk di dalam fetus dan terpisah dari ibunya, sedang-kan sel telur sang ibu yang telah dibuahi akan mem-bentuk segumpal daging kecil yang dinamakan janin.

Tubuh Yesus berasal dari Maria; darah-Nya berasal dari Roh Kudus. Darah yang tidak berdosa dan supranatural inilah yang merupakan satu­-satunya darah untuk mem-bayar harga penebusan yang bisa diterima Allah, tanpa mencemari keutuhan ke­kudusan Nya. Maut hanya bisa dihapuskan oleh nyawa. Suatu transfusi darah harus dilakukan dan disediakan.

TRANSFUSI DARAH

Sekarang ini kita banyak mendengar tentang transfusi darah. Banyak nyawa yang telah tertolong dengan prosedur ini. Dalam kasus pendarahan dan penyakit lainnya, darah dari individu yang sehat diaalur­kan melalui setang ke se penderita dan penderita ini terselamatkan. ‘Transfuse’ yang terbesar terjadi ketika seseorang yang berdosa, yang telah mati dalam pelanggaran dan dosa-dosanya, diaelarnatkan oleh darah Kristus pada saat la menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Yang dibutuhkan hanyalah iman kepada darah yang menyelamatkan.

BANK DARAH

Kita juga banyak mendengar akhir-akhir ini tentang adanya BANK DARAH. Bank darah adalah suatu tempat di mana darah dari individu yang sehat diambil untuk keperluan pada masa nanti guna mengobati orang-orang yang mengalami penyakit atau kecelakaan. Dengan menambahkan beberapa larutan ke dalamnya, darah yang diambil dari individu yang sehat itu diaimpan di dalam suatu ruangan steril (bebas hama) dan akan digunakan nantinya.

Larutan ini tidak mengakibatkan berkurangnya keberadaan darah itu sendiri sehingga ia bisa digunakan untuk masa yang akan datang. Orang-­orang diminta datang ke rumah sakit atau laboratorium untuk menyumbangkan darah mereka. Di sana, darah mereka diambil, diteliti dan disimpan.

Dengan cara demikian akan ada persediaan darah untuk transfuse apabila terjadi kecelakaan. Betapa hebat penemuan yang telah dilakukan oleh para ahli. Sekarang, saudara bisa menyumbangkan darah saudara yang suatu saat nantinya dapat menyelamatkan nyawa orang lain yang tidak saudara kenal yang berada ribuan mil dari saudara.

BANK DARAH ALLAH

Namun semuanya itu tidaklah ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang telah Allah lakukan 1900 tahun yang lalu. Di mana pada saat itu seorang Manusia mencurahkan seluruh darah-Nya yang tidak berdosa di atas kayu salib di bukit Kalvari. Di sanalah Bank Darah dibuka dan di bank itu tersedia darah Tuhan Yesus.

Darah-Nya cocok untuk semua golongan darah, ber­manfaat bagi semua orang dan gratis bagi semua orang yang ingin melakukan ‘transfusi’ melalui karya Roh Kudus. Yang perlu saudara lakukan hanyalah menerima‑Nya dengan iman.

Kita harus menambahkan larutan kimia ke dalam bank darah kita jika kita ingin menyedia­kannya, dan kadangkala sering juga tercemar. Tetapi tidak ada larutan apa pun yang perlu ditambahkan ke dalam darah-Nya yang mahal, karena darah-Nya adalah darah yang tidak dapat binasa dan tidak berdosa. Tidak ada setetes pun dari darah-Nya yang terbuang dengan sia-sia. Darah-Nya adalah darah yang tidak dapat binasa.

[18]Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyang­mu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, [19] melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”

1 Petrus 1:18-19

Haleluya bagi darah Kristus! Para pembaca, tahukah saudara bahwa darah-Nya itu tetap sesegar dahulu dan sampai selama-lamanya? Darah-Nya tidak dapat binasa. Ada suatu nyanyian rohani yang berbunyi seperti berikut:

Diatas kayu salib darah-Nya tertumpah

Menebus dosa dan pelanggaran kita.

Itu tidak benar. Darah Yesus bukan ‘tertumpah’. Darah yang tertumpah adalah akibat dari suatu kecelaka­an. Kematian Kristus bukanlah suatu kecelakaan. Dia menyerahkan nyawa-Nya dan dengan sukarela men­curahkan darah-Nya yang mahal sehingga kita bisa diaelamatkan.

Oh, orang yang berdosa, tidakkah saudara mau menerima darah yang mahal itu sekarang! Tidak ada yang lain yang dapat menyucikan saudara dari pelanggaran dan kuasa dosa. Terimalah Dia saat ini dan saudara akan diselamatkan.

Bagi saudara yang telah percaya dan yang telah meninggalkan dosa-dosa saudara, ingatlah‑

[9]“Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

1 Yohanes 1:9

PERCAYALAH KEPADANYA SEKARANG

Ada suatu aliran air yang dipenuhi dengan darah Mengalir turun dari pembuluh darah Imanuel; Dan orang berdosa, membenamkan dirinya ke dalam aliran itu, sehingga terhapuslah dosa-dosanya



Iklan

8 thoughts on “Mengapa TUHAN harus menjadi Manusia ?, mengapa manusia harus ditebus dengan darah ?….Bagian IV

  1. Robinson A. Sihotang berkata:

    Lae terkasih

    Spy blog anda ini dikenal maka lae hrs siap juga bertempur di blog2 lainya dgn memberikan kesaksian iman teguh. Tidak ada salahnya lae juga memberikan komentar pd setiap blog yg berlawanan dgn itikad yg tulus dan bukan hendak mencari masalah.
    Salam kasih…

    • penuai berkata:

      Terimakasih dah berkunjung lae 🙂
      Saya memang jarang memberikan komentar di blog-blog saudara kita yang lain. Prinsip saya sederhana, saya hanya mau menolong-orang yang mau ditolong. Terkadang ada beberapa orang yang merasa bahwa dirinya tidak perlu untuk ditolong. Kalau ada pengunjung yang bertanya saya jawab, tapi klo ndak mau percaya saya juga ndak maksa. Itulah mengapa saya jarang terlibat “pertempuran” di blog-blog lainnya.
      Bagi saya sederhana sekali, sama seperti yang dikatakan TUHAN Yesus, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabit, tetapi orang sakitlah yang memerlukan Tabit”. Kebanyakan saudara-saudara kita yang melakukan perdebatan panjang selalu merasa tidak membutuhkan “tabit”.
      Seperti halnya TUHAN Yesus juga tidak pernah melayani dan terlibat dalam perdebatan yang bertele-tele dan panjang lebar. Seperti yang Lae tau sendiri…bahwa teman-teman (halak kita silom) cenderung suka berdebat panjang dan bertele-tele.

      Salam kasih laeku…
      GBU

  2. Robinson A. Sihotang berkata:

    @ Penuai

    Saya menghargai pendapat lae..
    Semoga kita saling memperlengkapin kekurangan kita masing-masing . Sebagai laskar Kristen yg maju demi kemuliaan Kristus Tuhan kita . Amen Haleluya

  3. gideonidea berkata:

    Saya punya bukunya. Dan saya mengajarkan ini ke mahasiswa saya beberapa waktu yg lalu. Terus berkarya didalam Blog! GBU

  4. jo berkata:

    Kalo laskar kristen apanya laskar kristen…???
    Wkwkwkwk…
    Bencanda kalee le.. Tole….
    Ahehehehehe…
    Ketawa dong 🙂
    Gw aja ngetawain situ…

  5. jo berkata:

    Jiahhh… Salah ketik cuYy..
    Apanya laskar pelangi? (Jd mau malu..)
    Kwak kwak kwak…

Komentar ditutup.