TUHAN adalah Bapa dan Pembimbingku

Ketika dunia menggoda saya,” Hei, kamu begitu munafik. Di dunia ini tidak ada yang gratis. Bagaimana kamu dapat mendukung kebutuhan hidupmu jika kamu berkhotbah secara gratis dan tidak memiliki pekerjaan lain untuk mendukung keuanganmu ?, tidak akn ada yang mau membantu kamu selamanya”. Alkitab berkata, “Cukuplah kasih karunia-ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna (2 korintus 12:9). Dia juga berkata, “Pergilah dan beritakanlah : Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah juga dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendaat upahnya”. (Matius 10:7-10).

Ketika dunia menggoda saya, “Kamu memang bodoh. Kamu pergi melawan dunia. Banyak belajar telah membuatmu gila.” Alkitab berkata,”Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.” Di manakah orang yang berhikmat ? Di manakah ahli Taurat ? Di manakah pembantah dari dunia ini ? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan” (1 Korintus 1:18-19). Alkitab juga berkata,”Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.”. (1 Korintus 1:25).

Ketika dunia mengoda saya, “Kamu tidak berdaya. Kamu akan kehilangan segalanya karena imanmu itu. Kamu tidak rasional.” Alkitab berkata,”Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan mengangapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati Hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam  penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” (Filipi 3:7-11).

Ketika dunia menggodaku, “Kau akan segera mti karena imanmu itu. Kamu bukan hanya gila, tetapi juga mayat hidup.” Dengan karunia Allah, saya akan berkata,”namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,  melainkan Kristus yang hidup dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20).

Saya telah melayani Tuhan. Sesungguhnya, aku berkata kepadamu. Tuhan telah mengasihi aku. Ia menyediakan semua yang saya butuhkan, bukan hanya “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia (1 Korintus 2:9)”. Sahabatku, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu karena Dia adalah setia, Dia tidak akan pernah mengabaikan atau meninggalkanmu. Dia adalah Bapa dan Pembimbing kita.

Sebagai hamba Allah, kita tidak harus menggantungkan hidup kita pada uang/mammon. Kita tidak dapat melayani Allah dan kekayaan/uang sekaligus. Alkitab berkata, “Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon (Matius 6:24)”. Ketika keinginan dunia dan tipu daya kekayaan mendesak kita dan membuat kita tidak berbuah seperti benih yang jatuh di tengah semak duri, mintalah kepada Tuhan untuk memberikan anda kekuatan dan menjaga iman anda. Jika tidak, lepaskanlah gelar “pastor, gembala” anda dan mulailah membuat bisnis baru anda, karena jika kita mengkomersilkan Gereja Tuhan, menjual “susu” dan “woll” untuk keuntungan diri kita sendiri karena uang telah mengikat hati kita sedemikian rupa seperti Yudas Iskariot, maka Kepala Gembala akan berjuang dan berperang terhadap anda karena Dia akan membela domba-Nya yang berharga. Jadilah kuat dalam karunia-Nya, karena Alkitab berkata: ‘Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. (2 Timotius 2:4-7)”.  Tuhan memberkatimu.

Iklan

4 thoughts on “TUHAN adalah Bapa dan Pembimbingku

  1. curie berkata:

    terimakasih penuai…tulisan ini menguatkan saya.
    kadang keputusan yg kita ambil mungkin terlihat aneh dimata dunia.
    lanjut nulis penuai…
    tulisan penuai selalu ditunggu…

  2. hadinata berkata:

    bg buat artikel tentang kuda hijau di kairo donk….plis…..
    gbu

  3. Pucuk berkata:

    Selamat saudaraku, semoga Tuhan selalu memperjalankan kita di relnya.

  4. superprant berkata:

    met malem mas bro….

Komentar ditutup.