PENDAPAT MANUSIA TENTANG KESELAMATAN

PENDAPAT MANUSIA TENTANG KESELAMATAN

Selama hampir tiga puluh tahun dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, penulis menjumpai banyak orang yang ketika ditanya mengenai keselamatan selalu mengajukan argumentasi berdasarkan pikiran logis, ataupun berdasarkan kepercayaan yang telah dipegang mereka, yang pada umumnya bertentangan dengan Alitab yaitu Firman Allah.
Di samping sebagian orang yang tidak mau berbincang mengenai keselamatan, karena tidak mau atau tidak percaya, atau tidak mengacuhkan, beberapa di antara yang melayai pembicaraan memberikan jawaban atau pandangan yang dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :
1) Orang selamat apabila hidupnya saleh, (2) Orang selamat apabila ia rajin berbuat baik, dan(3) Orang selamat apabila ia mengasingkan diri dari dunia.
Sumber pandangan-pandangan di atas tentu dapat ditelusuri baik dalam ajaran-ajaran agama, filsafat, atau pun sekedar pemikiran manusia yang bersikap praktis. Pembahasan berikut akan berusaha menghindari penyebutan sumber ajaran dari salah satu golongan agama, demikian sehingga setiap orang dapat membaca tulisan ini tanpa merasa bahwa kepercayaan agamanya sedang dipersoalkan. Dengan kata lain, akan diusahaan pembicaraan bersifat praktis, terbuka, jujur dengan tujuan supaya dapat dilihat apa dan bagaimana manusssia memikirkan jalan keselamatan dari sudut pandang manusianya.

Orang Selamat apabila Hidupnya Saleh

Orang yang saleh artinya orang yang taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah.Jadi,pandangan di atas menyatakan bahwa seseorang itu selamat apabila ia sungguh-sungguh menjalankan ibadahnya. Tentu saja orang mengerti bahwa yang dimaksud dengan sungguh-sungguh-sungguh adalah benar-benar berusaha dengan segenap hati. Dalam pandangan ini, keselamatan tergantung pada kesungguhan hidup beribadah, dan di dunia ini banyak orang yang berusaha sungguh-sungguh beribadah.
Entah berapa banyak di antara orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah itu sudah pasti bahwa mereka sudah memiliki keselamatan. Banyak orang berusaha bersungguh-sungguh beribadah, ketika ditanyakan kalau-kalau sudah memiliki kepastian keselamatan, pada umumnya menjawab “masih berusaha terus”, bahkan ada yang menambahkan, “mudah-mudahan selamat”. Ini sangat melemahkan argumentasi bahwa orang selamat apabila hidupnya saleh karena kalau masih berusaha terus atau mudah-mudahan, berarti tidak ada kepastian, dan pandangan yang mengarah pada ketidakpastian biasanya sangat lemah.
Ketidakpastian itu disebabkan oleh karena dasar pandangannya yang tentunya tidak pasti pula. Dasar pandangan itu dapat berbentuk ajaran orang atau penganjur, teori ilmu pengetahuan, atau dukungan fakta walaupun belum disusun dalam bentuk teori. Memang ada banyak hal atau hampir semua hal di dunia ini mengarah kepada ketidakpastian, demikian sehingga manusia hanya berusaha mendekati kepastian itu sampai tingkat yang paling sedikit kemungkinan kesalahannya. Apakah menyangkut keselamatan itu manusia pun berusaha dengan sungguh-sungguh hanya untuk mendekati sampai tingkat kesalahaan paling kecil probabilitasnya ?

Orang Selamat apabila Ia Rajin Berbuat Baik

Pandagan ini nampaknya sederhana saja, tidak perlu diperdebatkann karena kata-kata “rajin berbuat baik” itu sangat mudah dimengerti dan orang yang mengamalkannya sukar didapati lawannya kecuali orang yang berbuat jahat. Tetapi masih ada dua pertanyaan yang sulit dicarikan jawaban yaitu : (1) Apakah yang menjadi ukuran berbuat baik ? dan (2) Adakah orang yang mampu berbuat baik terus menerus ?
Ada banyak contoh di dalam sejarah kemanusiaan yang menujukkan bahwa suatu perbuatn baik pada keadaan tertentu, ternyata adalah perbuatan jahat ada keadaan lain. Keadaan ini dapat berupa waktu, tempat ataupun orang/masyarakat. Demikian juga tingkat kebaikan perbuatan itu pun sukar sekali diukur yang mana dianggap baik sekali, baik, cukup, kurang dan kurang sekali atau sangat jahat dan seterusnya. Ini baru berbicara soal ukuran. Sekarang bagaimana kalau berbicara mengenai pertanyaan kedua yaitu adakah orang yang mampu berbuat baik terus-menerus ? Kalau jawaban pertanyaan ini adalah “tidak ada” lalu dinamakan apakah perbuatan-perbuatan yang lain daripada perbuatan baik itu ? Jikalau dinamakan perbuatan jahat, kerena itu lawannya, maka argumentasi yang mengatakan orang selamat apabila ia rajin berbuat baik menjadi sangat lemah walaupun argumentasi ini ditambah kata-kata “dan malas berbuat jahat.”
Memang ada cara yag mudah untuk memperkuat argumentasi di atas yaitu dengan menawarkan kemungkinan bahwa nantinya perbuatan baik dan perbuatan jahat akan ditimbang dan kalau ternyata perbuatan baik lebih berat daripada perbuatan jahat maka orang yang bersangkutan selamat sedangkan bila sebaliknya yang terjadi maka orang tersebut tidak selamat. Ini dapat dinamakan “teori neraca”.
Dengan menggunakan teori neraca, maka seseorang itu harus dapat mencatat jumlah perbuatan baiknya supaya dapat diketahui dan dibandingkan dengan jumlah perbuatan jahatnya, barulah orang itu pasti kalau-kalau ia selamat atau tidak. Tetapi pada kenyataannya orang itu tidak akan mampu mencatat dan menghitung perbuatan-perbuatan yang dilakukan secara tidak sadar.
Pada akhirnya terpaksa penilaian itu diserahkan kepada Tuhan saja, biarlah nanti Tuhan yang menimbangnya siapa tahu perbuatan baik nantinya akan muncul sebagai pemenang dan perbuatan jahat ternyata kalah berat. Dalam hal ini argumentasi berubah menjadi judi-judian, siapa tahu berhassil. Dengan kata lain kembali seperti argumentasi pertama tadi yakni “tidak ada kepastian”. Keselamatan tergantung pada prestasi seseorang apakah ia mampu berbuat baik lebih banyak dari berbuat jahat. Hal ini tidak dapat diketahui secara pasti.

Orang Selamat apabila Ia Mengasingkan Diri dari Dunia

Alasan yang dipakai dalam argumentasi ini ialah karena sebenarnya manusia pada waktu dilahirkan suci (tanpa salah), tetapi dunia inilah yang penuh cemar dan noda. Sebenarnya kalau tidak dapat mengasingkan manusia dari dunia maka pilihannya adalah membersihkan dunia dari pencemaran dosa. Tetapi pilihan ini dianggap lebih sulit daripada mengasingkan manusia dari dunia, karena itu banyak orang memilih atau menganut pandangan yang mengatakan bahwa orang selamat apabila mengasingkan diri dari dunia.
Jikalau dilihat dari kenyataan, nampaknya cara ini pun tidak mungkin dilaksanakan kecuali membunuh diri, artinya dengan sengaja meninggalkan dunia yang fana ini. Selama orang itu masih hidup di dalam dunia, usaha apapun yang dibuat untuk mengisolasikan diri pasti gagal.
Memang ada orang-orang tertentu yang dapat mengisolasikan diri dari makanan-makanan tertentu bahkan sampai berpuasa dari semua jenis makanan dan minuman sampai berhari-hari. Tetapi hanya sampai berhari-hari tidak seterusnya. Juga ada yang dapat mengisolasi diri dari semarak dunia dengan segala jenis kemajuan dan kemundurannya, apakah dengan memilih suatu cara berpakaian yang tidak mengikuti mode yang sedang berkembang, cara hidup yang berbeda dari yang ada di masyarakat luar, ataupun bertapa di atas gunung atau pulau terpencil. Tetapi apakah dengan cara hidup itu orang bersangkutan sudah lepas dari dunia ? Mungkin dunia dalam arti sempit, ya, maksudnya ia berhasil melepaskan diri dari hidup berpesta pora, melepaskan diri dari keinginan mengejar kekayaan dan lain-lain, tetapi ia tetap berada di dalam dunia dengan segala macam corak kebendaan, keinginan, dan cobaan-cobaannya.
Walaupun pandangan ini nampak sederhana namun tidak mudah dilakukan. Orang-orang yang berusaha melakukan pun tidak dapat melepaskan diri dari dunia, dan seandainya ada yang menganggap telah berhasil melalui cara bertapa, bersamadi, atau berpuasa dari perkembangan serta tuntutan-tuntuan kemajuan, tetap saja orang itu tidak terlepas dari dunia.
Pendapat manusia tentang keselamatan selalu mengarah pada kepercayaan bahwa manusia mampu untuk menyelamatkan diri sendiri. Hal ini bertentangan dengan Firman Tuhan dalam Alkitab. Manusia tidak akan mampu menyelamatkan diri melalui usahanya sendiri. Keselamatan memang adalah hasil dari perbuatan tetapi bukan perbuatan manusia melainkan perbuatan Allah. Perbuatan itu telah selesai dilakukan Allah melalui penebusan Yesus Kristus, Putra-Nya, sang Juruselamat dunia. Manusia dapat menerima keselamatan secara cuma-cuma dengan cara memberikan hati untuk percaya kepada Yesus Kristus.

Kata Yesus : “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)

Tulisan ini disadur dari buku : “Keselamatan oleh Iman atau Perbuatan” karya Dr. Frans P. Tamarol

19 thoughts on “PENDAPAT MANUSIA TENTANG KESELAMATAN

  1. entoel berkata:

    menurutku, keselamatan hanya datang dari tuhan, manusia berusaha, tuhan yang menentukan. Masalah baik atau enggak sebenernya sebagai manusia kita gak bisa menilai diri sendiri bahwa kita baik. yang menurut kita baik belum tentu menurut tuhan baik jg.

  2. rony berkata:

    Satu hal yang pasti, kepada saudara2 seiman.
    Saya hendak memberi nasihat.

    Ketika kita berdoa, jangan menggunakan kata “SEMOGA”, dan atau “Mudah2an”!
    Ada 2 alasan:

    1. Alkitab mengajarkan, mintalah maka engkau mendapatkan, karena kepada yang meminta (dalam nama Yesus) akan diberi.

    2. Perhatiakan kata “semoga”, ketika kita berkata;
    “Semoga gue naik pangkat” kalimat itu berarti mudah2an tuhan dengar doa saya. Dan karenanya itu bertentangan dengan syarat berdoa, “IMAN”
    Selanjutnya, ketika kita berkata “Semoga Tuhan berkati”, kalimat itu mengandung arti: saudara sedang meminta kepada seseorang selain Tuhan agar supaya Tuhan memberkati! Get it?

    Kedua alasan ini telah saya di approve oleh Bpk Pendeta Gilbert L.
    Dan memang pendeta2 besar tidak ada yang berdoa dengan kata SEMOGA!

    Shalom, Tuhan Yesus memberkati bapak ibu saudara sekalian. Amin

  3. jo berkata:

    Itu namanya ajaran untuk mendahului Tuhan.
    Mengancam? Suatu keharusan? Si yesus aja minta ijin dulu, berdoa dulu sama Allah..
    Yg nentuin iya atau tidak, cuma Allah.
    Karena kita manusia ga tau jawaban lgsg, makanya tidak mau mendahului..
    Makanya selalu berusaha.. Dan Tuhan tidak buta..
    Klo merasa ga yakin, berarti pesimis..
    Mungkin seperti penuai.. Maunya yang pasti dan ada yg menjamin. Dianggap aman,,
    Gitu?? Hahahaha… Manusia macam apa.. Kayak gini…
    Sebagai manusia, tidak baik mendahului Allah..
    Semoga Tuhan membuka hati penuai.
    (Klo, Tuhan membuka hati penuai? Lha siapa gw nyuruh Tuhan..)
    Hehehehe dasar… Orang buta tanya ke orang buta..disetujuin lg jalan buta2an nya…
    Nasibmu nak…. Tobat ma Allah…

  4. Filarbiru berkata:

    Memang susah bicara sama orang sok tau. Artkel anda ini menyedihkan namun akan heran kok aku jadi tertawa

  5. pazti ku selamat berkata:

    bro rony:
    gw setuju sekale coy ama pandangan lu,,, hihihihi kita emeng beda seeh ama org2 dunia ini,, iman kita kan iman yg pasti tul ga?? kita anak2 tuhan tu dah pasti selamat krn kita udh nerima tuhan yesus sebagai JURU SELAMAT,,ga kaya org laen kali yg pusing2 mikirin selamat ato ga?? hihihihihi…. kita tu dah selamat makanya kudu berbuat baik tpi inget berbuat baik utk selamat tu salah besar percuma aja dech kite berbuat baik teyus dosanya gmn coy?? mangnya lu suci lbh byk baiknya ketimbang dosanya xixixixixi munafik tu ada ajaran ky gitu….. klo gw seh biar seandainya gw jatuh dalam dosa pasti diampuni alias jd bersih lg krn darahnya tuhan yesus udh tercurah di kayu salib kan tuhannya gw mo mati utk gw n kite semuenya keren ga tu cooooy…. tu namanya kasih tuhan yang sejati,, skrg klo ada ajaran orang laen bilang tuhan tu maha pengasih and penyayang mana buktinye cooooy,, ga sama ama tuhan gw yesus kristus mau mati ngorbanin dirinya tuk kita semua…. pikir dong coy kata alm gusdur nih ya gitu aja kok reeeeeepot….hiihihihihih peaceeeeeeee ya bro GBU

    • fosido berkata:

      tapi iman tanpa perbuatan adalah mati……kalo kita prcaya Yesus kita juga harus mencerminkan dalam hidup kita ,saling mengasihi,rendah hati dan keserhanaan……..sudahkah kita bisa?kalo aku seh masih belajar……..GBU

    • Daud Adhi berkata:

      SETUJU SEKALI .. Mantap
      Kita bukan org benar tapi orang yg dibenarkan, bukan orang kudus tapi yg dikuduskan. Pengorbanan Yesus telah membenarkan dan menguduskan kita u/ selama-lamanya. AMin!

  6. Aisya Aminih berkata:

    etul coy, keselamatan hanya ada pada Yesus karena Dia adalah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP barang siapa percaya maka akan sampai ke SURGA dan barang siapa tidak percaya maka sudah pasti ke NERAKA ingat NERAKA.
    Perbuatan sebaik apapun tidak akan menyelamatkan karena manusia sudah berdosa maka apapun yang dilakukan sudah pasti tidak berkenan di depan TUHAN. Keselamatan adalah ANUGERAH dari ALLAH dan diberikan cuma2 bagi siapapun yang mau percaya kepada YESUS yang sudah mencurahkan darahNya dikayu SALIB untuk menebus manusia.
    Jadi YESUS sudah mengorbankan diriNya untuk keselamatan manusia yang mau datang dan percaya kepadaNya. Terimalah YESUS jangan keraskan hatimu karena waktuNya sudah dekat dan akan segera berakhir.

    Salam,

  7. hendro berkata:

    Numpang komentar nich..gue mau ilustrasi aja nich..seandainya Raja itu adalah Tuhan dan Istana itu adalah Sorga dan gue adalah seorang raja yang memerintahkan rakyat gue untuk hidup benar dan berbuat baik kepada sesama rakyat sebagai salah satu syarat untuk bisa masuk ke Istana gue. Trus suatu hari datang 3 orang rakyat menghadap gue yang adalah Raja dan orang pertama berkata: “..Saya seorang rakyat dan telah banyak berbuat baik kepada rakyat yang lain sesuai perintah Anda sebagai salah satu syarat untuk masuk ke Istana Anda tapi maaf yach saya gak percaya bahwa Anda adalah seorang Raja dan pemilik Istana ini..” Menurut teman-teman semua bagaimanakah sikap saya sebagai Raja..??? Pendapat saya pribadi nich sebagai Raja saya akan berkata: “..Hai rakyatku..benar kamu sudah melakukan perbuatan baik kepada sesama rakyat sebagai salah satu syarat untuk bisa masuk ke istanaku tapi apalah gunanya bagiku perbuatan baikmu itu jika kamu tidak percaya bahwa akulah Raja dan pemilik Istana ini dan aku berkuasa untuk memasukkan kamu kedalam Istanaku..pergi kamu dari hadapanku..kamu tidak berhak masuk ke dalam istanaku.!” Orang kedua pun berkata: “..Paduka saya percaya engkau adalah Raja dan pemilik Istana ini dan saya rasa itu cukup buat saya untuk masuk kedalam Istanamu dan saya gak merasa perlu untuk berbuat baik kepada sesama rakyat yang lain sebagai salah satu syarat untuk masuk ke Istanamu walaupun saya tau kamu memerintahkan itu kepada seluruh rakyat..” Pendapat saya pribadi juga nich sebagai Raja saya akan berkata: “..Hai rakyatku..sungguh baik engkau percaya bahwa aku adalah Raja dan pemilik Istana ini tapi itu tidaklah cukup bagiku jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah aku perintahkan kepada kamu untuk berbuat baik kepada seluruh rakyat sebagai salah satu syarat untuk dapat masuk kedalam Istanaku. Kamu telah tahu apa yang telah tahu apa yang aku perintahkan namun kamu tidak melaksanakannya dan menganggap itu bukan sesuatu yang penting bagimu..pergi kamu dari hadapanku..kamu pun tidak berhak masuk ke dalam istanaku.!” Orang ketiga pun berkata: “..Paduka Raja saya percaya sepenuhnya bahwa engkau adalah Raja dan pemilik Istana ini..karena saya percaya bahwa engkau adalah Raja dan berkuasa memasukkan hamba kedalam Istanamu maka hamba melaksanakan apa yang engkau perintahkan untuk berbuat baik kepada sesama rakyat sebagai salah satu syarat untuk dapat masuk ke Istanamu..” Lagi-lagi pendapat saya pribadi juga nich sebagai Raja saya akan berkata: “..Hai rakyatku..sungguh baik engkau percaya bahwa aku adalah Raja dan pemilik Istana ini dan aku berkuasa untuk memasukkan kamu ke dalam Istanaku dan sungguh baik pula di mataku bahwa kamu menghormati aku dengan melaksanakan apa yang telah aku perintahkan kepada seluruh rakyat untuk berbuat baik kepada sesama rakyat sebagai salah satu syarat untuk dapat masuk ke dalam Istanaku. Mari masuklah bersama-sama dengan aku kedalam Istanaku..” Dari ilustrasi ini sama-sama dapat kita menarik kesimpulan bahwa: 1. Manusia harus percaya dulu (beriman) kepada Tuhan yang sebenarnya sebagai pemilik Sorga 2. Perbuatan baik tidak menyelamatkan manusia jika manusia tidak percaya kepada Tuhan yang sebenarnya sebagai pemilik Sorga 3. Dengan percaya kepada Tuhan dan melaksanakan perintah-Nya Anda dapat masuk kedalam Sorga (karena iman tanpa perbuatan adalah mati)

    • Daniel Pasarella Saragih berkata:

      Kepada Hendro:
      Secara pribadi untuk kesimpulan anda bahwa untuk masuk kedalam kerajaan surga untuk Ilustrasi 1 dan ke 2 saya setuju.
      tapi untuk Ilustrasi yang ke 3 saya TIDAK setuju karena:
      untuk masuk kedalam kerajaan surga hanya perlu Beriman dan Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus karena hanya melalui yesus sajalah kita memperoleh Keselamatan ( Yoh 14 : 6, Titus 3 : 5, Yoh 3: 16). Kita tidak perlu menambahinya dengan perbuatan baik kita untuk membuat kita masuk surga.
      Tapi perbuatan baik kita itu perlu kita lakukan tapi bukan untuk masuk surga tapi sebagai buah dari keselamatan kita yaitu Buah2 roh ( Galatia 5: 22-23) dan sebagai ucapan terima kasih kita kepada Tuhan karena telah memberikan keselamatan bagi kita.

      Tuhan Yesus memberkati.

  8. lidahcerita berkata:

    Saya hanya melihat kenyataan di dalam Tuhan kehidupan saya banyak diubahkan. Saya tidak pandai mendebat bahwa A atau B adalah Tuhan atau Nabi terbaik dan paling benar, tetapi di dalam kehidupan saya sekarang sungguh banyak hal yang Tuhan sudah berikan, kasihNya sungguh nyata dalam kehidupan saya. Semoga saya boleh memancarkan apa yang Tuhan berikan kepada saya juga..

    Salam tahun baru 2011..

  9. Rama berkata:

    Keselamatan adalah sebuah karunia dari Yang Kuasa, dan keselamatan itu dianugerahkan kepada semua orang di dunia ini. keselamatan dapat diperoleh apabila ia hidup di dalam Kristus dan menjadi seorang kristen sejati. Tuhan menganugerahkan keselamatan tersebut kepada orang yang hidup dalam kasih. karena Allah adalah kasih, maka ia menghendaki kita supaya kita juga hidup dalam kasih. Jesus Bless You all…….

  10. Berutu Rizne berkata:

    Karunia adalah ksih anugrah yang paling istimewa dan paling indah yang Tuhan brikan kepada umat manusia…maka itu janganlah disia-siakan ! Jesus Forever…God Bless : )

  11. ronaldo peru kum berkata:

    Tuhan memberikan kita kebebasan, maka kita tinggal pilih hidup kehendak Tuhan atau tidak. tergantung padi diri kita. tetapi yang terutama adalah kasih Tuhan dengan segenap akal-budi dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.

  12. Wikra berkata:

    Dasar pemahaman orang Islam itu berbeda dengan orang Yahudi dam Kristen. Orang Yahudi percaya Tritunggal sejak dulu dan Tritunggal itu bukanlah buatan orang Kristen. Orang Kristen hanya menegaskan saja formulasinya.

    Nah, mari kita bahas. Saya sering menggunakan contoh manusia Karena manusia diciptakan menurut gambar dan pola illah.
    Manusia adalah satu yg mpunyai hakikat : tubuh , jiwa /pikiran , roh.

    Tubuh bukan pikiran dan bukan juga roh alam tetapi pikirkan dan roh dan tubuh adalah manusia.
    Tubuh tanpa pikiran bagaikan patung yg tidak bisa berkata-kata dan tidak bisa berkarya.
    Tubuh tanpa roh adalah almarhum. Karena roh lah sumber kehidupan.
    Jiwa dan roh tanpa tubuh ya jadi gentayangan kaya demit..

    Jadi manusia itu harus Tritunggal karena harus ada tubuh, jiwa dan roh.
    Tubuh sakit masuk rumah sakit umum
    Jiwa sakit masuk rumah sakit jiwa
    Roh sakit masuk rumah ibadah

    Nah jadi kalo Anda bertanya :
    1. Apakah tubuh itu manusia? Iya….
    2. Apalah jiwa /pikiran / firman itu Adalah manusia ?? Ya…..
    3. Apakah roh itu manusia ?? Ya…..

    Tetapi tubuh bukan jiwa dan jiwa bukan roh. Itulah manusia….

    Nah sekarang dzat illah.

    Dzat itu adalah AL wujud. AL kalam , AL Ruh. Ketiganya ini adalah qodim da qoimah. Tidak ada yg lebih awal antara mereka dan tidak ada yg diciptakan.

    AL wujud tanpa AL kalimat (firman) ya jadi bisu. AL wujud tanpa Ruh ya almarhum , bukan illah maha hidup. Atau istilahnya hayatullah.

    Wujud, firman dan Ruh adalah telah ada sejak awal dan akhir ( alfa dan omega). Yang tidak diciptakan dan tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

    Istilah Allah anak adalah kata kiasan untuk firman illah dan roh Kudus adalah untuk Ruh illah.
    Istilah Allah bapa adalah kata kiasan untuk AL wujud.

    Jadi dalam Kristen tidak ada 3 illah. Illah itu esa adanya , esa bukan berarti 1 biji Atau 1 buah atau 1 ikat karena dzat illah adalah Roh. KArena itu bapa, putra(anak), dan roh Kudus adalah esa seperti esa nya manusia yg ada tubuh, jiwa dan roh.

    Jadi saat Anda bertanya :
    1. Apakah AL wujud itu illah ?? Ya……
    2. Apakah firman itu illah ???? Ya….
    3. Apakah roh itu illah ?? Ya…..

    Nah yg membuat orang Islam kesulitan memahami Tritunggal karena dalam Islam roh itu adalah ciptaan dan firman juga adalah ciptakan dzat illah.

    Sedangkan dalam Kristen wujud, firman dan roh itu qoaj dan qodim sejak awal dan akan tetap ada hingga akhir tanpa harus diciptakan.

    Dengan demikian sebenarnya ketauhidan illah yg benar adalah Kristen karena illah itu esa yg berhak berhakikat wujud , firman dan Ruh yg adalah qodim da qoimah…

  13. Wikra berkata:

    Contoh lain untuk memahami hubungan tubuh jiwa dan roh pada manusia.
    Misalkan saya nulis buku, saya mengeluarkan isi pikiran saya menjadi kalimat dan tertulis pada buku… Setelah selesai saya tulis maka jadilah buku.
    Setiap orang yg membaca buku itu akan mengerti pikiran saya padahal pikiran saya itu tidak terlihat dan tidak berbentuk fisik akan tetapi dari tulisan kalimat pada buku itulah orang lain dapat memahami saya.

    Apakah buku itu adalah pikiran saya ? Bukan …. Karena buku itu adalah penjelmaan pikiran saya. Pikiran saya ya tetap ada dalam diri saya dan tidak akan pernah lepas dari diri saya.

    Apabila buku tersebut robek dan terbakar apakah pikiran saya ikut robek dan terbakar ? Tidak ….. Pikiran saya tetap ada dalam diri saya melekat dengan saya meskipun buku tersebut terbakar dan jadi abu.

    Apabila buku tersebut difoto kok jadi 100 apakah pikiran saya jadi 100? Tidak….. Karena pikiran saya ada dalam diri saya. Walaupun buku itu dibela dua tetap saja pikiran saya utuh dalam diri saya…..

    Kedua:
    Apabila saya menulis opini pada FB dan ternyata tulisan saya itu yg adalah pikiran sayae memfitnah orang lain apakah yg dihukum adalah pikiran saya ??? Kan tidak , yg dihukum adalah diri saya karena pikiran saya adalah diri saya.. Ga mungkin pikiran dipenjara tetapi orang bersalah karena perkataannya memfitnah orang maka diri orang tersebutlah yg dihukum

    Jadi kesimpulannya:
    Pikiran saya ya adalah saya sendiri , tubuh saya berbicara karena ada jiwa atau pikiran dan tubuh bisa hidup karena ada roh..
    Jadi tubuh , jiwa dan roh itu adalaha manusia. Sehingga manusia ya adalah Tritunggal…

    Yesus itu kalam Allah yg nuzul jadi AL insan Kamil.

    Sebagai kalam Allah dia telah ada sejak awal dan akan tetap ada.

    Kalam Allah adalah pikiran / firman Allah

    Saat nuzul jadi AL insan , tubuh manusia adalah penjelasannya saja seperti buku yg berisi kalimat saya pada contoh diatas tadi…

    Nah jadi Yesus itu adalah kamalla BI lahud wa kamalla BI nasud

    Yesus adalah Illah karena dia adalah kalam Allah

  14. Wikra berkata:

    1. Adam adalah manusia yg dibentuk oleh illah dari tanah lalu illah menghembuskan Ruh illah sehingga Adam hidup.
    Adam berdosa karena melanggar perintah illah.
    Karena Adam Berdosa maka seluruh umat manusia yang keturunan Adam secara biologis ikut kehilangan kemuliaan illah dan berdosa.
    Sebenarnya sungguh tidak adil kalo Karna dosa Adam, semua manusia jadi ikut kena getahnya alam tetapi itulah yang terjadi.

    2. Karena seluruh manusia telah berdosa maka upahnya adalah maut.
    3. Tetapi illah sangat adil, dia mengasihi manusia dan ingin agar manusia hidup kekal

    4. Manusia tidak menyelamatkan dirinya sendiri dari belenggu dosa. Musa diperintahkan untuk mengorbankan anak domba jantan yg tidak bercacat cela sebagai korban penebusan dosa. Hingga sekarang orang Yahudi melakukan upacara pengorbanan domba untuk penebusan dosa.

    5. Illah berjanji bahwa pada saatnya tiba akan datang sang almasih (Kristus/mesias) untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa.

    6. Ketika genaplah waktunya, firman al lah nuzul ke dunia menjadi insan Kamil yg diberi nama Isa almasih

    7. Isa almasih lahir dari bapa tanpa ibu dan lahir dari ibu tanpa bapa sehingga Isa adalah kalam BI lahud wa kalam BI nasud.

    8. Isa bukan manusia hasil sex manusia sehingga Isa tidak berdosa. Juga Semasa hidupnya Isa tidak pernah berdosa.

    9. Ketika genap waktunya , Isa menjadi anak domba Allah untuk menebus dosa manusia. Sehingga dengan satu orang yg tidak berdosa maka seluruh manusia juga tidak berdosa.

    10. Nah, itulah keadilan Illahi. Karena 1 manusia berdosa yakni Adam maka semua manusia jadi berdosa akan tetapi illah itu adil adanya, sehingga dengan 1 manusia yg tidak berdosa yakni Isa maka semua orang yg percaya pada Isa menjadi tidak berdosa

    Itulah inti ajaran kasih Illahi pada Yahudi dan Kristen…

    Jelaskan kan sekarang ??

    Silakan bertanya lagi dengan menyebutkan nomor diatas apabila ada yg hendak bertanya.

    Jbu

  15. Wikra berkata:

    Nama saya wikra.

    Apabila ada yang ingin diskusi tentang hal yang saya posting silakan email ke saya : wwikra@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s